Senin, 19 Februari 2024

Story of My Pemilu 2024

26 komentar
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian dalam kondisi hepi dan senantiasa diberkahi oleh-Nya SWT. Alhamdulillah ya, kita telah melewati Pemilu 2024.

Ayo, mengaku. Pada 14 Februari 2024 lalu, kalian ke TPS atau tidak? Yup. Ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Enggak lupa kalau pada tanggal itu ada pilpres sekaligus pileg 'kan? Enggak golput 'kan?

BTW aku bersyukur karena pada Pemilu 2024 ini batal golput. Walaupun sejujurnya, ketidakgolputanku tidak begitu organik. Maksudnya, aku tuh sesungguhnya berangkat ke TPS dengan terpaksa. Bukan demi tujuan mulia semacam menunaikan hak dan kewajiban sebagai WNI. Bukan atas nama kesadaran bahwa satu suaraku akan sangat bermanfaat, melainkan gara-gara ditelepon Pakdhe.

"Jadwal kita sampai setengah sepuluh.  Nomor urut kita kecil, lho! Cepat berangkat. Undanganmu kubawa sekalian. Kamu langsung nyusul ke TPS saja. Cepat! TPS-nya di sebelah angkringan Pak Bambang."

"Lebih dari setengah sepuluh masih boleh kok, Pakdhe. Batas terakhirnya pukul satu nanti. Penjadwalan itu agar enggak numpuk saja antreannya," kataku.

"Enggak, enggak. Cepat, cepat. Segera ke sini saja kamu. Jangan bikin repot petugas!"

Singkat cerita, setelah gedubrakan mempersiapkan diri sehabis ditelepon Pakdhe, aku dan Adiba tiba di TPS dengan ngos-ngosan. Gimana enggak gedubrakan? Ditelepon sekitar setengah sembilan dan kami masih rebahan. Masih malas-malasan buat mandi. Haha!

Syukurlah saat turun dari angkutan daring, tanda waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh kurang tiga menit. Paaas banget. Syukurlah pula TPS-nya di tepi jalan. Begitu keluar mobil bisa langsung masuk barisan antrean. Nah, sembari antre itulah mata kami bergerilya mencari Pakdhe sekeluarga.

Yoiii. Aku batal golput sebab sungkan. Alamat KK dan KTP-ku 'kan numpang di tempat Pakdhe. Jadi, namaku tercantum di DPT situ. Bukan di tempatku berdomisili.

Sudah pasti ada jarak lumayan yang mesti ditempuh untuk sampai ke TPS. Butuh tenaga dan uang. Plus semangat (atau rasa sungkan yang besar hihi ...).

Dari tempatku berdomisili ke TPS memang cuma sekitar 2 km. Akan tetapi, itu jarak nanggung. Ditempuh dengan berjalan kaki bikin lelah dan berpotensi kepanasan/kehujanan. Ditempuh dengan kendaraan pribadi, enggak punya. Solusi terjitu ya naik angkutan daring.

Namun, masa tunggu orderan angkutan daring saat pemilu selalu lama. Jauh lebih lama daripada hari-hari biasa. Jauh lebih lama menunggu driver tiba daripada durasi naik angkutannya.

Maklumlah. Para driver, baik untuk sepeda motor maupun mobil, juga berpartisipasi dalam pemilu serentak 2024. Jadi, ada yang ke TPS dulu sebelum narik. Ada pula yang malah enggak narik sebab pulang kampung untuk mencoblos di sana.

Ah, kereeen mereka. Pulkam demi mensukseskan Pemilu 2024! Mereka luar biasa. Eee? Aku dan Adiba yang batal golput juga keren, dong. Kalau kalian gimana? Keren jugakah dengan tidak golput?



Minggu, 11 Februari 2024

Baliho Pilpres Pileg 2024

13 komentar
Baliho Pilpres Pileg 2024

APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Gimana, nih? Sudah siap menuju ke TPS pada 14 Februari nanti? Sudah punya pilihan untuk pilpres dan pileg 2024 'kan? Jika belum, masih ada waktu sedikit hari untuk berpikir. Go go go!

Oke. Tentu saja aku tidak akan menulis tentang politik walaupun paragraf pembuka tulisan ini mengandung ajakan ke TPS. Siapalah aku ini? Bukan politikus. Bukan pula pengamat politik. Takut ngawur kalau ikut-ikutan membahas dunia perpolitikan yang panas bin ganas. Haha!

Sesuai dengan judul di atas, tulisan ini hanya menyoal baliho yang banyak bertebaran selama masa kampanye pilpres pileg 2024. Sekali lagi, selama masa kampanye. Oke? Jadi saat kalian membaca tulisan ini, mestinya sudah tak ada lagi baliho pemilu yang bertebaran.

Kalau di tempat kalian ternyata baliho-baliho masih eksis, ayo copot saja. Kalau lebar bisa dimanfaatkan sebagai tikar, lho. Yang kecil-kecil bisa dikumpulkan, lalu diloakkan. Lumayan 'kan?

Kalau dipikir-pikir di era serba digital begini, mestinya baliho jalanan yang berpotensi menjadi sampah diminimalkan jumlahnya. Mestinya cuma di daerah-daerah pelosok saja dipasangnya. Terkhusus yang sinyal internetnya kerap angin-anginan.

Iya. Sudah tiba masanya kita beralih ke baliho digital. Kupikir-pikir, durasi kampanye di dunia maya saat ini sudah memadailah. Dengan demikian, jumlah baliho pilpres pileg jalanan sudah saatnya dikurangi.

Ayolah beralih ke model kampanye dan baliho yang lebih ramah lingkungan alias tidak menimbulkan sampah. Setuju 'kan?

