Minggu, 09 Mei 2021

100 Mangkuk Bakso dari Qwords

0 komentar

 100 Mangkuk Bakso untuk Anak Yatim 

dari Qwords

Apa kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Masih bersemangat dalam menjalankan ibadah Ramadan 'kan? Semoga. Ayolah gaskeun sedikit lagi menuju Lebaran. Hehehe ....

Kali ini aku hendak bercerita tentang bukberku pada Selasa, 4 Mei 2021 lalu, bersama P. T. Qwords Company International.

Tertutup dan Sesuai Prokes Covid-19

Tatkala itu dengan mengusung tema “Ramadan Bermakna”, P. T. Qwords Company International menggelar acara “Berbagi Kebaikan Kepada Anak Yatim berupa 100 Mangkuk Bakso”.

Acara tersebut diadakan secara tertutup dan memenuhi prokes Covid-19. Bertempat di Kuliner Lor Tugu Yogyakarta. Mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai, kurang lebih pukul 19.00 WIB.

 

Mas Radit Vent dan Boneka Lola

 

Sudah pasti sembari menunggu saat berbuka tiba, ada beberapa pertunjukan untuk menghibur hadirin. Dua di antaranya adalah penampilan grup yang memainkan lagu-lagu Islami dan dongeng yang disampaikan oleh Mas Radit Vent bersama boneka Lola.

Acara buka bersama P. T. Qwords Company International ini dihadiri oleh awak media, komunitas blogger, dan klien. Hadir pula adik-adik dari Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah Jogja dan Panti Asuhan Khodijah Sinar Melati 23.

 

Santriwati

Santriwan

 

Tenang, namun penuh makna. Demikian kesan yang saya tangkap dari kegiatan CSR dan charity P. T. Qwords  Company International tersebut. Panitia pun terhitung sukses dalam menjaga jarak para peserta. 


Jaga jarak dulu


 

Menu Bukbernya

Sesuai dengan tajuknya, yaitu "100 Mangkuk Bakso untuk Anak Yatim", menu utama yang disantap para peserta adalah bakso. Para peserta pun boleh memilih variasi bakso sesuai selera masing-masing. Dalam hal ini P. T. Qwords  Company International menggandeng kedai Bakso Haji Akbar.


Bakso berurat keju pilihanku

 

Voucher yang bisa ditukar dengan bakso

 

Qwords Itu Apa?

Qwords adalah penyedia jasa Web Hosting, Domain, dan Server Indonesia yang sejak tahun 2019 berekspansi di Yogyakarta

Cloud Web Hosting Indonesia ini memberikan jasa pelayanan terbaik dengan harga murah. Iya. Salah satu keunggulan layanan Qwords memang akses yang cepat. Layanan support-nya pun 24/7. 

Bermula di Bandung (Juli 2005), Qwords di kemudian hari berkembang dengan pesat. Alhasil sejak November 2011, Qwords.com berada di bawah P. T. Qwords Company International. 

Saat ini P. T. Qwords telah memiliki banyak kantor perwakilan. Selain di Yogyakarta, ada pula kantor perwakilan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Untuk teman-teman di Yogyakarta yang membutuhkan layanan  terkait IT, web, hosting, dan sebagainya, bisa banget lho kalau ingin meminta bantuan Qwords.  Kontaknya sebagai berikut.


Qwords.com Web Hosting Indonesia 

Jl. Blotan no. 18 Kayen Wedomartani, 

Ngemplak, Sleman, Yogyakarta 55584 

Phone: 0804-1-808-888

 Email : info@Qwords.com 

Website: https://www.Qwords.com/



Jumat, 07 Mei 2021

Berzakat Online Melalui Sinergi Foundation

2 komentar

Dunia berubah cepat. Banyak hal yang sebelumnya tak terbayangkan bakalan dilakukan secara online, kini justru jamak dilakukan secara online. Kondisi demikian sebetulnya telah mulai berjalan sebelum pandemi Covid-19. Hanya saja, berjalannya relatif lamban. Orang-orang belum begitu melirik cara-cara online.

Akan tetapi, keadaan berubah cepat begitu negara api menyerang. Yup! Pandemi Covid-19 datang dan memunculkan banyak perubahan.

