| Kolase foto bapak, salah satu buku warisannya beserta tanda tangan dan tulisan tangannya, serta buku antologi saya tentang bapak (Dokpri Agustina) |
Rabu, 06 Agustus 2025
In Memoriam Bapak
Minggu, 20 April 2025
Tahu Nastar Pakai Cengkeh?
Nah. Kamu tergolong generasi nastar yang mana? Nastar yang pakai cengkeh atau tidak? Ayolah, jujur saja. Muehehe ...
Jika kamu paham nastar bertangkai cengkeh, berarti kita seumuran. Jika kamu merasa heran dengan pertanyaanku, fix ... usiamu masih muda belia.
Ketahuilah. Seperti halnya lagu, bentuk nastar bisa juga dijadikan penanda kisaran usia seseorang. Apakah tergolong generasi X, generasi milenial, generasi Z, atau generasi alpha?
Pada umumnya generasi X dan generasi milenial tahu nastar bercengkeh. Mengapa? Karena ketika mereka remaja atau anak-anak, nastar bercengkeh sedang booming. Jadi begitu mendengar kata "nastar", yang langsung terbayang di benak ya nastar yang di permukaan atasnya ditancapi setangkai cengkeh.
Tatkala itu sebenarnya ada pula nastar yang berbentuk lain, yaitu berbentuk keranjang mungil. Hanya saja nastar bentuk keranjang kalah viral dari nastar bercengkeh.
Gambaran keranjangnya begini. Adonan kulit nastar dibentuk menjadi keranjang, sedangkan selai nanas dijadikan isi keranjang. Di atasnya diberi adonan kulit sebagai pengunci selai agar tak lepas. Adonan kulit itu dibentuk gilig panjang, kemudian ditempelkan di atas selai nanas dalam posisi bersilang.
Bagaimana? Penjelasanku sudah bisa memunculkan gambaran nastar keranjang atau belum? Jika belum, cobalah googling saja. Pakai kata kunci "nastar keranjang".
Jangan lupa, sekalian saja googling "nastar cengkeh". Jangan sampai kalian yang masih muda belia, yang tak mengalami masa keviralan nastar cengkeh, berpikiran bahwa cengkehnya dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan kulit.
Tolong camkan. Nastar bercengkeh itu artinya nastar yang diberi hiasan cengkeh. Cengkehnya ditancapkan di permukaan nastar sejak adonan masih mentah. Ikut dioven. Jadi, si cengkeh bakalan menambah sensasi rasa hangat dan pedas. Bisa mereduksi rasa nastar yang terlalu manis bagi sebagian orang.
Nah, bagaimana? Sesungguhnya kamu tahu nastar bercengkeh atau tidak?
Oiyaaa. Mayoritas orang meyakini bahwa nastar yang ditancapi cengkeh merupakan mastar zadoel. Ternyata itu keyakinan yang salah, lho. Justru nastar bercengkeh itu bukan bentuk asli, melainkan bentuk inovasinya. Yang ternyata merupakan inovasi yang gagal. Gagal menarik selera masyarakat.
Apa penjelasannya? Sebab terbukti, kehadiran topping cengkeh dianggap merusak rasa oleh sebagian besar orang. Kata mereka, enakan yang tanpa cengkeh.
Ya sudah. Inovasinya tak dilanjutkan. Case closed. Akan tetapi, kamu perlu tahu bahwa asal-muasal nastar dari Negeri Belanda. Sementara di sana tidak ada cengkeh. Jadi fix ya, nastar zadoel justru tanpa cengkeh. Jangan lupa. Cengkeh termasuk rempah-rempah dan VOC datang ke Nusantara demi rempah-rempah.
Rabu, 02 Oktober 2024
Cadasnya Hidup di Desa
Kamis, 29 Februari 2024
Tahun Kabisat 2024
![]() |
| Dokpri Agustina |
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Apa kabar kalian hari ini? Tepat pada Tahun Kabisat, pada tanggal 29 Februari 2024 ini?
Kalau kabarku sejujurnya tidak begitu baik. Entahlah kapan bakalan membaiknya. Semoga sih, segera oke gas oke lagi semangatku yaaa. Muehehe ...
Makanya semangati aku dengan MTA, dong. "Menyala Terus Abangkuuuh." Haha!
Mari kembali ke Tahun Kabisat. Yup. Tahun 2024 ini merupakan Tahun Kabisat. Maksudnya, jumlah hari di Februari sampai mencapai 29. Silakan cek, deh. Biasanya Februari maksimal sampai hari ke-28 'kan?
Tahun Kabisat cuma terjadi empat tahun sekali. Jadi, orang-orang yang lahir pada Tahun Kabisat akan merayakan ultah ke-1 pada saat berumur empat tahun. Adapun ultah ke-17 yang konon istimewa, tak bakalan bisa mereka rayakan secara presisi tepat pada hari H.
Walaupun tidak lahir pada tanggal 29 Februari, aku selalu berusaha mengingat Tahun Kabisat. Tujuannya satu, yaitu agar tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada adikku.
Kasihanlah ya, kalau sampai kelupaan. Mesti menunggu empat tahun berikutnya. BTW tahukah kalian, umur berapa adikku kalau dia merayakan ulang tahun yang ke-5? Silakan jawab di kolom komentar.
Sebagai penutup, aku hendak memberitahukan pula bahwa Suneo dan N. H. Dini juga lahir pada Tahun Kabisat. Hmm. Kalian tahu mereka atau tidak? Semoga tahu. Kalau belum, semoga mau mencari tahu.
