Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2026

Kakiku Jangan Diganti Kimpul

26 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga dirimu dalam kondisi baik. Sehat lahir dan batin. Kaki dan tangan bisa leluasa digerakkan tanpa kurang suatu apa. 

Jangan tiru aku, ya. Gara-gara kurang olahraga dan pola makan tak sehat, plus asupan air minumnya dingiiin melulu, tubuhku protes. Terkhusus bagian kaki kanan nih yang protes.

Protesnya gini. Dalam suatu aktivitas keseharian, aku salah gerakan. Tidak sampai jatuh. Eh? Apa sih, istilahnya? Salah tumpuan gerakan? Hmm. Pokoknya gitulah, ya. I think you know what I mean deeeh. 

Tidak sampai jatuh. Tidak pula sampai ada suara kreeek atau yang sejenisnya. Bahkan sesungguhnya, aku tidak tahu kapan kejadiannya.Tahu-tahu si kaki sakit saja. 

Mula-mula sakitnya masih tertahankan. Aku masih ke sana kemari. Kemudian tibalah malam itu, yakni bakda Isya yang kelabu. 

Usai Magriban di musala aku sempat omong-omong ke tetangga saat perjalanan pulang. Kubilang kalau kakiku makin sakit. Dia merespons, "Lha piye? Periksa ke dokter sajakah?"

Idenya baik dan benar. Namun,  aku takut ke dokter. Tentu saja aku tidak menjalankan ide tersebut. Hehe ...

Konyolnya, aku menunggu keajaiban. Siapa tahu bangun tidur esok hari mendadak sembuh? Sungguh sebuah harapan kosong. Sampai 2 minggu berlalu, tak ada perubahan menuju sembuh.

Apa boleh buat? Bagian lutut dan sekitarnya tetap aduhai sakit jika digerakkan. Automatis tidak leluasa berjalan, sampai-sampai nyaris tak sanggup berjalan. 

Itulah yang bikin aku hilang dari peredaran jalanan kampung. Menyebabkan para tetangga bertanya-tanya. Ada apakah gerangan denganku yang mendadak menghilang? Padahal biasa sluman-slumun ngiderin kampung? Hehe ... 

Jangankan ngiderin kampung. Berjalan kaki ke musala yang cuma beberapa meter saja tidak sanggup. Alhasil, ada banyak hal/acara yang aku lewatkan. Terpaksa bangeeet. 

Kakiku betul-betul tak kuat diajak melangkah. Sementara sepanjang Agustus, di sekitaran Titik Nol Yogyakarta dan Malioboro ada banyaaak kegiatan menarik. Termasuk gelaran Pesta HUT Komunitas Agus-Agus.

Jangankan acara Agustusan yang digelar pemkot dan pemprov. Yang digelar pengurus RW tempatku berdomisili saja, aku tak kuasa ikut. Jompo banget deh rasanya. Heu heu heu ... 

Singkat cerita di tengah kesakitanku, seorang teman chatt WA. Saat ditanya tentang kabar, entah kenapa aku menjawab jujur. Lalu dia tegas menyatakan kalau esok hari akan menjemputku, untuk mengantarkanku ke ahli urut atlet. 

Syukurlah aku tatkala itu menurut. Alhasil, sakitku teratasi. Ketahuanlah bahwa penderitaanku itu akumulasi dari jatuh-jatuh selama 15 tahun sebelumnya. Jatuh yang menimbulkan cedera di tempat sama. 

Dahulu tubuh mudaku masih tangguh. Kondisinya pun pasti sedang sehat. Cukup nutrisi dan aktivitas fisik yang menyehatkan. Jadi, cedera ringan lewat saja nyerinya. 

Tempo hari aku salah gerakan dalam kondisi tubuh buruk. Dalam usia yang telah menua pula. Ya sudah. Hasilnya fatal begitu. Syukurlah aku manut untuk segera diurut. Jika nekad dibiarkan tanpa solusi, konon bisa saraf kejepit. Duh, seram. 
  
Demikian cerita tentang kengambekan kaki kananku. Jujur bikin kapok. Demi memperbaiki metabolisme tubuh sehingga recovery otot berjalan cepat, aku bertekad patuh pada semua anjuran si bapak yang mengurut. 

Aku pun berjanji pada diriku sendiri, "Harus banyak minum air segar dan tidak dingin!" Ini yang kupikir terpenting bagiku. Aku kerap lalai dengan kecukupan asupan air minum. Sekalinya ingat untuk minum, malah pilih minum air dingin atau es apalah-apalah.

Janji berikutnya berderet, dong. Harus memperbanyak konsumsi sayur dan buah, meminimalkan konsumsi gorengan dan makanan berminyak, serta membatasi konsumsi daging merah. 

Oke, oke. Untuk diet makanan dan memperbanyak minum air relatif gampang dikendalikanlah, ya. Yang sulit itu anjuran, "Jangan sampai jatuh atau cedera lagi."

Hmm. Itu berarti aku wajib memperhalus gerakan dalam aktivitas keseharian. Tak boleh pethakilan. Tak boleh buru-buru supaya tak kesandung atau kejengkang.

Baiklah, baiklah. Kiranya takdirku memang harus menjadi sehalus putri kerajaan buaya darat. Lagi pula, aku tetanggaan dengan Sultan Yogyakarta. Wajarlah ya, kalau aku mesti berperilaku serba halus.

Moral ceritanya, bisa berjalan kaki dengan lancar tak kurang suatu apa adalah karunia besar. Akan tetapi, kerap kita lalai untuk mensyukurinya. Baru terasa kalau itu karunia besar bila sudah sakit kayak aku gini heu heu ...

Ya Allah, aku tidak mau kaki sakitku ini diganti dengan kimpul. Cukup nasiku saja yang sesekali kuganti kimpul. Haha!



Senin, 27 Oktober 2025

Selamat Hari Bloger Nasional

24 komentar

Halo, Sobat PIKIRAN POSITIF! Hari ini Senin, tanggal 27 Oktober 2025. Terkhusus buat kamu yang mengaku bloger alias narablog, masih ingatkah kalau tanggal 27 Oktober merupakan Hari Bloger Nasional?

Selain ingat, masihkah konsisten ngeblog? Konsisten menulis secara organik, bukan sebab kewajiban dari sebuah job? Semoga masihlah, ya. Masak iya mengaku bloger, tetapi tidak pernah menulis di blog mana pun?

Etapiii, masih lumayan sih kalau masih menulis meskipun tulisannya bukan organik. Malah bagus banget dari sudut pandang ekonomi. Tiap tulisan bernilai rupiah, bahkan dolar. Not only curhatan melulu. Aku juga mauuu. Hehehe ... 

O, iyaaa. Mungkin sejak baca judul tulisan ini, kamu berpikiran bahwa aku sedang salah ketik. Blogger kok kutulis bloger? 

O, tidak. Itu bukan salah ketik, melainkan kesengajaan. Sebagai pengingat buatmu (sekaligus buatku) bahwa 'bloger' adalah bentuk baku dalam aturan bahasa Indonesia. Lebih baku daripada 'blogger'. Namun, sebab 'blogger' telah sangat lazim dipergunakan, tidak salah juga kalau kita mempergunakannya.

Yang penting konsisten dari awal sampai akhir dalam mempergunakannya di sebuah tulisan. Jika awalnya pilih pakai dobel 'g', gunakanlah itu sampai tulisan tuntas. Jika kemudian di tulisan berikutnya ingin pakai 'g' satu saja, lakukanlah sampai akhir juga.

Ngomong-ngomong, ada pula istilah lain untuk blogger/bloger. Istilah yang kumaksudkan adalah pengeblog dan narablog. Nah. Sekarang terserah kamu. Hendak pilih istilah yang mana?

Selamat Hari Bloger Nasional!


 


Kamis, 09 Oktober 2025

KEVIN GANI Garda Pangan

8 komentar


HALO, Sobat Pikiran Positif? Sehat-sehat 'kan? Sudah makan atau belum? Kalau belum, segeralah makan. Ambil makanan secukupnya saja. Sesuai kapasitas perut.