Dunia dan Akhirat dalam Genggaman

Mau tidak mau, seiring dengan anjuran Stay at Home dan Jaga Jarak, cara-cara online segera saja menjadi pilihan utama. Sebagai contoh, kalau dahulu untuk berbelanja harus keluar rumah, kini tinggal klak klik gadget sudah bisa memborong belanjaan segambreng.

Membayarnya pun tak perlu pakai uang tunai. Tak perlu pula pergi ke ATM untuk mentransfer pembayaran. Ada internet banking ‘kan?

Pendek kata, apa pun yang bisa dibikin online ya bakalan dibikin online. Mulai dari sekadar jajan hingga membayar pendaftaran sekolah, semua dilakukan secara online.

Demikianlah adanya. Cara-cara online di banyak bidang kehidupan adalah keniscayaan. Semangatnya adalah memudahkan. Membuat segalanya praktis dan efektif.

Kiranya hal demikian merupakan sesuatu yang wajar. Era 3.0 telah beralih ke era 4.0 dan tak lama lagi era 5.0 pun bersiap eksis. Siap tidak siap, mau tidak mau, kita yang hidup di zaman ini mesti menyesuaikan diri.

Jika merasa gaptek ya harus mau mengikis kegaptekannya itu. Sebab kalau tidak mau, pasti ke depannya akan repot sendiri. 

Alhasil, khalayak mulai membuka diri terhadap perubahan tersebut. Tidak bisa tidak, kegaptekan mesti dikikis jika ingin urusan-urusan hidup berjalan lebih praktis dan efektif. Kiranya itulah yang saya rasakan dan lakukan.

Singkat kata, dunia benar-benar dalam genggaman. Ketika lembaga-lembaga zakat mulai dapat diakses secara online, akhirat pun akhirnya ikut dalam genggaman. Keren banget ‘kan?

Terjaminkah Keamanannya?

Terdesak oleh kebutuhan dan keadaan, lama-kelamaan saya terbiasa untuk melakukan transaksi online. Termasuk dalam hal berdonasi dan bayar zakat/bersedekah.

Kalau ditanya, apa tidak khawatir kalau ternyata uang zakat itu diselewengkan? Transaksinya 'kan online? Kita tidak berhadapan langsung dengan petugas penerimanya. Bahkan, tidak tahu pasti di mana lokasi kantor yang mengurus dana atau zakat tersebut. Hanya tahu alamatnya.

Insyaallah saya percaya penuh kepada lembaga zakat tersebut. Sudah pasti saya percaya setelah mempelajari profilnya, ya. Bukan main percaya buta tanpa penelitian sebelumnya.

Teliti Dahulu Profilnya di Dunia Maya

Di era digital seperti sekarang, tak sulit untuk menyelidiki rekam jejak sebuah lembaga publik. Begitu pula sebaliknya, sebuah lembaga yang kredibel pastilah akan membuka informasi tentang dirinya sebanyak mungkin. Demi meraih kepercayaan publik.

Website dan akun medsosnya mudah diakses. Kalau butuh konfirmasi atau bertanya tentang apa pun, para petugasnya mudah dihubungi. Nomor kontak mereka aktif dan siap dihubungi. Terpampang nyata di website ataupun akun medsosnya. 


Penampakan akun IG SF


Penampakan FanPage SF

 

Salah satu lembaga zakat yang kredibel seperti itu adalah Sinergi Foundation. Sinergi Foundation (SF) adalah lembaga independen milik publik yang concern mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi Sosial-Pemberdayaan berbasis Wakaf Produktif dan ZIS (Zakat, Infaq- Sedekah).

Kantor SF berada di Bandung. Tepatnya beralamat di Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki) No. 143 Bandung 40173. Alamat ini saya ketahui dari website resmi SF. Bahkan, di situ dilengkapi dengan peta segala. 

Alamat dan Peta Kantor SF

 

Walaupun belum pernah berkunjung ke sana secara langsung, saya percaya penuh dengan keakuratannya. Silakan tengok-tengoklah ke sinergifoundation.org dan cermati menu-menunya. Insyaallah kalian bakalan setuju kalau SF memang layak dipercaya.