Minggu, 10 September 2023
Begini Rasanya Ditinggal Bapak
Tepat pukul 03.20 WIB, tanggal 26 Agustus 2023, tunai sudah tugas bapakku di dunia fana ini. Setelah 42 hari terbaring lemah. Segala sakitnya, baik lahir maupun batin, sudah tak lagi ada.
Rezekinya di bumi Allah SWT sudah habis. Pertaliannya dengan ruang dan waktu telah usai. Meninggalkanku, yang hingga detik ini masih denial. Terkadang masih belum percaya kalau bapak sudah tiada.
Bahkan sejujurnya, aku baru satu kali menangis sebentar. Bukan sebab tak sedih. Justru sebaliknya, sebab saking sedihnya.
Aku tahu dan sadar banget bahwa saat perpisahan semacam ini pasti akan tiba. Cepat atau lambat.
Itulah sebabnya tatkala bapak masih ada, sepenuh hati aku berulang kali memohon kekuatan batin kepada-Nya SWT, jika tiba saatnya mesti menghadapi perpisahan abadi begini.
Hanya saja, aku sungguh menyesali keadaanku yang masih jauh dari kata sukses. Belum bisa menjadi anak kebanggaan bapak, padahal sudah setua ini. Eh, tahu-tahu bapak pergi ...
Apa boleh buat? Sesal kemudian memang tiada berguna. Memang aku yang lelet. Tidak bersegera dalam memperjuangkan yang terbaik dalam hidupku. Selagi bapak masih sehat dahulu.
Semoga kalian tidak mengalami penyesalan sepertiku ini, ya.
Minggu, 07 Mei 2023
Kematian adalah Pengingat
Yang terpenting, senantiasa dalam kondisi eling lan waspada. Dalam keadaan ingat dan waspada.
Ingat bahwa kita hanyalah hamba-Nya yang fana.
Tidak malah minum kopi yang disertai makan gorengan, disambung merokok. Atau, malah minumnya minum arak dan segala yang memabukkan. Oh, no! Big no!
Jadi karena sekadar mampir ngombe, tak semestinya kita lengah. Sekuat apa pun godaan yang datang, ayo kita cuekin saja. Berusaha semaksimal mungkin supaya bisa. Oke?
Perlu diketahui, tulisan renungan pendek ini kubuat dengan berat. Sebab berdasarkan serangkaian fakta duka cita, yang belakangan datang dari orang-orang yang saya kenal.
Innalillahi wainna ilaihi rojiuuun.
Sungguh, kematian adalah pengingat. Pengingat terbaik.
Rabu, 26 April 2023
Servis Motor Rasa Baru
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Sudah puaskah menikmati libur Lebaran? Sekarang tinggal lelahnya, ya? Ya sudah. Rehatlah dulu sejenak waktu. Ingat. Sebentar lagi masuk kerja, lho.
Eit! Jangan lupa pula untuk mengistirahatkan sepeda motor kalian. Bukankah ia telah setia mengantar ke mana-mana? Sempatkanlah untuk memanjakannya.
Sebagaimana halnya tubuh, yang butuh dipijat dan direhatkan supaya kembali segar, sepeda motor juga perlu dimanjakan agar dapat berfungsi maksimal.
Caranya? Tentu dengan melakukan servis rutin, dong. Jangan lupa. Jika telah mencapai jarak tempuh tertentu, sepeda motor wajib dicek kondisinya.
Lalu, apa saja yang perlu diservis? Ini, nih. Ada 8 bagian yang wajib dicek saat servis motor. Mari simak penjelasannya berikut.
1. Oli Mesin
Oli mesin berfungsi sebagai pelumas, pendingin, dan pelindung mesin. Jadi, kalian mesti rutin menggantinya sesuai jarak tempuh yang tercapai. Ingat, ya. Sesuai jarak tempuh. Sementara rata-rata pabrikan merekomendasikan penggantian oli mesin pada angka 2.500 km. Berarti makin sering motoran, makin sering pula ganti oli mesin.
Para pemotor aktif mau tidak mau mesti waspada, ya. Jangan sampai lalai demi keawetan mesin. Pun, demi keselamatan berkendara.
Namun, tak perlu terlalu cemas juga. Beberapa tahun terakhir sudah ada pabrikan/retailer otomotif yang sudah berani memberikan rekomendasi penggantian sampai 5.000 km/2× lebih lama dari oli biasa. Ini dikarenakan oli yang mereka pasarkan sudah menggunakan teknologi ester. Jadi ya wajar sih, kalau retailer ini mengklaim bisa 2 x lebih lama dari oli biasa, karena memang ini adalah base oil tertinggi di kelas oli.
![]() |
| sumber gambar dari planetban.com |
2. Oli Gardan
Perihal oli gardan ini mesti diperhatikan oleh para pengguna motor matic. Mengapa? Sebab oli gardan wajib diganti secara rutin. Rumus penggantiannya 2x ganti oli mesin, kemudian baru disertai dengan 1x ganti oli gardan.
Perlu diketahui, oli gardan berfungsi melumasi gear yang sudah ada di CVT (Continuously Variable Transmission)
3. Busi
Sejauh pencermatanku, masalah busi kotor atau aus terlalu sering dihadapi orang-orang. Kalau ada sepeda motor mogok, distarter tak nyala-nyala, ujungnya ketahuan kalau masalah terletak pada busi.
Waspadalah. Busi adalah onderdil motor yang berfungsi mengubah aliran listrik koil menjadi percikan api sehingga mesin menyala. Alhasil, busi yang bermasalah menyebabkan motor mogok. Berarti perlu ganti busi.