Kalau ambilnya berlebihan, nanti bakalan ada sisa. Adapun sisa makanan di piring rata-rata berujung di tempat sampah. Tuh 'kan. Jatuhnya mubazir. Memubazirkan makanan. Sementara mubazir adalah teman setan. 

Ketimbang jadi teman setan, lebih baik jadi temanku saja yuk. Aku kalau makan selalu habis. Kalau minum juga begitu. Kuncinya, ambil secukupnya sesuai kebutuhan. 

Bahkan ketika prasmanan di sebuah acara, sudah sejak beberapa waktu lalu aku selalu berhitung. Hanya mengambil makanan dan minuman yang paling kuinginkan. 

Itu pun tidak banyak-banyak. Tidak mempraktikkan aji mumpung. Semaksimal mungkin, aku membiasakan untuk tidak lapar mata. Plus berusaha menahan keinginan untuk mencicipi semua yang ada.

Ketika berbelanja sayuran dan bahan pangan pun begitu. Tidak asal stok bahan, tetapi sejak awal sudah sekalian merencanakan hendak dimasak apa dan kapan. 

Prinsipnya, Jangan sampai ada bahan pangan yang membusuk sebab kelamaan ngendon di kulkas. Kalaupun duit kita berlimpah ruah, tetap tak bijak kalau terbiasa buang-buang makanan dan bahan pangan.

Ini bukan semata-mata mengenai duit. Hemat dan cermat dalam mengelola bahan pangan mestinya dilakukan semua orang. Entah orang kaya ataupun orang miskin. 

Tahukah kalian? Sampah makanan itu berbahaya, lho. Mengandung gas metana. Bisa menimbulkan ledakan yang berbahaya. Kiranya di antara kalian ada yang ingat tentang adanya ledakan, di salah satu TPA sampah beberapa tahun silam. 

Di samping itu, buang-buang makanan dan bahan pangan berarti tidak menghargai perjuangan para petani. Mereka tekun mengolah sawah hingga panen. Mencangkul, memupuk, dan melindungi dari hama. Eh ... saat panen kok malah kita sia-siakan? 

Perlu diketahui, buang-buang makanan dan bahan pangan juga berarti pemborosan. Pemborosan atas semua sumber daya yang terlibat. Mulai dari pemborosan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga Sumber Daya Alam (SDA). 

Energi petani dan semua orang yang terlibat dalam proses penanaman hingga pemanenan terbuang percuma. Energi untuk pengangkutan, pengemasan, dan pendistribusian ke konsumen pun sia-sia. Lahan, air, dan pupuk yang dipergunakan sejak mulai menanam hingga perawatan jelang panen juga sia-sia.  

Intinya, buang-buang makanan dan bahan pangan memang perilaku buruk. Plus membahayakan ketahanan pangan di masa depan. Berdosa pula. Jadi, kocak sekali kalau kalian mempertahankan kebiasaan memubazirkan makanan/minuman.

Wuih. Aku tampak pintar sekali memaparkan tentang tentang food waste dan dampaknya. Hehe ... Sebetulnya sih, aku cuma meniru (baca: meneladani) Kak Kevin Gani

Siapakah dia? Kak Kevin Gani adalah Ketua Garda Pangan, yakni sebuah bank makanan (food bank). Sebuah organisasi yang sifatnya sosial. 

Oktober tahun lalu, Kak Kevin Gani terpilih sebagai penerima 15th SATU Indonesia Awards 2024. Dia merupakan perwakilan dari bidang Lingkungan. 

Penghargaan bergengsi tersebut diraih berkat konsistensinya dalam menyelamatkan makanan surplus yang masih layak dikonsumsi, yang kemudian didistribusikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan makanan (masyarakat prasejahtera, yang berada di bawah garis kemiskinan).

Kak Kevin Gani tentu tidak bergerak sendirian. Dia didukung penuh oleh dua pendiri Garda Pangan beserta seluruh anggotanya. Mereka sejak tahun 2017 telah memulai perjuangan untuk pangan berkelanjutan. 

Tentu semula tak mudah untuk bekerja sama dengan restoran, hotel, catering, ataupun pihak lain dalam mewujudkan food bank tersebut. Selain karena food bank tatkala itu masih asing, banyak pula resto dan toko yang punya kebijakan "aneh". 

Kebijakan aneh yang saya maksudkan begini. Karyawan tidak diizinkan untuk membawa pulang makanan/bahan pangan yang tersisa walaupun masih layak konsumsi. Alih-alih dibawa karyawan atau dibagikan  ke orang-orang di sekitar resto atau toko, makanan sisa layak konsumsi itu justru lebih pilih dibuang. 

Syukurlah konsistensi perjuangan Kak Kevin Gani dan kawan-kawan berbuah manis. Sekian tahun berlalu dan Garda Pangan makin memperoleh banyak dukungan. 

Suaranya mengajak zero food waste pun makin didengar khalayak.  Puncaknya adalah ketika Kak Kevin Gani menerima penghargaan dari SATU Indonesia Awards 2024.

Itulah kisah inspiratif dari Kak Kevin Gani dari Yayasan Garda Pangan. Semoga kalian sehabis baca tulisan ini menjadi makin bijak dalam memperlakukan makanan dan bahan pangan. 

Ingatlah. Dalam tiap piring dan gelas kalian ada proses panjang yang bakalan mubazir, jika kalian tidak menghabiskan makanan dan minuman di dalamnya.

#APA2025-KSB


Catatan:
Foto dalam tulisan ini diolah dari salah satu foto-foto yang tayang di akun Instagram Kak Kevin Gani, yakni saat dia sedang bersama Pak Anies Baswedan.


Senin, 06 Oktober 2025

Norbet U. K. Laki Pali

11 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga harimu baik-baik saja, ya. Selalu bisa berpikir positif, tetapi tidak positif yang toksik. 

Pun, selalu bersemangat dalam menyebarkan kebaikan. Bisa pula menginspirasi orang-orang di sekitarmu. Jika tidak bisa, minimal tidak mematahkan semangat orang lain. Hehehe ... 

Ngomong-ngomong, kali ini aku hendak mengajakmu berkenalan dengan Kak Norbet U. K. Laki Pali. Yang akun Instagramnya @norbet_pali 

Tangkap layar PP Instagram Kak Norbet


Siapakah dia? Dia adalah seorang tokoh muda dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Namanya tercatat sebagai salah satu penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2024. Dalam kategori Lingkungan dengan judul kegiatan "Aksi Bersih".

Pada akhirnya Kak Norbet memang belum berhasil menjadi salah satu dari lima yang terbaik. Akan tetapi, kiprahnya di bidang Lingkungan sangat konsisten. Sangat layak diacungi jempol. 

Konsistensi tersebut dapat kita lihat pada unggahan-unggahannya di Instagram. Di sana jelas tergambar betapa besar kepedulian Kak Norbet, terhadap alam dan lingkungan hidup. Dia senantiasa mengajak teman-temannya dan sesama kaum muda untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam.

Kak Norbet pernah memimpin aksi bersih-bersih pantai di Batu Nona. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Merupakan kolaborasi berbagai pihak dan melibatkan banyak anak muda.

Aksi positif itu tentu saja sangat menginspirasi. Menjadi kabar baik dari kaum muda, di antara kepungan stigma yang ada. Tidak mengherankan kalau aksi mereka itu sampai diangkat media setempat.


Itulah sekilas perkenalan dengan Kak Norbet. Salah satu anak muda NTT yang aktivitas positifnya di bidang lingkungan diberi penghargaan oleh Astra

Kalau kita berselancar dengan mengetikkan "Norbet U. K. Laki Pali" sebagai kata kunci, yang bakalan muncul pertama kali adalah profilnya sebagai mahasiswa Universitas Nusa Candana University Kupang NTT

Kemudian berita tentang ketenarannya sebagai delegasi DPR remaja perwakilan dari NTT. Ada pula berita tentang aktivitasnya terkait kewirausahaan mahasiswa dan literasi digital. Barulah kemudian bermunculan aktivitasnya terkait lingkungan hidup. 