Sinergi Foundation Sangat Memudahkan Para Pembayar Zakat Online

Setelah mencermati website SF saya berkesimpulan bahwa website SF amat ramah terhadap penggunanya. Termasuk terhadap pengguna yang rada gaptek. Perintah-perintahnya jelas dan simpel.

Misalnya kita butuh layanan konsultasi zakat, ya tinggal klik menu layanan konsultasi zakat. Kalau mau bayar zakat online, ya tinggal cari menu yang sesuai. Kalau hendak konfirmasi seusai transfer zakat, ya tinggal cari menu konfirmasi. Dan sebagainya.

Pokoknya mudah sekali dan yang pasti, kita tak perlu repot-repot menyediakan uang tunai untuk berzakat. Tinggal transfer, konfirmasi, beres. 

Yang menakjubkan, bisa juga lho bayar zakat pakai Gopay. Sebagai pengguna Gopay. Saya merasa wow bangeeet. Hehehe …. Ternyata ya? Bayar zakat online dapat semudah itu melalui Sinergi Foundation.  

Demikian secuil pengetahuan saya tentang menunaikan zakat online melalui Sinergi Foundation. Semoga berfaedah dan menginspirasi serta dapat membantu menepis keraguan kalian untuk berzakat/berdonasi secara online.

 

Akun medsos SF:

IG @sinergiid
FB SinergiID
YT sinergifoundationID
TikTok @sinergiid
Twitter sinergiid

 





Kamis, 06 Mei 2021

SMA PINTAR LAZUARDI

0 komentar

SMA PINTAR LAZUARDI

Blended Learning High Scool

Pada tanggal 1 Mei 2021 lalu saya berkesempatan mengikuti Virtual Open House dan Webinar PARENTS & SQUAD Menjadi Tim Solid, Gapai Cita. Penyelenggaranya SMA Pintar Lazuardi, Blended Learning High School. 

Webinar yang mengambil tema "Sekolah yang Membahagiakan" itu menghadirkan Dr. Haidar Bagir (Pembina SMA Pintar Lazuardi) sebagai keynote speaker. Hadir pula Bapak Setiyo Iswoyo (Direktur SMA Pintar Lazuardi) dan Ibu Sonya Sinyanyuri (Kepala SMA Pintar Lazuardi). 

Ngomong-ngomong, apa yang dimaksud dengan SMA Pintar? Mengapa mesti ada embel-embel pintar dalam penamaan SMA Pintar Lazuardi? 

Mari simak penjelasan berikut. 

PINTAR adalah kependekan dari Pedagogical Intelligence Architecture. PINTAR ini merupakan sebuah strategi pedagogi (pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System (LMS) online, yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process. 

LMS yang diberi nama PINTAR ini tidak sebatas platform belajar online, tetapi merupakan aplikasi belajar online yang tetap memperhatikan esensi pembelajaran, yaitu keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran, juga interaksi antara peserta didik dengan guru.

LMS SMA Pintar Lazuardi dilengkapi dengan fitur-fitur yang memungkinkan peserta didik belajar mandiri dan terpantau aktivitasnya. Aplikasi canggih ini dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Bahkan, orang tua juga dilibatkan untuk bersama-sama guru memantau dan memberikan dukungan kepada putra-putri tercinta. 

Lalu, apa pula yang dimaksud dengan blended learning? 


Begini penjelasannya. Blended learning berarti penggabungan antara kegiatan tatap muka dengan pengajaran online.

Istimewanya, pembelajaran online di SMA Pintar Lazuardi-Blended Learning High School porsinya jauh lebih besar daripada tatap muka offline. Perbandingannya 80% - 20%. 

Wah, asyik sekali pengajaran online sebesar itu persentase durasinya. Benar-benar kekinian sekaligus menuntut kedisiplinan yang tinggi.  

O, ya. Kalau dalam hitungan hari, kegiatan tatap muka dilakukan seminggu sekali. Bertempat di sekolah home based.