4. Kampas Rem
Sepeda motor wajib sehat remnya. Jangan sampai kampas rem tipis sehingga rem tidak pakem. Itu 'kan berbahaya. Sekalian cek riceklah kondisi rem manakala melakukan servis motor. Ingatlah bahwa rem merupakan faktor penting untuk keamanan dan keselamatan berkendara.
5. Filter Udara
Ketika melakukan servis motor, mekanik pada umumnya sekalian memeriksa kondisi filter udara. Jika masih layak dipakai akan dibersihkannya. Jika tidak, dia akan menggantinya. Tentu dengan persetujuan kita.
O, ya. Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran. Penyaringan itu untuk menjaga agar tidak ada kotoran yang masuk. Kalau sampai ada kotoran di ruang pembakaran, sistem injeksi dan karburator bisa terhambat.
6. Aki atau Accu
Agar motoran nyaman, accu harus masih layak pakai. Kriteria layaknya adalah tidak bocor, kondisi terminal tidak berkarat, dan tegangannya sesuai ketentuan.
Adapun ketentuannya begini. Jika dalam kondisi mesin mati, tegangan accu harus antara 12,3-12,6 Volt. Jika mesin menyala, idealnya tegangan accu antara 13,7-14,2 Volt.
7. Ban
Jangan lupa. Cek ban sepeda motor kalian secara berkala. Tekanan udara di dalamnya bagaimana? Jika ban luar sudah tipis (gundul), segeralah bawa ke bengkel. Ganti ban.
8. Tune up Motor Rutin
Tune up adalah servis rutin yang meliputi pemeriksaan semua komponen. Terkhusus komponen-komponen yang terkait dengan performa sepeda motor. Biasanya difokuskan pada pemeriksaan tekanan ban, tegangan rantai, rem, lampu, karburator, dan klakson.
Tak jarang ketika tune up, mekanik sekalian mengganti oli mesin, oli gardan, atau onderdil (sparepart). Tentu atas persetujuan pemilik sepeda motor.
Servis Motor Rasa Mesin Baru di Planet Ban
Karena servis motor merupakan perkara penting, pakailah jasa bengkel yang tepercaya. Yang jelas rekam jejaknya. Misalnya Planet Ban.
Planet Ban memang layak direkomendasikan. Sebab di situ, kalian dapat memperoleh servis motor rasa mesin baru.
Ngomong-ngomong, servis motor rasa mesin baru itu sebenarnya merupakan sistem servis terpadu. Tujuannya meningkatkan performa dan ketahanan motor dengan cara cepat dan hemat.
Fokus servis motor rasa mesin baru adalah pemeriksaan bagian vital yang tersembunyi serta relatif jarang dicek dan disetel rutin.
Manfaat Melakukan Servis di Planet Ban
Servis motor di Planet Ban punya beberapa manfaat. Di antaranya:
- Menggunakan oli dan cairan khusus berteknologi tinggi. Dengan demikian, performa motor dapat meningkat. Mesinnya pun terproteksi sehingga lebih awet. Tidak bakalan kerap rusak
- Jika penggunaan oli dan cairan khusus tersebut dikombinasikan dengan penggunaan orderdil (sparepart) asli, sepeda motor jadi lebih nyaman dipakai. Mesinnya dingin, bisa tahan lama, dan tarikan enteng.
- Tidak perlu sering menyambangi bengkel untuk ganti oli. Cukup 4 sampai 6 bulan sekali. Kalau telah mencapai jarak tempuh 5.000 km saja.
- Biaya servis motor di Planet Ban jatuhnya lebih hemat daripada di tempat lain.
- Cairan khusus berteknologi tinggi dan rentang waktu penggantian oli yang lama menyebabkan emisi dan polusi dari sepeda motor berkurang. Ini berarti kalian telah ikut memelihara dan menjaga lingkungan.
Setelah mengetahui sederet manfaat melakukan servis di Planet Ban, akankah kalian memilih tempat lainnya?
Mengapa Harus Servis Motor di Planet Ban?
Mengapa harus servis motor di Planet Ban? Karena pelayanannya total, yaitu servis rasa mesin baru.
Jika sepeda motor kalian diservis di tempat lain, kemungkinan ada kotoran, debu, dan sisa pembakaran yang tertinggal di beberapa bagian mesinnya. Tak jarang masih ada pula kotoran dan debu di blok CVT, padahal kondisi tersebut membuat motor terasa berat.
Lain halnya jika kalian memakai jasa mekanik Planet Ban. Seluruh bagian mesin akan dibersihkan total hingga ke bagian-bagian tersembunyinya. Kepala silinder, blok CVT, klep mesin, piston, dan throttle body pun bakalan terbebas dari sisa-sisa pembakaran, debu, dan kotoran.
Alhasil, mesin sepeda motor kalian menjadi seperti mesin baru. Bersih total sehingga tarikannya jadi lebih enteng. Emisinya turun lebih dari 70%. Plus lebih hemat BBM.
Bagaimana dengan biayanya? Tidak usah khawatir. Servis motor di Planet Ban memang lengkap dan tuntas pengerjaannya. Akan tetapi, harganya amat terjangkau.
Untuk servis motor injeksi dibandrol harga Rp20.000, 00. Untuk servis CVT sekaligus rantainya seharga Rp19.500,00. Adapun servis throttle body dibandrol harga Rp20.000,00.
Bagaimana? Valid terjangkaunya 'kan?
Penutup
Sekarang kalian sudah tahu manfaat servis motor secara rutin. Nah! Ingat atau tidak, kapan terakhir ke bengkel untuk servis motor? Jangan-jangan sudah nyaris setahun lalu?