Perlu diketahui, aktivitasnya terkait aksi bersih-bersih sampah dan pelestarian alam justru lebih banyak diinformasikan di akun Instagramnya.Itulah sebabnya aku sarankan, kalian follow akun Instagramnya saja. 

Nah. Menurutmu bagaimana? Kak Norbet sosok yang inspiratif sekali 'kan? Mari kita meneladaninya.

#APA2025-KSB

Minggu, 16 Maret 2025

IAD dari Galeri HP

20 komentar
HALO Sobat PIKIRAN POSITIF? Sehatkah? Bahagiakah? Semoga, ya. Semangat, semangat. Ayolah songsong Lebaran dengan gembira. Hehe ...

Kegiatan kalian apa selama Ramadan 2025 ini? Selain bekerja bagi yang pekerja kantoran? 

Kalau aku sebagai penulis dan editor lepas, kegiatanku pun tak jauh-jauh dari dunia tulis-menulis. Bahkan sebagaimana beberapa tahun sebelumnya, aku ikutan blog competion di Kompasiana. 

Nah. Itu berarti tiap hari selama Ramadan, aku mesti mengunggah sebuah tulisan yang temanya telah ditentukan admin. 

Tidak capek? Capek juga, sih. Namun, kalau sampai bolong sehari didiskualifikasi dari hadiah utama. 😁😁

Jadi, capek enggak capek aku tetap maksain diri buat nulis. Sejadinya sajalah. Demi menuntaskan komitmen awal, yaitu bersedia ikut menulis sebulan penuh.

Lagi pula, aku 'kan ingin juga menjadi penulis kaya dan beken seperti IAD. Hahaha! Ngomong-ngomong, adakah di antara kalian yang kenal dengan IAD? 

Iqbal Aji Daryono itu, lho. Salah satu mentor menulis yang terkenal dari Yogyakarta. Yang dalam foto-foto di bawah ini beliau tampak dikerumuni kaum wanita.  


Entah bagaimana ini tadi. Ketika sedang beres-beres galeri HP, ketemulah foto-foto saat acara Workshop Menulis  Essay. Tentu dengan IAD sebagai narasumber.





Rabu, 25 September 2024

Yuk, ke Posyandu Balita

20 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Kamu tahu posyandu? Itu lho, yang singkatan dari 'pos pelayanan terpadu'? Khususnya yang posyandu balita. Yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia lima tahun ke bawah.

Rasanya keterlaluan deh, kalau kamu sampai tidak tahu posyandu balita. Terlebih kalau kamu tidak bertempat tinggal di apartemen atau kompleks perumahan mewah. Atau, permukiman lain yang cenderung individualistik lingkungannya.

Mengapa kubilang keterlaluan? Karena di mana-mana di seantero Indonesia, posyandu balita ini eksis. Istilahnya, di mana ada kampung di situlah ada posyandu balita (bawah lima tahun).

Kalau di sebuah kampung sampai tidak ada posyandunya, terutama posyandu balita, perlu dijewer tuh lurahnya. Masih bisa dimaafkan kalau ketiadaan posyandu balita itu disebabkan oleh tidak adanya balita. Namun, apa mungkin?

Rasanya nyaris tak ada kampung yang warganya berusia lima tahun ke atas saja. Kalaupun ada malah mencemaskan. Berarti proses regenerasi terhenti. Kelak di kemudian hari, kampung itu bakalan kehabisan penghuni.

Sekali lagi, memang keterlaluan kalau kamu tak tahu posyandu balita. Makin keterlaluan kalau ternyata kamu lulusan posyandu balita. Kok lupa sama "almamater"sendiri? Hehe ...

Adapun kalau dirimu kini seorang ibu dan anakmu masih usia balita, tapi kamu tak tahu tentang posyandu balita, ckckck ...  Dapat dipastikan bahwa kamu tak pernah membawa buah hatimu ke situ. Pasti itu.

Duh! Jangan dilanjutkan dek, ya. Perilaku cuek pada posyandu balita itu sangat terlarang. Lebih-lebih kalau dirimu tak rutin membawa balitamu ke puskesmas atau rumah sakit buat cek ricek.

Ingatlah bahwa balitamu perlu posyandu. Tiap bulan harus dipantau tinggi dan berat badannya. Demikian pula, pertumbuhan dan perkembangannya.

Pertumbuhan itu meliputi kesehatan fisik. Ada gangguan kesehatan atau tidak? Berat badannya selalu bertambah tiap bulan atau naik-turun? Atau, malah selalu turun? Lingkar lengan dan lingkar kepalanya bagaimana?

Sementara perkembangan meliputi kemampuan si balita dalam melakukan respons dan stimulasi yang diberikan. Kepandaian dan keterampilannya selalu meningkat atau tidak?

Pokoknya hal-hal yang sejenis itulah yang akan dipantau posyandu balita. Yang tujuannya menyiapkan generasi emas Indonesia. Yang sehat lahir dan batin, no stunting.

Percayalah. Banyak untungnya bila mengajak balitamu rutin ke posyandu balita. Selain dipantau kesehatan dan kecerdasaannya, diberi vitamin gratis juga lho. Diberi obat cacing juga. Ada makanan tambahan untuk peningkatan gizi juga. Pokoknya diurusi betul, deh.

Nah. Bagaimana, nih? Masih ragu untuk ke posyandu balita? Jangan, dong.

Judul dan isi artikel ini secara spesifik menyebut posyandu balita. Tak hanya posyandu. Mengapa? Karena untuk memperjelas, agar tak menimbulkan kerancuan/pertanyaan.

Sekarang ini 'kan selain ada posyandu balita, ada pula posyandu remaja dan posyandu lansia. Ketiganya sama-sama posyandu, pos pelayanan terpadu, tetapi beda sasaran yang dilayani. Dengan demikian, beda pula tujuannya.

Semoga kamu dan kamu menjadi paham tentang dunia perposyanduan setelah baca artikel ini. Semoga.


Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI.
 

Rabu, 18 September 2024

Horeee Aku Naik Excavator

33 komentar
Seriuslah memeluk impian walaupun itu "cuma" ingin naik excavator!
~tinbejogja~



HALO, Sobat Pikiran Positif? Pernahkah kamu berada dalam situasi makbedunduk, tiba-tiba berhasil meraih cita-cita? Bahkan, ketika kamu tidak sedang memikirkannya. Plus kamu masih bingung mencari cara untuk meraihnya.

Misalnya nih, ya. Kamu punya impian untuk bertemu muka dengan Nicholas Saputra dan kemudian sarapan soto duduk bersebelahan dengannya. Sementara kamu samsek tak punya ordal yang berpotensi mewujudkan impian "retjeh" itu.

Tahu-tahu pada suatu hari, saat kamu sedang sarapan soto di sebuah warung, Nicholas Saputra datang bersama rombongan sepeda. Lalu, dia duduk persis di sampingmu. Apa enggak menyala, tuh?

Mungkin istilahnya, pucuk dicinta ulam tiba. Atau, bagai mendapat durian runtuh? Ah, entahlah. Entah apa istilah atau peribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi semacam itu. Bisa jadi istilah yang paling tepat ya makbedunduk itu tadi.

Sudahlah. Apa pun istilahnya enggak perlu diributkan. Yang jelas situasi makbendunduk itu lumayan bikin kaget. Namun, kagetnya kaget hepi. Jantung serasa nyaris copot. Ritme detaknya pun ugal-ugalan.

Nah. Pernahkah kamu mengalami hal demikian itu? Yang sesungguhnya bisa bikin sesak napas, tetapi ujungnya tertawa lepas. Gimana enggak tertawa lepas? Itu 'kan sebuah pengalaman menyenangkan. Sangat menyenangkan malahan.

Aku juga punya pengalaman menyenangkan serupa itu. Makbenduduk bisa menggapai cita-cita yang sekian lama terpendam dalam diam. Bahkan, ketika aku sedang lupa pada cita-citaku itu. Hehehe ... Sebagaimana yang kamu lihat pada foto di atas itu.