Data Sekolah Home Based

Di bawah ini adalah sekolah home based SMA Pintar Lazuardi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 

- SMA Lazuardi Global Compassionate School (GCS) Depok

- SMA Lazuardi Ideal GCS Purwakarta

- SMA Lazuardi Kamila GCS Solo

SMA Lazuardi Haura GCS Lampung

 - SMA Lazuardi Athaillah GCS Makassar

- SMA Hellomotion Tangerang Selatan

Untuk peserta didik yang berada di wilayah yang belum ada sekolah home based-nya, kegiatan tatap muka digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.

Adapun kegiatan tatap muka difokuskan untuk:

  • pembentukan karakter;
  • pengembangan keterampilan sosial;
  • coaching tentang karir;
  • kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online.


Bagaimana dengan Kurikulumnya?

Kurikulum di SMA Lazuardi mengacu pada kurikulum nasional yang sedang berlaku, diperkaya dengan konten kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian. 

Apa Visinya?

Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan welas asih dan kebahagiaan spiritual.

Apa Misinya? 

Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.


 

Kapan SMA Pintar Lazuardi-Blended Learning High School lahir?

SMA Pintar Lazuardi-Blended Learning High School mulai beroperasi sejak tahun ajaran 2021-2022, sebagai pengembangan dari sekolah Lazuardi Group. Tentu untuk merespons situasi dan kondisi terkini. Sesuai dengan zamannya.

Bapak Setiyo Iswoyo menyampaikan bahwa proses belajar di SMA Pintar Lazuardi menggunakan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan masa depan, untuk mendampingi putra-putri dalam menggapai cita-cita. 

Sekolah online, khususnya untuk universitas dan SMA, tampaknya akan menjadi tren sekolah alternatif yang tak terhindarkan. 

Sekolah Lazuardi pun konsisten akan ikut serta memberikan kontribusi pada sistem pendidikan di negeri kita, dengan menyelenggarakan SMA Blended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum. 

Caranya dengan menambahkan aktivitas hands on mandiri peserta didik lewat project based learning. Juga dukungan Learning Management System (LMS) yang diberi nama Pintar.  

***

Nah, bagaimana? Asyik 'kan sistem belajar di SMA Pintar Lazuardi? Tak perlu tiap hari berangkat ke sekolah, lho. 

Yang penting belajar tuntas, berdisiplin dengan waktu,  dan selalu kelarin tugas-tugas tanpa tekanan/paksaan. Pokoknya merdeka belajar, bahagia belajar.

Tertarik untuk menyekolahkan ananda di SMA Pintar Lazuardi? 

Jika ingin tahu informasi lebih lanjut, silakan kepoin saja akun medsosnya. 

IG: @smapintarlazuardi 

FB: SMA Pintar Lazuardi

YouTube: SMA Pintar Lazuardi 

Website  https://smapintarlazuardi.id/

Kontak WA: 0811-1683-442

 


Sabtu, 24 April 2021

Ambil-Makan-Habiskan = KEREN

34 komentar

Sumber Gambar: https://bandungfoodsmartcity.org/

 

Alkisah .... 

Fragmen 1 - Saat Jajan di Mal 

"Lho? Makannya sudah? Itu masih ada dua pangsitnya," kata saya seraya menunjuk piring dengan dagu.

"Sudah kenyang," sahut Winda. 

"Lah? Itu juga masih ada satu pastel."

"Biarin ajalah. Perutku gak bisa dipaksa. Nih. Minuman yang ini saja enggak sanggup menghabiskannya," sahut Winda lagi. 

"Kamu kebanyakan sih, ordernya. Camilannya sudah kelebihan. Eh, minumannya juga dua gelas. Akhirnya enggak habis toh?" 

Lagi-lagi saya terpaksa menegur terkait kebiasaannya menyisakan makanan. Lagi-lagi pula saya terpaksa buang gengsi untuk memunguti semua yang tersisa, lalu saya bungkus tisu untuk dibawa pulang.   

Fragmen 2 - Lik Dal Membuang Bestik Daging Sapi

Dua hari setelah Hari Raya Idul Qurban, sore yang cerah di tepi sawah. Saya sibuk mengarahkan kamera HP ke hamparan hijau padi ketika Lik Dal muncul membawa panci. Ia langsung menumpahkan seluruh isi panci ke parit kecil tepi sawah. 

