Sabtu, 02 Januari 2021

2020 Tak Kelam, 2021 Semoga Cetar

APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? 

Aku harap kalian semua sehat wal afiat. Senantiasa berbahagia dan bergembira. Tentu plus setia berpikiran positif. 

Eeee .... 

Tahu-tahu sudah memasuki lembaran kedua tahun 2021, ya? Nanti tahu-tahu lagi sudah masuk Februari, lalu pandemi eee, bukaaan. 

Januari, Februari, pandemi, Desember, 2021 .... 

Ah, itu 'kan terjadi setahun silam. Meskipun varian baru covid-19 mulai eksis, semoga kita umat manusia sudah sanggup baik-baik saja menghadapinya. Jadi, tak perlu mengulangi siklus tersebut.

O, ya. Dalam rangka perpindahan tahun tempo hari, rata-rata orang kubaca menulis bahwa 2020 adalah tahun yang kelam. Aih! Benarkah? Kalau soal kelam sih, bagiku tiap tahun terasa kelam. Kelam ... aan menunggumuuu. 

Begini, begini. Aku kok merasa kurang setuju kalau 2020 dikatakan sebagai tahun kekelaman. Memang sih, banyak orang terdampak pandemi di segala lini kehidupan. Aku pun terdampak. Apalagi aku ini seorang pekerja lepas di bidang perbukuan. Otomatis secara ekonomi ya ikut oleng. 

Lalu, apa alasanku kurang setuju kalau 2020 disebut tahun kekelaman? Lha wong finansialku terganggu juga gitu, kok. Hmm. Sebab kenyataannya, hidup bukanlah melulu tentang materi alias duit.

Maka ketimbang menyesali dan merutuki keadaan, kupikir akan lebih baik jika aku berpikiran positif. Fokus pada hal-hal baik saja. Demi menjaga imunitas. 

Pada awal pandemi aku menyibukkan diri dengan membacai buku-buku yang memang telah antre untuk dibaca. Lalu, lebih rajin menengok blog dan akun Kompasiana. Ini malah menjadi berkah tersendiri 'kan?

Selain itu, tak disangka-sangka keponakan menghubungi untuk minta tolong promosiin produknya. Yang kalian pernah lihat penampakannya di beberapa postingan sebelum ini. O la la! Tanpa sengaja, permintaan tolong itu malah membuatku jadi seorang reseller. Belajar jualan.     

Yang tak disangka-sangka lagi, aku kemudian berkesempatan bantuin negara dengan cara menjadi editor di bawah koordinasi Pusmenjar Kemendikbud. Kerennya, pekerjaan dilakukan dengan aplikasi Figma. Buatku yang rada gaptek, bisa mengoperasikan Figma (walaupun kurang mahir) adalah sesuatu yang keren. Hahaha!

Serunya, pekerjaan dilakukan dengan tim yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Maka aku rutin menjadi jamaah al Zoomiyah, dong. Padahal, semula tak paham sama sekali dengan zoom meeting. Kalau tak ada pandemi, entah kapan aku bakalan akrab dengan Figma dan Zoom.  

Alhasil, berbulan-bulan aku fokus dengan naskah. Hingga pas pergantian tahun pun kami, aku dan tim, begadangan demi bisa mengunggah hasil kerja kami tepat waktu. Pas tahun 2021 tiba. 

Alhamdulillah. Walaupun nanti mungkin masih perlu disempurnakan, kalian dapat melihatnya di sini. Silakan tengok, ya. Terkhusus bagi yang punya anak, adik, atau keponakan berusia SD. 

Demikian sekelumit kisahku tentang 2020. Bagaimana dengan cerita kalian? Kutunggu di kolom komentar, ya.

 

MORAL CERITA: 

Di balik musibah yang kita sangka berisi keburukan melulu, tetap ada sisi baiknya.

 

 

52 komentar:

  1. Selamat tahun baru, Mbak. Mantap. Tahun 2020 berlalu, proyek menulisnya selesai. Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Mbak. Salam kenal balik. Terima kasih telah berkunjung.

      Salam hangat dari seputaran Titik Nol Jogja.

      Hapus
  2. Oh mbak purwatini ini seorang pekerja lepas di bidang perbukuan ya, itu kerjanya seperti apa mbak, penasaran saja sih.

    Tahun 2020 lalu memang ada sisi positif dan negatifnya, positif nya aku lebih banyak waktu dengan keluarga, sisi negatifnya ya pemasukan berkurang karena kena PHK.

    Tapi syukuri saja sih apa yang ada.😃😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku editor dan penulis (dengan nama pena), Mas. Laluuuuu, yo kadangkala jualan buku sekalian.