Yoiii. Aku memang telah lama punya cita-cita naik excavator. Telah beberapa tahun belakangan ini. Saking inginnya naik, sampai-sampai macam orang ngidam. Hanya saja apesnya, aku tak punya kenalan yang berpotensi bisa membantuku mewujudkan cita-cita tersebut.

Hingga suatu pagi aku jajan lupis di sebuah kampung di dalam tembok Kraton Yogyakarta. Usai jajan aku dan temanku tak langsung pulang. Kami memutuskan pura-pura jogging plus-plus.

Maksudnya plus pepotoan dan plus menuntaskan rasa kepo dengan isu pembongkaran deretan rumah warga. Yang lokasinya dekat tembok pembatas wilayah Kraton Yogyakarta. Kami ingin melihat, sudah sehancur apa kondisinya.

Sesampainya di lokasi, kami takjub dengan reruntuhan-reruntuhan yang ada. Pun, dengan alat-alat berat yang ada di lokasi tersebut. Luar biasa. Sederetan rumah tinggal dan kios mungil yang dahulu utuh berdiri, kini sudah tak lagi berbentuk bangunan. Entahlah berpindah ke mana orang-orangnya.

Dengan perasaan mendayu-dayu, aku jeprat-jepret mengabadikan segala keluluhlantakan tersebut. Hingga akhirnya tersadarkan bahwa ada excavator di situ. EXCAVATOR! 

Akhirnya tanpa babibu aku minta dipotret di depannya. Senyampang nemu alat berat impianku ini. Selagi cita-citaku berfoto dengannya bisa terwujud nyata. Alhasil, jadilah foto berikut.


"Kenapa tidak berfoto di dalamnya saja? Itu. Naik dari sana itu. Ayo!"

Seorang bapak muncul dari warung seberang jalan dan berbicara kepada kami. Rupanya sejak tadi dia mengawasi tingkah kami di depan excavator. Dia adalah operatornya. 

Tentu saja itu tawaran emas. Bagai kerbau dicucuk hidungnya, kami pun mengikuti si bapak. Wow, wow, wow! Dengan setengah percaya saya segera naik dan mengambil posisi duduk nyaman di ruang kemudi excavator. Luar biasa, luar biasa! Nyaman sekali duduk di situ. 

Siapa yang menyangka kalau pagi itu cita-citaku yang rasanya sulit tercapai, malah terwujud secara tiba-tiba? Sementara aku datang ke lokasi excavator justru dalam kondisi tak ingat pada alat berat itu.

Dalam hidup ini pastilah manusia banyak mendapatkan kesedihan dan kegembiraan. Silih-berganti sesuai dengan porsinya. Begitu pula halnya dengan kamu 'kan? Nah. Kalau pengalaman menyenangkanmu apa? Cerita dong, di kolom komentar.

Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI.

Rabu, 28 Agustus 2024

Bersikaplah Seperti Lamine Yamal

30 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian tidak sedang dirundung pikiran negatif, ya. Hush hush. Jauh-jauhlah sana pikiran negatif. Ingat, ingat. Pikiran negatif bisa memantik banyak penyakit. Minimal berpotensi bikin enggak doyan makan dan susah tidur.

Oleh karena itu, jangan hobi beramah-tamah dengan pikiran negatif. Hindari kebiasaan suuzon melulu kepada orang lain. Atau sebaliknya, jangan terbiasa overthinking hanya gara-gara merasa  diliatin terus oleh seseorang. Jangan-jangan seseorang itu sebetulnya tidak sedang melihatmu. Kamu saja yang ke-GR-an sampai overthinking.

Pokoknya katakan tidak pada pikiran negatif. Tidak, tidak, tidak. Jangan dek, ya. Pokoknya jangan. Sekalipun dirimu sekarang mungkin sedang didera kekalutan cinta, jangan serta-merta ingin mengakhiri hidup.

Please, deh. Kalau patah hati jangan buru-buru ingin mati. Ayolah cari satu alasan meskipun receh, yang bisa membuatmu bertahan di dunia fana ini. Misalnya belum sempat nyicip Yammie Padokan yang kokinya pernah meliput Piala Dunia Rusia pada tahun 2018 lalu.

Pokoknya apa sajalah. Tolong cari-cari alasan apa pun yang bisa kembali membuatmu bersemangat untuk menjalani hidup. Tendang jauh-jauh pikiran untuk mati. Percayalah. Itu enggak ada untungnya sama sekali. Patah hati kok solusinya mati. Cemen itu.

Jika kamu penggemar sepakbola, terkhusus fans berat Timnas Spanyol dan Klub Barcelona, kamu mestinya bisa meniru sikap tabah Lamine Yamal.

Lihatlah dia yang baru 17 tahun itu. Sesaat setelah memenangkan trofi Euro 2024, dia baru mempublikasikan pacar cantiknya. Tahu-tahu tak lama kemudian, terdengar kabar pacar cantiknya berselingkuh. Putuslah hubungan cinta mereka. Entah benar entah tidak, entah kelanjutan kisah mereka seperti apa, yang jelas ada kabar kalau keduanya sudah saling unfollow akun Instagram.

Terusterang kabar percintaan Lamine Yamal yang muram itu mencemaskanku. Kukira para penggemar sepakbola, terutama pendukung Spanyol dan Barcelona, juga memiliki kecemasan yang sama. Sama-sama mencemaskan performanya di lapangan. Namun, syukurlah Lamine Yamal tetap menyala. Dia mampu bersikap profesional rupanya.

Baru-baru ini Arhan, salah satu penggawa Timnas Garuda, juga dikabarkan telah diselingkuhi sang istri. Entah itu sekadar desas-desus atau kabar super serius, mau tidak mau bikin cemas juga. Bikin aku dan kamu serta jutaan pendukung Timnas Garuda khawatir akan performa Arhan. 'Kan gawat banget kalau konsentrasinya dalam menghadapi pertandingan penting malah buyar karena cinta.

Diselingkuhi itu sakit sesakit-sakitnya. Kita butuh sejumlah waktu untuk move on dari rasa sakit itu. Sementara Arhan sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan penting bersama Timnas Garuda, mengapa harus berembus kabar yang tak sedap itu? Semoga sih, Arhan baik-baik saja walaupun kabar perselingkuhan tersebut benar adanya.

Pendek kata, semoga Arhan mampu meniru Lamine Yamal. Dibikin patah hati, tetapi bensinnya tak habis-habis. Sanggup selalu menyala! Kamu dan kamu juga harus begitu, ya.

Dokumentasi Tim Euro 2024

Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI .



Minggu, 28 Juli 2024

Ingat Orang Tua

36 komentar

Hai, Sobat PIKIRAN POSITIF. Aku mau cek ricek usia kalian hahaha ... Termasuk generasi apakah kalian? Remaja zadoel atau remaja zaman now? Cek riceknya melalui ... orang tua (silakan cermati foto di bawah itu).

Tak usah rumit-rumitlah cara cek riceknya. Kupikir simpel saja, deh. Silakan berkomentar terhadap foto yang kutayangkan di tulisan ini. Apa yang kalian pikirkan demi melihat foto tersebut? Haha!

Aku yakin. Kesan tiap orang terhadap foto di bawah ini tentu berlainan. Pun, tiap generasi akan punya ingatan berbeda terhadap orang tua yang satu ini. 🎃🎃

Oke, oke. Jangan lupa, kata kuncinya orang tua, ya. Yuk, yuk. Segera tuliskan kesan kalian di kolom komentar.

Hmm. BTW orang tua mestinya didekati ya, bukan dijauhi, tapi 'kan .... 🤣🤣

Minggu, 02 Juni 2024

Akun Instagramku Kenapa?

42 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Sedang baik-baik sajakah keadaan kalian? Semoga, ya. Kalaupun selama Mei banyak kekurangberuntungan, mudah-mudahan pada Juni ini segalanya beranjak baik. 

Hari ini Juni sudah terjalani nyaris 2 hari. Semoga sejak kemarin, Juni kalian menyenangkan hingga bulan baru tiba. Tentu harapannya setelah bulan berikut tiba, hal menyenangkan selama Juni tetap berlanjut.

Hmm. Sesungguhnyalah aku sedang memotivasi diriku sendiri. Besar bangeeet harapanku agar diriku kembali menyalaaa.