Baik. Untuk mengakhiri tulisan ini, kutampilkan deretan foto baliho pemilu 2024. Silakan cermati satu demi satu. Siapa tahu ada salah satu caleg yang kalian kenal?

Minggu, 21 Januari 2024

Mural Art di Yogyakarta (4)

32 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Kali ini aku hendak kembali bercerita tentang mural art di Yogyakarta. O la la! Secinta itu lho, aku terhadap mural.



Silakan baca juga: Mural Art di Yogyakarta 

Gimana enggak cinta, kalau sampai 4 kali aku menuliskannya? Bahkan sangat mungkin, kelak aku akan menulis tentang mural art di Yogyakarta lagi. Serius.

Namun, tak usah khawatir. Insyaallah tak akan pernah membosankan kok, kalau ngomongin mural art di Yogyakarta. Apa alasannya? Sebab sejauh pencermatanku, tema mural di suatu tempat bisa berganti dalam satu periode tertentu.

Jadi andai kata hari ini kita berfoto di dekat mural A, bisa jadi tahun depannya di situ sudah menjadi mural B. Sudah ganti lukisan. Oleh sebab itu, memang butuh dicekrek berkali-kali untuk dokumentasi dan tabungan narsis. Haha!

Yoiii. Terlepas dari beberapa kekurangannya, Kota Yogyakarta memang istimewa. Tak mengherankan jika banyak yang merindukannya. Adapun mural-muralnya, tentu saja menjadi salah satu partikel yang membangkitkan kerinduan itu.

Baiklah. Berhubung tulisan ini tentang mural art di Yogyakarta, silakan langsung nikmati saja beberapa penampakannya berikut.


Bagaimana menurut kalian? Mural art di Yogyakarta memang keren 'kan? Keberadaannya bikin suasana kota kian menarik. Menceriakan dan memperindah tembok-tembok yang lumutan bin kusam. Bukankah ketimbang dibiarkan kusam atau dinodai vandalisme, lebih baik dihiasi mural?

Nah. Kalau di kota kalian ada banyak mural atau tidak? Ayolah, kisahkan di kolom komentar. Kutunggu, ya.



Minggu, 14 Januari 2024

Prestasi Menulisku Selama 2023

32 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian baik-baik saja. Tidak ada yang terkena banjir, tanah longsor, gempa, angin ribut, ataupun musibah lainnya. Sebagaimana yang belakangan kuketahui dari berita-berita di media massa.

BTW tulisan ini ada benang merahnya dengan tulisan terdahulu yang berjudul "Gembira Memulai 2024". Idenya terpantik oleh ingatan kepada sebuah antologi, sebuah BTU (Buku Teks Utama) yang direvisi, dan dua naskah buku yang siap diterbitkan. Yang tentunya melibatkan diriku, baik selaku penulis/kontributor maupun editor.

Yup! Pada intinya tulisan ini merupakan rangkuman prestasiku di dunia kepenulisan, terkhusus bidang perbukuan. Yang sesungguhnya mungkin tak perlu dianggap sebagai prestasi.

Gimana, ya? Keseharianku memang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis beserta kerja pengeditannya. Jadi kalau ada berhasil-berhasilnya, itu bukan prestasi melainkan kewajaran.

Iya. Kuanggap itu sebuah kewajaran belaka. Mengapa? Sebab dengan nekad, aku telah meneguhkan hati untuk menjadi seorang pekerja lepas di dunia tulis-menulis. Jadi, pencapaian dalam menulis atau mengedit is a must.

Malah sebenarnya keterlaluan kalau sampai aku tak mampu mencapai apa-apa di situ. Walaupun ironisnya, justru aku sering berada di posisi keterlaluan itu. Apa boleh buat? Namanya juga diriku. Muehehe ...

Namun, syukurlah pada tahun 2023 lalu prestasiku di dunia sunyi itu masih terbilang lumayan. Daripada tak ada sama sekali, Alhamdulillah ada satu antologi yang kuhasilkan. Antologi itu berjudul Senjakala Radio.



Selanjutnya, pada tahun 2023 aku kembali dipanggil oleh Pusbuk Kemendikbudristek. Dua kali malahan. Yang pertama untuk menjadi editor bahasa, dalam pengolahan BTU sebuah mapel. Mungkin pada Tahun Ajaran Baru 2024/2025 nanti sudah dipergunakan di sekolah-sekolah.

Yang kedua untuk menjadi editor bahasa, dalam revisi BTU sebuah mapel yang lain. BTU yang ini telah dipakai di sekolah-sekolah, tetapi pada tahun 2023 direvisi.

Yang terakhir, pada awal Januari 2023 aku sukses menyelesaikan sebuah naskah bernapaskan keagamaan Islam, yang merupakan pesanan dari sebuah penerbit. Judulnya "Kisah dan Kemuliaan Para Wanita Ahli Surga di Sekeliling Nabi".

Naskah tersebut dibeli putus oleh penerbitnya. Jadi, aku tidak bakalan menerima royaltinya. Bahkan, nama penulisnya pun bukan nama asliku. Kalau kalian penasaran, silakan cek di toko buku daring ataupun luring.

Gimana menurut kalian? Pencapaianku menyedihkan atau tidak? Kalau menurutku sih, lumayan. Namun, pada tahun 2024 ini aku akan berusaha memiliki prestasi tulis-menulis yang lebih banyak. Supaya ada peningkatan gitu, lho.

Nah! Jadi sudah jelas, ya. Kalau kalian butuh jasa untuk mengedit tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi, bisa hubungi aku. Tenang saja. Menghubungiku itu gampang, kok. Bisa melalui email agustinasoebachman@gmail.com atau DM sosmedku. #malahngiklan 😁

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template