      Hapus
    2. Oh mba tina ini penulis buku juga. Apa karya karyanya yang ada di blog satunya tentang review buku.😃

      Hapus
    3. Iya, Mas, buku ringan aja kok, populer gitu. Namun, insyaallah tetap bermanfaat. Klo nulis gak bermanfaat ngeri juga. Semoga kita selalu terjaga untuk tak asal-asalan dalam menulis. Aamiin.

      BTW blogku satunya memang tentang review buku. Namun, ada pula satu dua tulisan yang bukan review. Lagi pula, yang ku review bukan buku karyaku, Mas, tetapi karya orang lain. Klo ngomongin buku sendiri, aku tidak dengan cara review.

      😊😀

      Hapus
    4. Syukuri apa yang ada
      Hidup adalah anugerah ~

      Hapus
    5. Nah, benar bangeeet. Apa kabarmu Mas Dodo?

      Hapus
  3. Yaa intinya jadikan tahun 2021 ini lebih baik dari tahun sebelumnya...Jika ada yang belum tercapai semoga tahun ini bisa terwujud.😊😊

    Dan semoga pula covid 19 segera berakhir dan musnah dari negri kita ini..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah adanya. Semoga segalanya jadi lebih baik.

      aamiiin. Semoga covid-19 tak lagi membelenggu kita.

      Hapus
  4. Iya menurutku juga gtu mbak, jangan menganggap tahun jelek karna tahun tidak salah hehe
    Aku juga alhamdulillah di tahun 2020 kemarin banyak pencapaian yang belum pernah aku cape di tahun sebelumnya, untuk pandemi aku sih biasa aja karna emang aku tahun sebelumnya juga dah biasa di rumah aja jadi ya gak kaget hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, selalu ada hal yang baik kok ya di sela-sela kesulitan. Klo kita mau berpikir positif, pastilah bakalan menemukannya.

      Soal pandemi yang bikin banyak orang mengeluh sebab mesti fi rumah saja, aku pun tak begitu terpengaruh sebab pada dasarnya, aku orang rumahan bangeeet.

      Hapus
  5. wah salut masih konsisten dengan pikuran posktif hingga mengahasilkan energi positif dan produktif dalam menulis juga membaca

    kalau aku...aku juga kangen membaca buku yang dah antre tapi plastiknya blom kubuka buka hehhe...jadi sementara nulis receh receh aja aku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahaha, ayo dibuka plastik bungkus bukunya, Mbak.

      BTW tulisanku juga receh kok, Mbak. Namun, ayo kita pede bahwa tulisan kita tetap ada faedahnya. Bisa menghibur dan bikin tertawa pembaca pun termasuk berfaedah. Apalagi klo kita menulis dg diniatkan lillahi ta'ala. Bismillah semoga ada manfaatnya.

      Semangaaat. Hehehe ....

      Hapus
  6. happy new year

    semoga tahun ini bisa lebih hebat lagi berkarya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Happy new year, too.

      Aamiin. Demikian pula denganmu ya, Mas, semoga makin keren dg berkarya.

      Hapus
  7. Udah kuintip tulisan 'disini' kerjaan tim editornya ya, kak ..
    Oh, seperti itu tampilannya.
    Bagus, loh.

    Selamat Tahun Baru 2021, ya.
    Semoga tahun ini benar-benar akan jadi momen bersejarah buat generasi puluhan tahun ke depan [Lah, kok 🤔 ?] kalau tahun 2021 akan jadi tahun 'Hari Kemenangan Vaksin' ....
    Alias tahun corona kalah sama vaksin 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Kak, makasiiih telah mengintip. Hehehe ....

      Selamat tahun baru 2021 juga, iyaa, semoga ini beneran jadi tahun kemenangan vaksin atas corona.

      Salam sehat, Kak.

      Hapus
    2. Salam sehat kembali, kak.

      Hapus
    3. #merdekabelajar #merdekadarikorona

      Hapus
  8. Selamat tahun baru 2021, 2020 sungguh penuh hikmah, sebenarnya setiap tahun memang penuh hikmah, tapi tahun kemaren sungguh luar biasa, dan masih menerus di tahun ini.

    Apapun itu, semoga tahun ini semua lebih membaik lagi, terutama diri kita semuanya, aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Semoga kita menjadi lebih baik dalam segala lini kehidupan ya, Mbak.


      Selamat tahun baru 2021 juga. Salam dari Jogja.

      Hapus
  9. Kebetulan banget sore ini ngobrol santai bareng istri. Ternyata banyak juga yang kami capai di tengah pandemi ini.

    Subhanallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Sebenarnya selalu ada Alhamdulillah klo kita bersedia menjernihkan hati dan pikiran. Mau bersyukur.

      Terima kasih telah berkunjung.

      Hapus
  10. iya benar, berpikir dan bertindak positif menguntungkan secara harfiah hihihi...ngomong apaan sih aku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha ...ngomong harfiah, Mbak. BTW makasih telah ninggalin jejak. Salam kenal.

      Hapus
  11. Thn 2020 kmrn emang tahun kekelaman yg super berat mbak, aku ga bisa memungkiri itu, tapi, ga semuanya buruk, aku dpt berkat yg luar biasa di 2020, aku bisa beli motor baru, bisa tinggal di apartemen, bisa renov rumah dan hal yg paling ga bisa dibeli dgn uang adalah aku dianugrahi anak yg udah lama dinantikan dan punya banyak waktu buat ngumpul sama keluarga hehehe.

    Tapi, semoga 2021 ini pandemi segera berakhir ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Mbak. Supaya kehidupan kita bisa bebas dari rasa cemas.

      Hapus
  12. Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap musibah ya mba? hehe
    Saya kok pengen ketawa ya pas bagian Kelam.......aannn menunggumu itu ya.... hahahahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahaha .... Silakan ketawa sepuasnya sekerasnya, Mas. bhahahahaha!

      Hapus
  13. Kalau menurut saya tahun 2020 ngga kelam cuma beda tipis sama tahun sebelumnya karena kerja lebih santai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bagi sebagian besar orang jadi santai. Namun bagiku, sejak Agustus bahkan hingga detik ini, ampuuuun kejar-kejaran sama Deadline. Namun, Alhamdulillah masih punya kerjaan.

      Hapus
  14. Bagiku tahun 2020 malah jadi berkat buat aku. Karena bisa ikutan kelas online makin ngurusin blog dan rajin ikut GA. Mba Tinbe juga persiapan bikin buku baru ya? 2021 launching kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak, Mbak. Aku 2020 sibuk mengeditori buku pelajaran kok, bukan sebahi penulis. Bahkan, hingga saat ini aku masih mengedit untuk sebuah buku pelajaran, untuk job lainnya. Yang job satunya sudah bisa diakses awal tahun tempo hari. Tuh silakan klik kata "di sini".

      Hapus
  15. Bener banget Mbaaaaak. Aku awalanya ngerasa 2020 kek akhir dunia. Susah buat optimis kalo keadaan akan membaik. Tapi berkat afirmasi positif dan support dari keluarga serta temen-temen, Alhamdulillah 2020 jadi tahun yang berkesan. Semoga 2021 bisa jadi tahun yang lebih berkesan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga demikian, ya. Pada 2021 semua kian membaik. Jangan lupa, betapa dahsyat sebuah afirmasi positif.

      Hapus
  16. "akaM ketimbang menyesali dan merutuki keadaan, kupikir akan lebih baik jika aku berpikiran positif. Fokus pada hal-hal baik saja. Demi menjaga imunitas." Wah mantap Mbak Tinbe.jadi ingat bukumu yang judulnya The Power of Bejo. Pikiran positif bisa membawa kebejoan dan keberuntungan lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe .... Semoga aku selalu dimampukan untuk berpikiran positif.Demikian pula dirimu.

      Hapus
  17. semoga tahun 2021 lebih baik ya mbaa

    BalasHapus
  18. setuju 2020 memang tidak semuanya buruk ko, saya pribadi banyak sisi positifnya di tahun 2020 ini dan semoga tahun 2021 semuanya kembali membaik dan normal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin. Semoga tahun ini semua sektor membaik.

      Hapus
  19. Setuju mbak, 2020 tetap ada sisi baiknya. Ya, mungkin 2020 banyak yang menyebut tahun kelam, tapi bagiku nggak sepenuhnya demikian karena ada begitu banyak nikmat yang bisa dirasakan dan juga pelajaran hidup yang bisa jadi renungan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Bila mau sedikit menundukkan ego, mau meluruskan pikiran, pastilah kita bakalan nemu sisi baik-sisi positif dari hal-hal kurang baik yang kita terima/hadapi.

      Hapus
  20. Balasan
    1. Happy new year, too. Hehehehe ... Apa kabar Malaysia?

      Hapus
  21. mbak dan keluarga sihat ke? maaf sudah lama tidak berkunjung ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah saya relatif sehat. Iya, tak apa-apa. Yag penting sekarang sudah singgah di sini lagi.

      Hapus
  22. stay safe and stay healthy ya kak :D

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template