Terusterang sejak minggu keempat Mei, aku ada kendala jaringan. Gawat banget 'kan? Dari kartu X yang no signal kuganti ke kartu Y. Eeeh, rupanya pakai kartu Y pun jaringan internetku mati segan hidup tak mau. 

Bikin puyeng pokoknya. Seorang pekerja lepas yang tipe kerjaannya mengandalkan internet kok terkendala jaringan internetnya. Semacam kiamat kecil 'kan?

Akan tetapi, rupanya masih ada hal yang lebih bikin puyeng. Bikin super cemas. Hal apakah? Tak lain dan tak bukan, mengenai akun Instagramku. Sejalan dengan kendala jaringan internet, kok ya beberapa kali akun Instagramku ditangguhkan. Alhamdulillah begitu kuajukan banding, langsung balik normal. 

Alhamdulillah selalu ada teman yang memberitahu, bila tiba-tiba akunku itu raib. Semoga segera kondusif. Aamiin YRA.

Selama ini hal mencemaskan tersebut terjadi, kalau aku buka Instagram malam-malam di atas pukul 22.00 WIB. Namun, hari ini kok mendadak ada email pemberitahuan penangguhan pada pukul 19.22 WIB. Why, oh, why? Apa mungkin ada yang akan meretasnya?

Adakah di antara kalian yang paham dengan nasib akun Instagramku itu? Apa penyebabnya? Aku mesti gimana menghadapinya? Tolong aku, ya.



Minggu, 12 Mei 2024

Just Follow Your Heart

38 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian sedang hepi dan terberkahi. Bukan sedang gundah gulana akibat terbebani apalah-apalah.

Memang  sih, hidup tak selalu berjalan lancar. Rasanya selalu saja ada jebakan batman di sana-sini. Apa boleh buat? Namanya juga hidup. Pastilah seperti itu kondisinya. Dinamis. Sebab terlalu dinamisnya, kadangkala malah sampai gronjal-gronjal. Namun, kalau statis alias diam saja berarti malah mati. Iya 'kan?

Menurutku, sikap just follow your heart sangat diperlukan demi memelihara kestabilan jiwa. Sebagai salah satu perwujudan dari prinsip mencintai diri sendiri.

Kalau memang kita ingin melakukan A, sedangkan orang-orang menuntut kita melakukan B, ayolah berani untuk tetap melakukan A. Tak usah ragu-ragu dengan pilihan kita. Mengapa? Karena kita pasti punya alasan-alasan kuat dalam menentukan pilihan tersebut.

Yup! Kitalah yang paling tahu arah mana yang hendak kita tuju. Bukan orang lain. Kalau boleh jujur, justru orang lain cuma bisa merecoki. Hahaha ... 🎃🎃

Yang terpenting kita mau bertanggung jawab. Kalau pilihan kita ternyata salah, kita tak kemudian sibuk cari kambing hitam. Tak menyalahkan siapa pun sedikit pun. Begitu, lhooo.

Jadi gimana? Sudah siap bersikap tegas buat mengikuti kata hati? Atau, masih maju-mundur cantik untuk melakukannya? Tenang, tenang. Bisa dilatih, kok. Latihannya pun gampang. Misalnya dengan membiasakan cuek saja untuk jalan-jalan disertai pepotoan.



Demikian ceritaku hari ini. Kusudahi sekian saja, ya. Semoga bisa bikin hepi dan menginspirasi. Minimal tak bikin perasaan kalian tambah kacau.

Oke, oke. Pokoknya just follow your heart deh, ya. Sejauh tak melanggar norma-norma tentulah aman. Tidak bakalan mengganggu dan merugikan siapa pun.


Minggu, 14 Januari 2024

Prestasi Menulisku Selama 2023

32 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian baik-baik saja. Tidak ada yang terkena banjir, tanah longsor, gempa, angin ribut, ataupun musibah lainnya. Sebagaimana yang belakangan kuketahui dari berita-berita di media massa.

BTW tulisan ini ada benang merahnya dengan tulisan terdahulu yang berjudul "Gembira Memulai 2024". Idenya terpantik oleh ingatan kepada sebuah antologi, sebuah BTU (Buku Teks Utama) yang direvisi, dan dua naskah buku yang siap diterbitkan. Yang tentunya melibatkan diriku, baik selaku penulis/kontributor maupun editor.

Yup! Pada intinya tulisan ini merupakan rangkuman prestasiku di dunia kepenulisan, terkhusus bidang perbukuan. Yang sesungguhnya mungkin tak perlu dianggap sebagai prestasi.

Gimana, ya? Keseharianku memang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis beserta kerja pengeditannya. Jadi kalau ada berhasil-berhasilnya, itu bukan prestasi melainkan kewajaran.

Iya. Kuanggap itu sebuah kewajaran belaka. Mengapa? Sebab dengan nekad, aku telah meneguhkan hati untuk menjadi seorang pekerja lepas di dunia tulis-menulis. Jadi, pencapaian dalam menulis atau mengedit is a must.

Malah sebenarnya keterlaluan kalau sampai aku tak mampu mencapai apa-apa di situ. Walaupun ironisnya, justru aku sering berada di posisi keterlaluan itu. Apa boleh buat? Namanya juga diriku. Muehehe ...

Namun, syukurlah pada tahun 2023 lalu prestasiku di dunia sunyi itu masih terbilang lumayan. Daripada tak ada sama sekali, Alhamdulillah ada satu antologi yang kuhasilkan. Antologi itu berjudul Senjakala Radio.



Selanjutnya, pada tahun 2023 aku kembali dipanggil oleh Pusbuk Kemendikbudristek. Dua kali malahan. Yang pertama untuk menjadi editor bahasa, dalam pengolahan BTU sebuah mapel. Mungkin pada Tahun Ajaran Baru 2024/2025 nanti sudah dipergunakan di sekolah-sekolah.

Yang kedua untuk menjadi editor bahasa, dalam revisi BTU sebuah mapel yang lain. BTU yang ini telah dipakai di sekolah-sekolah, tetapi pada tahun 2023 direvisi.

Yang terakhir, pada awal Januari 2023 aku sukses menyelesaikan sebuah naskah bernapaskan keagamaan Islam, yang merupakan pesanan dari sebuah penerbit. Judulnya "Kisah dan Kemuliaan Para Wanita Ahli Surga di Sekeliling Nabi".

Naskah tersebut dibeli putus oleh penerbitnya. Jadi, aku tidak bakalan menerima royaltinya. Bahkan, nama penulisnya pun bukan nama asliku. Kalau kalian penasaran, silakan cek di toko buku daring ataupun luring.

Gimana menurut kalian? Pencapaianku menyedihkan atau tidak? Kalau menurutku sih, lumayan. Namun, pada tahun 2024 ini aku akan berusaha memiliki prestasi tulis-menulis yang lebih banyak. Supaya ada peningkatan gitu, lho.

Nah! Jadi sudah jelas, ya. Kalau kalian butuh jasa untuk mengedit tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi, bisa hubungi aku. Tenang saja. Menghubungiku itu gampang, kok. Bisa melalui email agustinasoebachman@gmail.com atau DM sosmedku. #malahngiklan 😁

Minggu, 07 Januari 2024

Gembira Memulai 2024

47 komentar

HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Akhirnya 2023 benar-benar habis. Telah resmi berganti menjadi 2024. Sementara 2024 langsung gaspol memulai pergerakannya. Tahu-tahu sekarang (saat kususun tulisan ini) sudah tanggal 7 Januari. Pun, telah malam.

Tuh 'kan. Tahu-tahu 2024 sudah berlangsung seminggu. Cepat sekali waktu berjalan. Ya ampuuun. Sementara rasa mager dan tak tahu arah ini masih membelenggu diri.

Jadi, apa kabar resolusi? Kalau resolusiku sih, aman. Aman di tempatnya. Dalam arti, belum mulai diproses. Oleh sebab itu, kumohon pliiis, jangan tiru diriku. Aku bukanlah contoh yang baik, Kawan. Hehehe ...