Wah. Kalau begitu, buruan hubungi Planet Ban yang ada di kota kalian. Supaya afdal, bisa kalian cek ricek dulu di website resminya planetban.com atau di akun Instagram @planetban
Minggu, 11 September 2022
Hidup Itu Mudah Saja
Minggu, 08 Mei 2022
Mohon Maaf Lahir Batin
Jumat, 25 Februari 2022
Kopi Kenangan, Nicholas Saputra, Isyana
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga engkau sekalian dalam kondisi sehat dan berbahagia. Kalau merasa kurang sehat kurang bahagia, yuk baca saja "Kopi Kenangan, Nicholas Saputra, Isyana" ini. Hihihi ....
| Skrinsyutan foto yang dikirim seorang teman (Dokpri/Wahyu) |
Impian Isyana yang Menjadi Nyata
Sesuai dengan judulnya, tentu tulisan ini akan ngomongin kopi kenangan beserta dua bintang keren di bidang masing-masing. Yoiii. Siapa lagi kalau bukan Nicholas Saputra dan Isyana.
Namun, tolong jangan salah paham. Di sini aku tak hendak membahas ketiganya secara detil. Yang hendak kubahas justru situasi sebelum Nicholas Saputra dan Isyana menjadi bintang iklan Kopi Kenangan botolan itu.
Tepatnya situasi kebatinan Isyana terhadap Nicholas Saputra. Ealah. Apa sih, istilah tepatnya? Pokoknya gini maksudku.
Saat pertama kali menonton iklan Kopi Kenangan botolan tersebut, langsung kuteriak, "Good job, Isyana! Halumu jadi nyata! Yesss. Siap menirumu! NicSap, tunggu kami untuk kembali menjumpaimu!"
Kami? Yoiii. Kami, yaitu aku dan kedua sohib seperhaluan sesama fans berat Nicholas Saputra.
Lalu, apa hubungannya dengan situasi kebatinan Isyana?
Naaah. Jadi, situasi kebatinan yang kumaksudkan itu berupa rasa kebahagiaan Isyana yang membuncah sebab akhirnya bertatap muka dengan sang idola, Nicholas Saputra.
Tak sekadar bertemu, lalu kenalan dan foto bersama. Oh, no! Isyana mendapatkan lebih dari itu. Ia bahkan syuting bareng. Berkesempatan kerja bareng sang idola.
Kami Kalah Telak dari Isyana
Ternyata, o, rupanya. Isyana adalah penggemar Babang Nicholas Saputra. Idem ditto denganku dan kedua sohibku. Kami tahu informasi maha penting ini dari obrolan (wawancara) Vidi Aldiano dengan Isyana, jauh sebelum iklan Kopi Kenangan dibuat.
Dalam obrolan dengan Vidi, Isyana cubeeet alias lucu bangeeet. Di situ ia nanya-nanya, apakah Vidi punya nomor kontak Nicholas Saputra. Kalau punya, Isyana minta. Lucunya tuh karena ia meminta dengan nada sedikit kepo sedikit maksa. Hahaha!
Menakjubkan toh? Isyana yang penyanyi tenar saja termehek-mehek pada Nicholas Saputra. Belum pernah ketemu langsung pula. Ehem. Sampai di fakta ini, kami bisa sombong sebab pernah kopdaran dengan Nicholas Saputra.
Silakan baca kisah kocak perjumpaan kami dengannya di sini.
Akan tetapi, selanjutnya kami kalah telak. Sikap Isyana yang blak-blakan ingin bertemu Nicholas Saoutra ditangkap sebagai peluang baik oleh pihak Kopi Kenangan. Keduanya kemudian dipertemukan.
Hoki Isyana maksimal sekali, deh. Sudahlah impiannya terwujud, eh, diberi honor besar pula. Benar-benar bikin kami kalah telak.
Sikap Blak-blakan Isyana Kami Jadikan Inspirasi
Sebagai warga biasa rakyat jelata, bagaimanapun kami tahu diri. Tidak membiarkan diri dikuasai iri secara berkesinambungan. Kami justru menjadikan apa yang terjadi pada Isyana sebagai inspirasi dan motivasi.
Kami pun bertekad, "Ayo, lanjutkan dan perkuat kehaluan kita untuk bisa kembali bertemu dengan Nicholas Saputra. Mari bertekad di perjumpaan selanjutnya kelak, walau kapan pun itu, kita sukses mengajaknya berfoto bareng secara ikhlas. Sambil nyiapin karya kita sebagai pemikat perhatiannya."
Gimana? Apakah tekadku dan kawan-kawan terdengar konyol bin lebay? Hmm. Bagi engkau yang tak pernah ngefans berat pada seseorang, pasti sikap kami terkesan nirfaedah.
Hanya saja, jangan lupa bahwa sebelumnya kehaluan kami untuk bertemu dan bicara dengan Nicholas Saputra telah terwujud. Insyaallah dengan perencanaan matang dan lebih fokus, plus doa kuenceeeeng, impian kami untuk kembali berjumpa dengannya berpotensi menjadi fakta.
Semangat, semangaaat. Betapa pun terasa sulit, kita perlu selalu mengedepankan PIKIRAN POSITIF 'kan?
Mestakung, mestakung. Semesta mendukung. LOA, LOA. Law of attraction.
Bismillah ....
Kilas Balik Kisah Kami dan Moral Cerita
Kalau ingin melihat hasilku memotret Nicholas Saputra dan membaca kisah perjumpaan kami, silakan baca "Pengalaman Ditolak Nicholas Saputra".