Saya bertanya, "Apa itu?" 

Sambil senyum-senyum Lik Dal menjawab, "Bestik sapi." 

"Lho? Kok dibuang? Katanya bisa makan daging kalau pas Idul Adha saja? Kok malah sekarang dibuang?" 

"Sudah bosan. Sudah dipanasi bolak-balik. Sudah eneg makan daging terus."

Huft! Saya hanya bisa menghela napas.

Fragmen 3 - Ketika Saya Ikut Rewangan di Desa

Seratus besek berisi nasi beserta ubarampe lauknya telah dibawa ke ruangan depan. Saatnya beres-beres. Eh, kami malah menemukan sebaskom bakmi basi. 

"Laaah. Ini yang kemarin dicari-cari. Ternyata ketutupan kardus toh? Bakmi segini banyak kok harus dibuang," kata seseorang.

Hadeh! Bikin sampah makanan lagi, deh.

Selesai beres-beres kami makan. Prasmanan. Dua anak berusia 8 tahunan turut bergabung. Biasa saja sebetulnya. Yang luar biasa itu takaran makanan yang mereka ambil. Tampak terlalu banyak. Saya tegur, "Nanti habis?" 

Mereka jawab dengan anggukan kepala. Akan tetapi, kenyataannya tidak begitu. Tak sampai setengah yang mereka makan. Wah, wah, wah. Anak-anak ini sungguh harus diajari rumusan AMBIL-MAKAN-HABISKAN.

O, ya. Rewangan adalah aktivitas bantu-bantu tetangga yang sedang hajatan.

Fragmen 4 - Sampah Makanan Eyang Kesuma

Lagi-lagi saya menemukan seplastik gorengan di tempat sampah depan rumah. Kali ini malah didampingi seplastik sayuran busuk. Pastilah pembuangnya Eyang Kesuma. 

 

Tumpukan sampah depan rumah (Dokpri)

 

Menurut saya, Eyang Kesuma segolongan dengan Winda. Mentang-mentang berduit banyak, mudah saja mereka membuang-buang makanan/bahan pangan. Muehehehe ... *Kok saya bernada julid begini, ya?*

Sementara saya tipe pengiritan banget. Maklumlah. Duit saya pas-pasan sehingga dituntut cermat dalam berbelanja. Terlebih pantang bagi saya untuk membuang-buang makanan.

Yang ternyata ..... Gaya hidup minim sampah makanan adalah suatu kampanye tersendiri. Tepatnya kampanye menuju penyelamatan lingkungan. Go green. Jadi tanpa paham betul duduk perkaranya, saya justru telah berkampanye tentang sesuatu yang baik. Alhamdulillah.

Ternyata Tak Sekadar Mubazir

Bermula dari keengganan berkawan dengan setan, sedapat mungkin saya menghindarkan diri dari perbuatan memubazirkan makanan. Selain itu, saya takut kualat jika berbuat sia-sia terhadap makanan. Ngeri kalau di kemudian hari gantian saya dijauhi makanan. 

Hingga suatu ketika saya menemukan website Bandung Food Smart City

Bermula dari membaca-baca artikel di situ, akhirnya saya paham bahwa  kondisi bebas sampah makanan merupakan suatu cita-cita mulia yang wajib diwujudkan. Tak hanya tentang pemubaziran, tetapi  berhadapan dengan persoalan yang lebih besar, yakni krisis pangan.

Saya tak menyangka bahwa sesuai laporan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), jumlah sampah makanan di dunia mencapai sepertiga dari total jumlah makanan yang diproduksi. 

Lebih tak menyangka bahwa sampah makanan (food waste) yang pengelolaannya salah pun bisa membunuh manusia. Peristiwa buruk ini telah terjadi pada tahun 2005 di TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat.

Ironi Indonesia 

Perlu diketahui, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam hal food waste (peringkat satunya Arab Saudi). Tercatat, rata-rata orang Indonesia menghasilkan 300 kg sampah makanan per tahun. Jumlah tersebut setara dengan biaya untuk memberi makan puluhan juta orang. 