Mungkin otakku kelelahan sebab sejak November hingga awal tahun gaspuuuoool menyelesaikan berbagai pekerjaan. Plus ikutan lomba-lomba. Mulai dari lomba nulis, foto, hingga video (baik di IG reel maupun Tiktok). Alhasil, saat awal tahun alam bawah sadarku mengajak santuy gitu.

Namun, bagaimanapun aku mesti bersyukur. Sebagian lomba yang ngotot kuikuti tersebut membuahkan hasil manis berupa saldo GoPay dan uang tunai. Bisalah buat memperpanjang usia blog setahun ke depan. Plus buat jajan-jajan juga. Alhamdulillah.

O, ya. Mungkin pula rasa magerku diperberat oleh sinyal internetku yang down total pada 1Januari 2024. Yang kemudian beberapa hari setelahnya juga on off tiada tara. Itu lho, sebagai dampak dari kebakaran di kantor providernya.

Tempo hari, pada pagi pertama 2024, aku dan gengs #PPJ 'kan  blusukan ke sebagian sirip Malioboro. Pulangnya sudah semangat banget untuk posting foto-foto dan video-videonya di medsos.

Eeeh. Ternyata runyam. Tiada sinyal sama sekali. Ya sudah. Patah semangatlah aku. Magerku kian kental.

Sudahlah. Sekali lagi, yang terbaik adalah tetap bersyukur. Selalu bersyukur di tiap embusan napas. Iya toh? Niscaya kalau berusaha, magerku itu tentu akan musnah pelan-pelan.

Baik. Mari memulai 2024 dengan gembira dan bersemangat. Walaupun bersemangatnya tidak bisa tepat dimulai pada tanggal 1 Januari, tak jadi soal. Yang penting masih bisa bersemangat dan bersemangART.

Semoga kita semua senantiasa bergembira dan berbahagia.

Minggu, 19 November 2023

BRI untuk Indonesia

38 komentar
128 Tahun yang Adaptif dan Luar Biasa

 
HALO Sobat Pikiran Positif? Aku mau cerita tentang BRI (Bank Rakyat Indonesia), nih. Yang rupanya pada 2023 ini telah mencapai usia 128 tahun. Wow, itu satu abad lebih!
 

Dokumentasi BRI


Sungguh sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Ternyata sudah selama itu BRI melayani rakyat Indonesia. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, berarti BRI terbukti tangguh. Mampu bertahan eksis dari generasi ke generasi.

Sejarah Singkat BRI

Cikal bakal BRI berdiri tanggal 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. Tentu belum menyandang nama BRI. Masih memakai nama dalam bahasa Belanda, yaitu De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Yang di kemudian hari dikenal juga dengan nama Bank Priayi. Pendirinya Raden Bei Aria Wirjaatmadja.

Bank Priayi itu berdinamika sesuai dengan kebutuhan dan kondisi zaman. Mengalami reorganisasi, bahkan perubahan nama. Hingga akhirnya tibalah babak baru, yang dimulai sejak Indonesia merdeka tahun 1945.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 1, BRI dinyatakan sebagai bank pemerintah pertama di Republik Indonesia. Namun, operasionalnya terhenti pada tahun 1948 karena pecah perang untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Setelah Perjanjian Renville operasionalnya kembali berjalan, tetapi dengan nama baru, yaitu BRIS (Bank Rakyat Indonesia Serikat).

Setelah kembali menjadi BRI, pada tahun 1960 malah berganti nama lagi menjadi BKTN (Bank Koperasi Tani dan Nelayan). BKTN itu peleburan dari BRI, BTN (Bank Tani dan Nelayan), dan NHM (Nederlandsche Handels Maatschapij).

Pada tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam BI (Bank Indonesia) menjadi BIUKTN (Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani, dan Nelayan). Tak terlalu lama kemudian, pada 18 Desember 1968 berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 1968, BRI kembali dinyatakan sebagai bank umum.

Kemudian pada tanggal 1 Agustus 1992, berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 1992, status BRI berubah menjadi Perseroan Terbatas. Kepemilikannya 100 % di tangan pemerintah RI.

Namun, pada tanggal 10 November 2003 ada keputusan untuk menjual 30% saham BRI. Jadi, BRI menjadi perusahaan publik dengan nama resmi P. T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Perseroan Terbuka, sampai sekarang.

Begitulah faktanya. BRI sudah lama sekali membersamai kita. Merupakan salah satu bank tertua di Indonesia, yang masih beroperasi hingga sekarang. Sejak zaman BRI tempo doeloe hingga era digitalisasi BRI saat ini.

Tumbuh Kuat dan Hebat karena Adaptif

Orang Indonesia tentu tak asing dengan BRI. Walaupun bukan nasabah, pastilah tahu keberadaannya. Sejauh masih berdomisili di wilayah NKRI, sungguh keterlaluan kalau sampai tidak tahu BRI sama sekali.

BRI untuk Indonesia (baca: seluruh rakyat Indonesia), lho. Kantor cabangnya ada di mana-mana. Informasi yang kuperoleh, hingga akhir tahun 2022 BRI punya 449 unit kantor cabang di Indonesia. Belum lagi outletnya yang berjumlah ribuan. Plus sejumlah kantor perwakilan di luar negeri. Antara lain di Hongkong, Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Dokumentasi BRI


Kantor cabang BRI tak cuma ada di perkotaan, tetapi merambah sampai ke pelosok-pelosok Indonesia raya. Itulah sebabnya sejak masih SD, aku sudah tahu BRI. Sementara domisiliku tatkala itu di sebuah desa sepi meskipun berstatus sebagai ibukota kecamatan. Masih tahun 90-an pula.

Ketika itu di kampung kami, kalau ada orang yang berkata mau pergi ke bank, serta-merta yang melintas di benak hanyalah BRI. Dia pasti hendak ke kantor BRI. Entah untuk utang-piutang, entah untuk urusan tabungan.

Ada satu rumusan unik yang kuingat. Pada zaman itu kalau ada yang pergi ke BRI, dia dianggap kaya dan keren. Mana ada orang miskin bisa menabung di bank? Mana ada orang miskin berani berutang pada bank yang mensyaratkan adanya jaminan? Hanya orang kaya yang punya aset berharga, yang bisa dijadikan jaminan berutang pada bank.

Alhasil kepalaku membesar, ketika suatu hari almarhum bapak mengajakku ke BRI. Tujuannya membuka rekening tabungan buatku. Tabungan khusus pelajar, tetapi aku lupa namanya.

Jika mengaitkan rumusan unik tersebut dengan situasi sekarang, aku jadi geli. Mengapa? Karena sekarang aku lumayan sering ke kantor BRI. Hanya saja kenyataannya, aku belum bisa disebut keren dan kaya. Hehehe ...

Lagi pula, ternyata bukan cuma orang kaya raya yang bisa meminjam modal usaha dari BRI. Siapa saja termasuk orang-orang dari golongan menengah ke bawah, asalkan sanggup mematuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan, bisa mendapatkan pinjaman modal usaha.

Kiranya hal tersebut sesuai dengan semangat reorganisasi yang dilakukan BRI pada tahun 1992. Tatkala itu dilakukan pemisahan bank umum dari sektor keuangan. Tujuannya memperkuat industri perbankan dan berfokus pada pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Komitmen BRI untuk peningkatan perekonomian masyarakat konsisten dijalankan. Tak mengherankan kalau BRI kemudian ditahbiskan menjadi Pahlawan UMKM. Kenyataannya memang demikian. Banyak pelaku UMKM yang tertolong oleh kucuran dana usaha dari BRI.

Zaman berubah. Sudut pandangku terhadap BRI juga berubah. Seiring dengan inovasi-inovasi dan adaptasi yang dilakukannya. Kiranya inilah kunci yang membuat BRI bisa bertahan.

BRI memang adaptif dengan dinamika zaman. Keanekaragaman layanan perbankan yang ditawarkannya, yang mampu melayani kebutuhan lintas generasi, merupakan buktinya.