Usahakan baca, deh. Terlebih kalau engkau sekalian butuh tertawa-tawa, terkhusus nertawain kesialan orang lain, demi menaikkan imunitas. Senyampang kita sedang berada di Bulan Nggregesi Nasional. Hahaha!
O, ya. Sebelum membubuhkan tanda titik pamungkas, kutegaskan bahwa inti dari tulisan ini bukanlah Kopi Kenangan, Nicholas Saputra, atau Isyana.
Tujuanku bercerita adalah membangkitkan semangat. Memotivasi. Terutama memotivasi diriku sendiri bahwa atas izin-Nya SWT, di dunia ini tak ada yang tak mungkin. Tentu sejauh kita sudah berusaha maksimal dan berdoa.
Yup! Bermula dari keinginan yang kuat, Isyana berhasil kerja bareng dengan sang idola. Berawal dari halu yang ditelateni, kami pun bisa deket-deketan dengan sang idola meskipun cuma sedikit menit.
Yoiii. Intinya, impian memang harus diperjuangkan. Iya enggak, sih?
Sabtu, 06 November 2021
Life Hack Terkait Minyak Goreng
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Masih setia jaga jarak dan menghindari kerumunan? Masih setia memakai masker? Eh, maukah kalau kuajak ngerumpiin minyak goreng? Mau, ya? Hehehehe ....
Begini. Beberapa hari lalu ketika sedang jalan-jalan di negeri twitter, kudapati cuitan seorang kawan. Baca berita hari ini. Harga minyak goreng naik, jadi semua gorengan ini digoreng dengan minyak minimalis. Tetap kriuk dan renyah.
Foto yang disertakannya sebagai pelengkap caption adalah foto sepiring gorengan. Seingatku ada risoles, samosa, dan kentang goreng.
Semua itu jualannya. Ia memang menjual aneka kudapan dalam bentuk frozen. Namun, boleh pula kalau pembeli minta digorengkan sekalian. Aku tahu karena termasuk salah satu pelanggannya.
Harga minyak goreng naik? Waaah. Malah enggak tahu aku. Seriuskah? Kubalas cuitannya.
Benar, Mbak. Ini beritanya. Ia menanggapi sekaligus memberikan sebuah tautan berita terkait.
Langsung aku klik tautan tersebut. Ingin tahu kabar detilnya. Seusai membaca, kubalas lagi cuitannya. Ternyata sudah sejak kemarin. Klo gak baca cuitanmu pasti aku gak sadar klo harganya naik. Hahaha!
Kamu futuristik, Mbak. Idemu memanggang lumpia dan samosa menjadi relate dengan situasi terkini. Tulisnya.
Spontan aku membalasnya dengan sederetan emotikon tertawa lebar.
Lumpia dan Samosa Panggang
Beberapa bulan sebelumnya aku mengunggah foto dua lumpia dan dua samosa dengan caption begini. Dibakar saja supaya lebih sehat dan pastinya hemat minyak goreng. Edisi frozennya kubeli di @namakawantersebut.
Biasalah. Sambil menyelam minum air. Sambil menuntaskan hasrat narsis, sekalian mempromosikan jualan kawan.
Sungguh tak disangka, kawan tersebut tertarik sekali dengan unggahanku. Tepatnya sih, tertarik cenderung heran. Tidak menyangka kalau jualannya kumatangkan dengan cara berbeda.
Baru tahu dia kalau diriku terbiasa mengkhianati resep gorengan. Pokoknya apa pun bahan makanan yang bisa dimatangkan sempurna dengan cara selain digoreng, pasti akan kukhianati walaupun lazimnya digoreng. Contohnya ya lumpia dan samosa tadi.
| Lumpia panggang (Dokpri) |
Apakah siasat kreatif itu dilandaskan pada semangat untuk hidup lebih sehat? Atau, untuk mendukung gerakan nol emisi karbon?
Seiring waktu berjalan kedua hal tersebut memang menjadi pertimbangan. Namun sejujurnya, semula alasanku simpel belaka: tidak mau boros gara-gara keseringan buang-buang sisa minyak goreng.
Jika kudapan digoreng sesuai pakem, pastilah butuh banyak minyak goreng untuk bisa melakukan deep frying. Kurang lebih butuh dua sendok sayur, jika hendak bikin empat gorengan saja. Jelantah atau sisa minyak bekas pakainya pasti bakalan terbuang.
Lain halnya jika dipanggang. Hanya butuh sedikit minyak goreng untuk mengolesi kudapan yang hendak dipanggang. Tak bakalan ada jelantah yang mesti dibuang.
Mengapa jelantah tak disimpan dulu? Bukankah masih bisa dipergunakan sekali lagi? Tidak harus dibuang sekali pakai sehingga dapat lebih hemat 'kan?
Mohon maaf. Bukannya sok kaya dan sok sehat, nih. Tradisi menyimpan jelantah memang tidak cocok kupraktikkan. Alasannya, tidak tiap hari dapurku beroperasi. Jadi, jelantah simpanan berpotensi kadaluarsa sebab tak kunjung dipakai. Malah menunda membuang saja.
Nah! 'Kan jatuhnya boros minyak banget kalau aku nekad menggoreng dua lumpia dan dua samosa saja? Itulah sebabnya kubudayakan memanggang.
Mengapa tidak memperbanyak saja jumlah kudapan yang digoreng? Ben sumbut. Wah, yang makan siapa? Anggota keluargaku minimalis sekali. Cuma dua termasuk diriku.