Ironis dan kontradiktif. Di satu sisi orang Indonesia gemar bikin food waste, yang berarti boros. Sementara di sisi lainnya gemar teriak-teriak tak bisa makan, bahkan masih ada juga stunting yang menjadi momok. 

See! 

Betapa besar ongkos kesia-siaan pangan yang mesti kita tanggung. Maka siapa pun tak perlu menunggu apa pun, wajib segera peduli pada persoalan ini.

Tanamkan AMBIL-MAKAN-HABISKAN Sejak Dini

Winda, Lik Dal, orang-orang di acara rewangan, dan Eyang Kesuma pastilah sama awam dengan saya perihal bahaya sampah makanan. Paling jauh mereka beranggapan bahwa makanan yang tak dihabiskan berarti mubazir. Tidak sampai paham tentang adanya potensi ledakan berbahaya gas methana, yang dihasilkan sampah makanan tersebut. 

Maka sosialisasi intensif menjadi kunci utama agar mereka (dan semua orang) peduli pada food waste.

Harus diakui, ketidakpedulian tak jarang bersumber dari ketidakpahaman. Sebelas dua belas dengan istilah 'kalau tak kenal maka tak sayang'. Itulah sebabnya orang-orang mesti dipahamkan dengan sepaham-pahamnya tentang food waste. Sebelum krisis pangan dunia betul-betul datang.

Cara paling simpel untuk memahamkan adalah mengulang-ulang kampanye Ambil-Makan-Habiskan=KEREN. Terbaik memang dikampanyekan sejak dini sehingga menjadi "akhlak"

 

Sumber Gambar: https://bandungfoodsmartcity.org/

Sumber Gambar: https://bandungfoodsmartcity.org/

Demikianlah adanya. Yang mula-mula harus dilakukan untuk meminimalkan food waste, menurut saya, adalah mengedukasi masyarakat. Tegaskan berulang-ulang bahwa penampilan keren itu berarti bijak dalam mengonsumsi makanan; bahwa KEREN = Ambil-Makan-Habiskan. 

Tidak perlu malu bila piring kita licin tandas seusai makan. Itu bukan pertanda rakus, melainkan pertanda keren. Tepatnya keren sebab bertanggung jawab. Berani ambil ya berani menghabiskan. 

Tiap orang mesti dididik untuk piawai memperhitungkan jumlah makanan yang akan diambilnya/dipersiapkannya/dibelinya. Tujuannya jelas, yaitu meminimalkan sampah makanan sejak tahap persiapan.

Memang tak mudah melakukan sosialisasi gaya hidup bebas sampah makanan. Terutama di kalangan masyarakat yang dalam hal penyediaan makanan di hajatan, memegang erat tradisi 'Lebih baik kelebihan daripada kurang'. Akan tetapi, tak mudah tak berarti tak bisa toh?

Waktu dan Tempat Sosialisasi yang Efektif

Waktu paling tepat untuk melakukan sosialisasi adalah setiap saat, di berbagai kesempatan yang relevan. Bila terus-menerus mendengar tentang gaya hidup minim sampah makanan, lambat-laun orang akan kepo. Bermula dari kepo inilah, kemudian ia akan mencari informasi lebih banyak. 

Paling efektif, sosialisasi yang kontinu dilakukan melalui bangku pendidikan; mulai dari jenjang PAUD hingga PT/akademi. Sementara untuk kalangan masyarakat umum, jalur kegiatan dasawisma dan PKK dapat dimanfaatkan. 

***

Jadi, bagaimana? Siapkah Anda menjadi keren? Kita menuju keren bersama-sama, yuk.



Referensi

https://bandungfoodsmartcity.org/about-us-2/

https://bemkm.ugm.ac.id/opini-rapuhnya-kedaulatan-pangan-di-negeri-gemah-ripah-loh-jinawi/ 

https://gaya.tempo.co/read/1187834/intip-gaya-hidup-zero-waste-dalam-hal-pola-makan

https://www.paprikaliving.com/tidak-disadari-banyak-makanan-terbuang-di-indonesia/

https://www.wastereduction.gov.hk/sites/default/files/resources/leaflet_indo.pdf


 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template