Ngomong-ngomong kalau kalian bertanya mengenai hubunganku dengan BRI, tentu bakalan kujawab "sangat baik". Apa alasannya? Karena sejak tahun 2010 aku menjadi nasabah setianya melalui jalur Simpedes (Simpanan Pedesaan). Ini nih, buktinya. 
 

Dokpri Agustina


Lalu, mengapa kupilih Simpedes? Sementara diriku merupakan warga kota? Penyebabnya simpel saja. Saat itu uang yang kubawa ke kantor cabang terdekat, hanya cukup untuk membuka rekening Simpedes. 

Jangan buru-buru berkomentar, "Kenapa tidak buka rekening secara online?" Hmm. Bukankah 13 tahun lalu digitalisasi BRI belum sekeren sekarang? Aku pun belum kenal internet.

Jadi, bersyukurlah kalian wahai generasi milenial dan genZy. Kini digitalisasi BRI telah massif untuk seluruh programnya. Bahkan, BRI berbaik hati mengklasifikasikan cara kalian mengatur keuangan.

Silakan cermati gambar di bawah ini. Lalu, jadikan pertimbangan untuk merencanakan pengaturan keuangan kalian.
 

Dokumentasi BRI


Sekali lagi, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, sejauh ini aku masih percaya bahwa memang BRI untuk Indonesia (seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali). Iya, BRI masih sangat layak kita jadikan solusi perbankan andalan.

Bagaimana bisa ragu, jika kinerja keuangannya senantiasa kuat? Pada kuartal III tahun 2023 saja, BRI berhasil mencetak laba sebanyak 44,21 triliun rupiah.

Penutup

Demikian ceritaku tentang BRI (Bank Rakyat Indonesia), yang tak pernah berhenti untuk berinovasi demi kepuasan seluruh nasabahnya. Yang kukenal sejak aku masih anak-anak hingga sekarang, saat aku sudah punya anak.

Memang cepat sekali waktu berlalu. Menyebabkan banyak hal berubah. Kiranya dalam hal ini hanya satu yang tak berubah, yaitu tetap setianya BRI untuk Indonesia.

Selamat menapaki tahun yang ke-128, BRI!
Semoga tetap kuat dan hebat sehingga bisa melayani masyarakat dengan optimal.



REFERENSI

bri.co.id
kompas.com
Pengalaman pribadi




Minggu, 12 November 2023

Mari Menyeduh Semangat

2 komentar

HALO Sobat PIKIRAN POSITIF? Apakah masih penuh semangat sejauh ini? Hingga bulan ke-11 tahun ini?

Tak terasa, ya. Tahun 2023 tahu-tahu sudah sampai di November. Mana sudah nyaris pertengahannya pula. Apa kabar resolusi tahun baru dulu? Dalam rangka menyambut datangnya 2023 dulu itu?

Sudah sejauh apa eksekusinya? Sudah seberapa banyak pencapaiannya? Atau, jangan-jangan malah masih banyak yang belum dieksekusi? Atau ... malah belum ada yang dieksekusi sama sekali? 

Tenang, tenang. Andai kata sungguhan resolusi 2023 kalian belum ada yang tercapai sedikit pun, bahkan belum kalian usahakan sama sekali, tak perlu frustrasi. 

Aku tak mengajari kalian untuk santuy saja dalam mengkhianati resolusi lho, ya. Bukan begitu konsepnya. Idealnya, resolusi tahun baru itu ya dipatuhi. Bukan dijadikan resolusi untuk tahun baru berikutnya. Hehehe ...

Akan tetapi, begini. Aku yakin di balik belum terlaksananya resolusi kalian, pasti ada hal-hal yang menjadi alasan kuat. Bisa jadi resolusi kalian zonk semua sampai 2023 mau habis, tetapi justru punya pencapaian-pencapaian dahsyat di bidang lain. Yang justru di luar senarai resolusi.

Nah, nah. Kalau seperti itu 'kan berarti kalian tak perlu frustrasi. Itungannya tetap sukses mengukir prestasi. Soal tak patuh resolusi, itu perkara lain. 

Mungkin kalian akan menanyakan, "Gimana kalau resolusi masih zonk plus belum memiliki pencapaian apa pun di luar yang telah diresolusikan?"

Hmm. Ya sudah, sih. Yang penting tetap semangat saja. Kalau mulai merasa kekurangan semangat, ayolah bergegas menyeduh semangat lagi. Oke? 

Minggu, 10 September 2023

Begini Rasanya Ditinggal Bapak

41 komentar
APA kabar Sobat Pikiran Positif? Semoga kalian sedang baik-baik saja. Hepi. Tidak sedang mengalami suatu peristiwa yang menyedihkan. Sepertiku, beberapa waktu lalu.

Tepat pukul 03.20 WIB, tanggal 26 Agustus 2023, tunai sudah tugas bapakku di dunia fana ini. Setelah 42 hari terbaring lemah. Segala sakitnya, baik lahir maupun batin, sudah tak lagi ada.

Rezekinya di bumi Allah SWT sudah habis. Pertaliannya dengan ruang dan waktu telah usai. Meninggalkanku, yang hingga detik ini masih denial. Terkadang masih belum percaya kalau bapak sudah tiada.

Bahkan sejujurnya, aku baru satu kali menangis sebentar. Bukan sebab tak sedih. Justru sebaliknya, sebab saking sedihnya.

Aku tahu dan sadar banget bahwa saat perpisahan semacam ini pasti akan tiba. Cepat atau lambat.

Itulah sebabnya tatkala bapak masih ada, sepenuh hati aku berulang kali memohon kekuatan batin kepada-Nya SWT, jika tiba saatnya mesti menghadapi perpisahan abadi begini.

Hanya saja, aku sungguh menyesali keadaanku yang masih jauh dari kata sukses. Belum bisa menjadi anak kebanggaan bapak, padahal sudah setua ini. Eh, tahu-tahu bapak pergi ...

Apa boleh buat? Sesal kemudian memang tiada berguna. Memang aku yang lelet. Tidak bersegera dalam memperjuangkan yang terbaik dalam hidupku. Selagi bapak masih sehat dahulu.

Semoga kalian tidak mengalami penyesalan sepertiku ini, ya.


Jumat, 25 Agustus 2023

Cokelat Gemstone dari CLICKompasiana

4 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Kali ini kalian kupameri cokelat gemstone, ya? Yang konon dari Turki. Lalu, ada pula teman yang bilang bahwa itu merupakan oleh-oleh haji/umrah (berarti dari Mekkah atau Madinah).

Namun, entahlah. Mau dari mana saja asalnya, itu tak jadi problema. Bagiku, yang penting bentuknya loetjoek dan citarasanya lezat. Seloetjoek apakah? Ini nih, penampakannya.



Memang loetjoek 'kan? Seperti kerikil warna-warni. Itu tuh, yang biasa dijadikan hiasan dalam akuarium.

Terusterang saja sewaktu pertama kali membuka wadahnya, aku lumayan takjub. Wow! Betapa imoet dan loetjoek! Warna-warni membentuk harmoni.

Kemudian saat hendak mencomotnya satu untuk nyicip, sempat tebersit ragu di hati. Keras enggak, ya? Jangan-jangan ini memang kerikil akuarium?  Jenis keraguan yang konyol tepatnya. Lhahwong jelas-jelas makanan, kok.

Tentu saja manakala telah mendarat di mulut, si cokelat gemstone menunjukkan jatidirinya. Alih-alih keras seperti kerikil akuarium. Yang ada justru kelembutan, kerenyahan, dan kemanisan yang pas.

Pendek kalimat, pokoknya enak bangeeet!

O, ya. Sesungguhnya cokelat gemstone ini merupakan hadiah dari lomba menulis. Penyelenggaranya CLICKompasiana, yaitu komunitas kompasianer pengguna/pecinta kereta api.

Tatkala itu lombanya bertema "Stasiun Bersejarah Paling Dekat dengan Rumahmu". Karena berdomisili dekat dengan Stasiun Yogyakarta (Stasiun Tugu), otomatis aku menuliskan sejarah yang berkaitan dengan stasiun tersebut.

Jika ingin membacanya, silakan baca saja di Kompasiana ( "Stasiun Yogyakarta dan Perjalanan Rahasia Presiden Soekarno").