Teflon Andalan
Bagaimana caraku membakar/memanggang bahan makanan? Pakai alat khusus? Oh, tentu tidak. Senjata andalanku di dapur hanyalah teflon. Jenis teflonnya pun yang standar saja. Bukan yang dilabeli anti lengket. Ini nih, penampakannya.
| Teflonku (Dokpri) |
Kalau untuk bikin telur mata sapi atau telur dadar tetap butuh sedikit minyak goreng atau mentega. Begitu pula jika hendak membakar pisang, tahu, tempe, sosis, nugget, dan aneka kudapan frozen. It's simple.
Tak Perlu Bergantung pada Minyak Goreng
Percayalah. Hidup tak akan berubah menjadi datar hanya karena berjarak dari minyak goreng. Faktanya, sekian lama saya mengkhianati resep gorengan dan hidup masih terjalani dengan jungkir balik tak keruan.
Nah, lho! Bukankah itu bukti bahwa menjalani gaya hidup minim gorengan tak serta-merta mengubah hidup menjadi datar? Hehehe ....
Jadi kalau ditantang, apa aku sanggup puasa memasak goreng-gorengan? Secepat kilat kujawab, "Siapa takut?"
Mohon jangan salah paham. Puasa memasak dengan minyak goreng tak berarti tak mengonsumsi gorengan lagi, lho. Keduanya beda pengertian.
Tolong camkan baik-baik. Aku tetaplah doyan gorengan. Yang nyaris tidak kulakukan lagi adalah membuat aneka gorengan sendiri. Kalau sedang mengidam the real gorengan, aku beli barang dua atau tiga potong. Jadi, tak perlu ikut pening mikirin kenaikan harga minyak goreng segala.
MORAL CERITA:
Hidup hanyalah tentang adaptasi untuk menyiasati kesulitan ataupun kondisi baru.
Sabtu, 30 Oktober 2021
Blog Menjaga Kewarasan dan Eksistensiku
HAI, Sobat PIKIRAN POSITIF. Kabar kalian bagaimana? Always keep positive 'kan? Alhamdulillah banget ya, kalau kita bisa selalu mengedepankan PIKIRAN POSITIF.
Percayalah. Ruwetnya dunia bakalan lebih mudah diurai deh, kalau kita tak tunduk pada pikiran negatif. Ini fakta dan riil. Tak sekadar teori ataupun rangkaian kata nan indah.
Alhamdulillah. Setelah melalui proses panjang dan tak mudah, aku berhasil menemukan kebenaran dari teori pikiran positif tersebut. Dalam arti, mampu betul-betul memahami apa yang dimaksudkan dengan pernyataan always keep positive.
Tentu aku bahagia karenanya. Itulah sebabnya kuabadikan PIKIRAN POSITIF sebagai nama blog pribadi. Asal tahu saja. Sebelum mempergunakan nama PIKIRAN POSITIF, blog ini sempat dua kali berganti nama.
The Magic of Positive Thinking, Ngeblog Bikin Waras
Waktu kemudian membuktikan bahwa keputusanku tepat. Rupanya dengan memberikan nama PIKIRAN POSITIF, aku ibarat merapal mantra-mantra demi mengundang hal-hal positif bagi blogku. Tentu tak termasuk positif covid-19 lho, ya.
Demikianlah adanya. Nama PIKIRAN POSITIF memang mendatangkan banyak kebaikan, baik bagi blog maupun bagiku selaku pemilik sekaligus pengelolanya.
Tentu kebaikan-kebaikan itu datang dalam aneka rupa bentuk. Ada yang bersifat materiil. Ada pula yang immateriil.
Salah satu di antaranya membuatku senantiasa ingat bahwa mengedepankan pikiran positif jatuhnya lebih menguntungkan daripada suuzon (mengedepankan pikiran negatif).
Kiranya poin ini merupakan poin paling penting. Apa alasannya? Sebab secara signifikan telah mengubah caraku menjalani hari-hari.
Dengan terbiasa berpikiran positif, minimal diri ini sanggup bersikap "lebih santai" meskipun sedang menghadapi kondisi yang buruk. Tentu kondisi demikian terasa membahagiakan sehingga aku ingin membagikannya kepada khalayak. Tujuannya agar makin banyak orang yang merasakan magic dari kebiasaan berpikir positif.
Sudah pasti blog PIKIRAN POSITIF-lah yang menjadi saranaku berbagi. Silakan cek tulisan-tulisan yang tayang di blog ini. Insyaallah tak ada yang mengandung ajakan untuk suuzon.
Alhamdulillah di kemudian hari, aku bahkan berhasil menerbitkan buku-buku bertema pikiran positif (dengan nama pena Octavia Pramono). Tentu idenya lahir berdasarkan pengalaman pribadi.
| Karyaku dengan nama pena (Dokpri) |
Sungguh. Blog PIKIRAN POSITIF ini telah menjadi semacam pengendali sikap dan perasaanku. Membuatku waras. Bikin mentalku lebih sehat. Plus sebagai cambuk untuk selalu memandang segala hal dari sudut pandang positif.
Alhasil, aku merasa berada di dalam lingkaran setan kebaikan. Ah? Apa pula ini? Setan kok baik?
Entahlah apa istilah tepat untuk menyebutnya. Yang jelas, kebiasaan mengedepankan pikiran positif yang kemudian kumonumenkan menjadi nama blog, seolah-olah menjadi magic tersendiri bagiku. Termasuk sebagai magic yang bikin motivasi menulis, baik di blog maupun di media mana saja, terjaga.