Tentu saja kelezatan cokelat gemstone ini makin istimewa sebab merupakan hadiah menang lomba. Keistimewaannya pun makin terasa mantap karena kuterima pada tanggal 16 Agustus, yaitu bertepatan dengan HUT-ku.

Serasa dikado setoples cokelat istimewa penuh cinta, deh.

Terima kasih, CLICKompasiana. Terima kasih Kompasiana.

MORAL CERITA:
Menulis bisa menyebabkan kita bahagia dan mendapatkan kado istimewa. Haha!



Minggu, 16 Juli 2023

Segera Terbit SENJAKALA RADIO

2 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Sedang bersantai demi menghabiskan akhir pekan? Agar makin seru, kutemani dengan cerita tentang Senjakala Radio, ya.

Apakah itu? Senjakala Radio adalah antologi terbaruku. Dalam antologi tersebut aku menyumbang satu tulisan berjudul "Radio, Bestie yang Tak Mengintervensi".

Berdasarkan judul buku dan judul tulisanku, kalian tentu sudah bisa menebak kalau buku ini berisi hal-hal terkait radio. 

Faktanya, Senjakala Radio berisi cerita-cerita mengenai keseruan yang dihadirkan radio. Iya. Begitulah adanya. Dahulu (bahkan sampai sekarang) radio memang seseru dan seasyik itu. 

Senjakala Radio merupakan antologi yang berdasarkan kisah nyata. True story. Jadi, sesungguhnya antologi ini adalah sekumpulan cerita nostalgia. Terkhusus nostalgia yang berhubungan dengan radio.

Tim penulisnya berjumlah 24. Mbak Lia (Aulia Manaf) yang menjadi motor penggeraknya. Tim tersebut terdiri atas para penyiar radio, baik yang masih aktif maupun yang sudah nonaktif, plus para pendengar setia.  

Dengan demikian, ada 24 kisah dan 24 sudut pandang tentang radio. Yang pastinya masing-masing memiliki daya tarik tersendiri. Itulah sebabnya subjudul yang disematkan di bawah judul adalah "Celoteh Nostalgia Beragam Rasa".

O, ya. Senjakala Radio setebal 250 halaman. Penerbitnya Jagat Litera Malang. Prapesan telah dibuka sejak tanggal 10 Juli lalu, hingga tanggal 31 Juli yang akan datang.

Yup! Zaman boleh berjalan ke depan. Radio pun mesti berhadapan dengan tantangan-tantangan kekinian. Sesuai dinamika tradisi dan teknologi. Namun, yakinlah bahwa radio belum akan punah dengan segera.

Percayalah. Radio masih menjadi sumber informasi dan hiburan. Bahkan, hingga beberapa tahun ke depan. Tentu dengan segala bentuk adaptasinya terhadap dinamika zaman.

Sekali lagi, percayalah. Senjakala Radio bukan merupakan karya yang dimaksudkan sebagai monumen kenangan. Senjakala Radio justru hadir untuk menginspirasi.


Jumat, 16 Juni 2023

Inilah 5 Manfaat Ikut Komunitas

10 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Kita ngomongin tentang manfaat berkomunitas, yuk. Mayoritas dari kalian pastilah pernah gabung komunitas.

Hmm. Jangan-jangan kita malah satu komunitas? Sekadar informasi, aku ikut komunitas IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis) Interaktif dan IIDN Jogja. Selain itu, gabung di KJog-Kompasianer Jogja dan KBJ (Komunitas Blogger Jogja).
 

Bersama anggota Kompasiana dan KJog (Dokpri Agustina)


O, ya. Ada satu lagi komunitas yang kuikuti, yang mendorongku (bahkan memaksaku) untuk konsisten menulis di blog ini, minimal 1 minggu 1 cerita.

Yoiii. Itulah komunitas #1minggu1cerita yang tak segan-segan mengeluarkan anggota dari WAG komunitas, manakala si anggota mangkir tak setor tulisan selama 5 minggu berturut-turut.

Kiranya itu faktor pemicu utamaku untuk tak melupakan blog ini. Memang sih, aku tak selalu menerbitkan tulisan tiap minggunya. Namun, yang penting 'kan niatku begitu. Muehehe ....

Kalaupun terpaksa bolos, kuusahakan sekuat tenaga jangan sampai lebih dari 3 minggu. Bahaya. Bisa terlena, keterusan malas menulis, lalu dikeluarkan dari WAG. Sementara untuk masuknya saja susah. Mesti antre berminggu-minggu.

Tampak kejam, ya? Namun, justru "kekejaman" itulah yang bikin semua warga #1minggu1cerita tidak melalaikan blog masing-masing. Meskipun mungkin ada pula sih, yang menulisnya 5 minggu 1 cerita.

Jadi, bagaimana? Apakah benar bahwa kita bernaung di komunitas yang sama? Coba cek WAG kalian. Ada namaku atau tidak? 
 

IIDN Jogja bersama Penulis Budi Sardjono (Dokpri Agustina)


Walaupun tidak begitu intensif berkomunitas, secara umum aku telah merasakan manfaatnya. Yang ternyata menyenangkan semua. Yang tidak bakalan kurasakan bilamana tidak pernah berkomunitas sama sekali.

Apa sajakah manfaat yang kurasakan itu? Berikut penjelasannya.

Silakan baca juga ceritaku terkait manfaat komunitas di tulisan ini.

1. Senantiasa Termotivasi

Amat kurasakan, sejak ikut komunitas motivasiku meningkat. Motivasi dalam hal apa saja. Terkhusus motivasi untuk menulis dan membaca. Jangan lupa, beberapa komunitas yang kuikuti adalah komunitas-komunitas kepenulisan.

Yang paling penting, aku termotivasi untuk rajin belajar. Belajar apa saja. Salah satunya belajar memotret dan membuat video.
 

Bersemangat mendokumentasikan apa pun (Dokpri Agustina)


2. Bertambah Teman

Komunitas terdiri atas orang-orang. Biasanya sehobi, seminat, dan satu tujuan. Sesuai dengan visi dan misi komunitas yang bersangkutan.

Sudah pasti kalau ikut komunitas, kenalan bertambah. Jumlah teman kita meningkat. Makin aktif terlibat dalam komunitas, bakalan makin banyak teman. Mungkin pula ada yang kemudian berjodoh.

Perkara teman meningkat, telah kubuktikan. Perkara teman yang kemudian berjodoh, belum kubuktikan.

3. Bertambah Pengalaman

Menjadi anggota komunitas berarti siap menambah pengalaman. Entah pengalaman baik ataupun buruk. Entah berharga ataupun retjeh. Yang ujung-ujungnya pengalaman itu bisa dijadikan tulisan dan konten medsos. Hahaha!

Jangan lupa pula, pengalaman itu mahal harganya. Bahkan tak jarang, berfungsi sebagai guru terbaik dalam hidup kita. Berarti bertambah pengalaman sama halnya dengan bertambah kaya dan pintar.

4. Mendapatkan Rezeki

Silakan tengok manfaat nomor 2. Mendapatkan teman, bahkan jodoh, itu pun termasuk rezeki. Yup! Rezeki memang bermacam-macam bentuknya. Ada yang materiil dan nonmateriil. 
 

Berpengalaman naik bus JHT karena Komunitas PPJ (Dokpri Agustina)


5. Bisa Terkenal

"Jika ingin terkenal, berkomunitaslah. Ikut komunitas dan aktiflah di situ," kata seorang kakak tingkat berpuluh tahun silam.

Kiranya perkataan kakak tingkat itu benar adanya. Walaupun belum terkenal sebab ikut komunitas, aku sungguh percaya rumusan itu. Alasannya, banyak orang jadi ngetop sebab dibesarkan oleh komunitas yang dibesarkannya. Minimal kalau aktif di komunitas, seseorang bisa tenar di internal komunitas tersebut.
 
Kiranya itulah 5 manfaat ikut komunitas yang telah kurasakan. Silakan banget lho, kalau kalian punya tambahan. Yuk, yuk. Langsung tulis saja di kolom komentar.
 
 
 
 


 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template