Kemudian tatkala sedang merasa langit menghimpit bumi menjepit, kubaca lagi tulisan-tulisanku yang berisi ajakan untuk berpikir positif. Kembali kuserap motivasi-motivasi yang terkandung di dalamnya.
Iya. Tulisan-tulisan itu gantian berperan sebagai pengingat bagiku. Pengingat sekaligus penguat dan penjaga agar diriku always keep positive.
Ada cerita "lucu" terkait nama PIKIRAN POSITIF yang tersemat pada blog ini. Begini. Dari semua problema kesehatan fisik yang mendera, gigi adalah problema utamaku.
Ngilunya kalau kambuh jelas bikin nyala motivasi meredup. Sementara bentuk dan tingkat kerapian gigiku, walaupun tidak sedang ngilu, juga berpotensi bikin over thinking.
Naaah. Ketika pikiran positifku sedang keluyuran entah ke mana, lalu kuteringat ketidakelokan bentuk gigiku, di situlah aku tergelincir. Tanpa sadar di depan cermin berkeluh kesah perihal gigi ....
Lalu si bocah kesayanganku yang ternyata diam-diam mengamati, spontan berkomentar, "Ckckck! Nama blognya aja PIKIRAN POSITIF. Kok orangnya malahan ngeluuuh terus. Kerjaannya over thinking melulu."
Hahaha! Spontan aku ngakak so hard mendengar celetukan tersebut. Merasa geli, malu, plus bersyukur sebab secara gokil diingatkan oleh anak.
Ngeblog Membuatku Eksis sehingga Mudah Ditemukan
Blog PIKIRAN POSITIF ternyata memperkuat eksistensiku juga. Terkhusus eksistensi di dunia maya. Kalau eksistensiku di dunia nyata sih, memprihatinkan. Kukira hanya pak pos dan para kurir ekspedisi yang mau repot mencari-cariku di dunia nyata. Hehehe ....
Maklumlah. Aktivitas ngeblog berikut turunannya 'kan memang berada di dunia maya. Turunan yang kumaksudkan adalah aneka platform medsos yang biasa dipakai untuk campaign. Yang sering dimanfaatkan untuk mendukung promosi tulisan di blog.
Dengan demikian, jejak digitalku banyak. Sangat mudah kalau hendak menyelidikiku. Tinggal ketikkan nama asliku atau nama penaku di kolom pencarian Google. Pasti bakalan keluar sederet informasi dan foto terkait diriku.
Naaah. Rupanya itulah yang dilakukan oleh dua kawan SMP-ku, tetapi dalam masa yang berlainan.
Ceritanya, sudah puluhan tahun kami tak saling jumpa selepas lulus SMP. Eh? Tiba-tiba mereka mengirimkan permintaan pertemanan di FB. Sungguh kejutan yang menyenangkan.
Terlebih saat kutahu bahwa mereka sukses melacak keberadaanku dari blog PIKIRAN POSITIF ini. Wow! Kejutan menyenangkannya terasa kian menyenangkan.
"Mulanya iseng kuketik nama lengkapmu. Pesimis juga, sih. Khawatirnya kamu pakai nama alias. Ternyata malah muncul alamat blogmu. Kebetulan kok nemu juga tulisan tentang pengalamanmu aktif di majalah dinding sekolah. Ditambah melihat fotomu, yang ternyata wajahmu tak jauh berubah."
Demikian tutur salah satu dari mereka, saat kutanyakan kronologinya bisa menemukanku di FB. Wow! Blog PIKIRAN POSITIF-ku faedahnya dahsyat juga, ya?
Aku bersyukur selama ini konsisten menulis dengan santun sehingga tak bikin gerah pembaca. Bisa-bisa kawan-kawan lama urung menyapa bila belum-belum sudah jengah membaca tulisanku.
Aku pun memperkuat tekad untuk ngeblog dan main medsos lainnya secara sehat. Tak perlu mengejar viral dengan cara aneh-aneh. Lagi pula, aku amat meyakini bahwa tiap tulisan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.
Pintu Gerbang Menuju Aneka Pengalaman
Blog PIKIRAN POSITIF telah menjadi salah satu sumber rezekiku, baik rezeki yang bersifat materiil maupun nonmateriil. Kuantitasnya secara materi memang belum banyak. Sesuai dengan kapasitasku lah yaaa.*Tutup muka rapat-rapat.*
Akan tetapi, sejauh ini blog PIKIRAN POSITIF telah membuatku merasakan aneka rupa pengalaman. Terlebih saat pandemi belum ada. Lumayan kerap diri ini terangkut untuk hadir di suatu acara sebagai blogger.
Otomatis dalam forum-forum serupa itu, sekaligus menjadi ajang kopdaran sesama blogger. Temu kangen. Foto bersama. Kalau yang belum kenal bisa saling kenalan.
Lebih dari itu, yang paling mengesankan tentulah memfoto dan berfoto bersama dengan tokoh. Kalau tokohnya idola kita, pastilah kita akan berjuang untuk bisa berfoto bersamanya. Kalaupun tidak, kita tentu akan memfotonya demi kepentingan dokumentasi. Iya 'kan?
| Acara bersama Kominfo dan Gus Mul (Dokpri) |
Seru 'kan? Bisa menambah pengalaman, teman, sekaligus goodie bag seisinya plus kadangkala uang jajan atau voucher belanja. Hahaha!
Begitulah adanya. Setelah kurenungkan dan kudata mug-mug di rak dapur, tersadarlah diri ini bahwa blog PIKIRAN POSITIF-ku memang "sesuatu". Penampakannya sederhana, tetapi telah menjadi pintu gerbang bagiku untuk menikmati rupa-rupa pengalaman.
Kok pakai menyebut mug-mug di rak dapur? Apa korelasinya? Yaelah. 'Kan benda-benda itu berlabel acara-acara yang pernah kuhadiri sebagai blogger? Jadi, dapat dikatakan bahwa mug-mug tersebut merupakan saksi perjalanan kebloggeranku.
Namun, jangan salah sangka. Tidak semua acara memberikan benefit berupa mug. Ada pula yang berupa benda-benda lain, kok. Misalnya tumbler keren seperti yang tampak pada foto berikut.
| (Dokpri) |
***
Demikian curhatan panjangku tentang aku dan blog. Semoga ada manfaatnya bagi pembaca sekalian. O, ya. Aku juga merintis satu blog lainnya dengan niche buku. Silakan berkunjung saja ke Rak Buku Tinbe.
Hmm. Jikalau kalian masih ragu dengan the magic of positive thinking, silakan segera praktikkan dan selanjutnya telitilah. Teliti dan rasakan daya magis dari PIKIRAN POSITIF itu. Nyata adanya atau sekadar hoaks? Hehehe ....
MORAL CERITA:
Cintailah blogmu dengan sepenuh cinta!
Sabtu, 25 September 2021
Vitamin D dan Hobi PPJ-ku
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga sedang sehat jiwa raga. Eh, sudah mandi sinar matahari? Sip, deh. Pokoknya jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, ya. Tentu dengan tanpa menafikan pemenuhan akan kebutuhan vitamin yang lainnya.
Lalu, ada apa dengan vitamin D dan hobi PPJ (Pura Pura Joging)-ku? Hmm. Ada apa, ya? Muehehehe .... Pastilah ada kaitan eratnya. Sebab melalui PPJ yang dimulai kurang lebih pukul 6 hingga 10 pagi, tubuh ini bisa terguyur sinar matahari dengan leluasa. Yang berarti mendapatkan asupan vitamin D secara alami.
Sobat PIKIRAN POSITIF pasti mafhum bahwa anjuran untuk berjemur di pagi hari menjadi populer selama Covid-19 merajalela. Dipercaya bisa membantu membunuh (minimal menjauhkan) si coronavirus.
Namun sesungguhnya, jauh sebelum pandemi terjadi, telah banyak orang yang memanfaatkan sinar matahari pagi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Bahkan, orang yang sedang batuk acap kali menghangatkan diri dengan sinar matahari demi meredakan batuk.
Iya. Tak dapat disangkal bahwa sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D memang berfaedah bagi tubuh. Oleh sebab itu, kita mesti bersyukur karena Indonesia dilimpahi sinar matahari. Jadi, kita punya akses gratis dan mudah terhadap sumber vitamin D alami. Ini istimewa mengingat bahwa tak semua negara punya privilige serupa.
Akan tetapi, sayang sekali tidak semua orang Indonesia bisa mengambil manfaat penuh dari privilige tersebut. Penyebabnya berbeda-beda.
Ada yang harus pergi Subuh sebelum matahari terbit, kemudian pulangnya saat matahari sudah terbenam di ufuk barat. Adapun dalam kurun waktu di antara itu, ia berada di dalam ruangan terus-menerus. Otomatis sangat minimal kemungkinannya untuk mendapatkan vitamin sinar matahari.
Ada pula yang bernasib sepertiku. Gara-gara bertempat tinggal di perkampungan padat penduduk di dekat pusat kota, sinar matahari pun tak leluasa diakses dari sekitaran rumah. 'Kan sinar mataharinya terhalangi bangunan-bangunan tinggi?
Jadi, anjuran rajin berjemur selama pandemi pun terasa sulit dilaksanakan. Jika orang lain tinggal nongkrong di luar rumah untuk mandi matahari, orang sepertiku ya mesti kreatif untuk mencari lokasi mandi matahari.
Alhasil, lahirlah ide PPJ. Pura Pura Joging. Bukan joging beneran sebab hanya berjalan kaki di sepanjang jalanan kota sembari motret-motret. Tidak pernah berlari ataupun sekadar lari di tempat. Yang terpenting bisa mendapatkan vitamin D alami.
Sebenarnya sih, bisa-bisa saja mandi matahari dengan cara duduk diam di tepi alun-alun utara. Sembari merenungi pagar tinggi yang mengitarinya. Namun, pastilah cara serupa itu amat membosankan. Lebih seru kalau PPJ sekalian.
Mungkin di antara kalian pernah bertanya-tanya. Benarkah kandungan vitamin D dalam sinar matahari dapat membunuh coronavirus? Begini penjelasannya. Karena vitamin D berfungsi pula untuk meningkatkan daya tahan tubuh, insyaallah kondisi kesehatan menjadi prima. Imunitas tubuh meningkat sehingga berpotensi mengalahkan si coronavirus.
Tentu saja kebiasaan berjemur wajib dilengkapi dengan konsumsi makanan sehat. Dalam hal ini, makanan yang mengandung vitamin D. Di antaranya kuning telur, daging, jamur, ikan, susu, dan yogurt.
Karena tidak mungkin melakukan PPJ tiap hari, tentunya asupan vitamin D-ku masih kurang kalau sekadar mengandalkan sinar matahari. Untung saja ada suplemen kesehatan yang bisa membantu memenuhi asupan vitamin D.
Yup! Seorang teman merekomendasikan D3 1000 untuk melengkapi upaya sehatku. Tersedia di toko online vitamin sehingga praktis banget kalau hendak membelinya.










