Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2025

Kampoeng Cyber Tamansari

16 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Liburan Natal dan akhir tahun makin dekat, ya? Liburan sekolah juga demikian. Hari-hari ini anak-anak sekolah sedang bersiap menerima rapor 'kan? 

Seperti biasanya, aku pun terlibat dalam hiruk-pikuk suasana liburan. Tepatnya sih, mau tidak mau terlibat. Kiranya itulah konsekuensi logis dari berdomisili di kampung yang merupakan kampung wisata. 

Sudah begitu, dekat pula dengan sejumlah spot wisata lain yang ada di jantung Kota Yogyakarta. Salah satunya Kampoeng Cyber Tamansari. Hmm. Apakah kalian pernah singgah di kampung tersebut?

Kalau belum, berarti kalian kalah dong dari sang pendiri Facebook. Mark Zuckerberg, orang nomor satu di Facebook itu, sudah mendatangi Kampoeng Cyber Tamansari pada tahun 2014. 

Mark tertarik untuk berkunjung sebab warga Kampoeng Cyber Tamansari sudah memanfaatkan internet dalam kehidupan sehari-hari mereka. Terutama untuk keperluan pengembangan bisnis UMKM. Keren 'kan?

Jangan lupa. Tatkala itu tahun 2014. Medsos belum banyak. Masih Facebook yang berjaya. Pun, masyarakat belum familiar dengan internet. Maka wajarlah kalau Mark sampai bela-belain datang ke Yogyakarta.

Mungkin kalian bertanya-tanya. Kok warga kampung tersebut pintar berinternet? Pintar, dong. 'Kan ada tokoh setempat yang piawai internetan dan bersedia menularkan kepintarannya itu kepada para tetangga. 

Ngomong-ngomong, mari teliti foto-foto yang kusuguhkan di sini. Ingat-ingatlah baik-baik. Siapa tahu kalian dulu pernah melewatinya tanpa sengaja? Tanpa paham kalau sesungguhnya sedang berada di area Kampoeng Cyber Tamansari Kota Yogyakarta.



Di atas adalah mulut gang menuju RT 36 Kampung Taman, yakni Kampoeng Cyber itu. Sementara di bawah adalah papan nama sekaligus petunjuk arah yang tertempel pada tembok salah satu rumah warga.


Di dalam kampung, ada pula papan petunjuk elektrik. Sebagaimana yang tampak pada foto di bawah ini.


Menyusuri jalanan di Kampoeng Cyber Tamansari terasa menyenangkan. Mengapa? Sebab banyak mural. Mari simak beberapa foto berikut ini.

Uniknya, ada tembok rumah yang dicat putih dan cuma ditulisi kalimat pendek dalam bahasa Inggris. Love is beautiful. Hurufnya dibuat dengan cat warna merah menyala. Entahlah. Itu termasuk mural atau tidak.

O, ya. Ada kejadian lucu ketika aku sedang berpose di depan mural yang ada di ujung kampung. Tiba-tiba saja seorang bocil mendekat. Dia minta dipotret di spot yang sama.


Selain mural, rumah-rumah di situ ada pula yang bentuknya unik atau dicat unik. Mari simak foto-foto berikut.

Nah. Menurut kalian bagaimana? Kampoeng Cyber Tamansari Kota Yogyakarta menarik atau tidak? Layak dimasukkan ke dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi atau tidak?


Senin, 10 November 2025

Sang Pahlawan Kebersihan

8 komentar

HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Selamat Hari Pahlawan. Jangan lupa. Hari ini tanggal 10 November, lho.

Masih ingat pelajaran semasa sekolah dulu 'kan? Mengenai alasan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional? Yup, penetapan itu merujuk pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Ngomong-ngomong, kali ini aku tak hendak membahas pro dan kontra yang sedang terjadi. Itu lho, pro dan kontra terkait akan ditetapkannya seorang tokoh menjadi pahlawan. Sama sekali bukan itu, ya. 

Di sini aku justru hendak ngomongin pahlawan dari kalangan bukan tokoh. Tak lain dan tak bukan, itulah pahlawan dari kalangan rakyat jelata. Siapakah yang kumaksud? Dialah sang pahlawan kebersihan kota. Terkhusus kota tempatku berdomisili.

Yup! Yang kumaksudkan adalah para penggerobak sampah. Bapak-bapak dan mas-mas, bahkan ada yang kakek-kakek, yang punya pekerjaan mengangkut sampah dari kompleks perumahan dan dari mana pun ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara).

Memang sih, urusan sampah dan kebersihan kota adalah pekerjaan mereka. Mereka digaji sehingga wajar kalau mesti bertanggung jawab penuh. Akan tetapi, bagaimana kalau suatu hari mereka tidak rutin mengangkuti sampah dari rumah-rumah? Atau, dari perkantoran-perkantoran dan tempat-tempat wisata? 

Sudah pasti kota akan kotor, bau, dan kumuh. Hal demikian sudah pernah terjadi di kotaku, Yogyakarta. Bukan sebab mereka mogok, melainkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir)-nya yang ditutup. Jadi, TPS tidak bisa dikosongkan sehingga otomatis penggerobak tidak mungkin mengangkuti sampah dari rumah-rumah.

Nah, lho. Bayangkanlah jika para penggerobak sampah mogok kerja sebulan atau berbulan-bulan. Tempo hari saat penggerobak sampah di kampungku sakit selama seminggu, kondisi kampung sudah seperti ini ...

Alhasil, ketika penggerobak kami sudah kembali sehat dan bisa mengangkuti sampah-sampah, kami menyambutnya dengan suka cita. Kami sambut sebagai pahlawan, dong.

Menurutmu bagaimana? Sependapat denganku atau tidak tentang sebutan pahlawan untuk pak sampah?


Senin, 27 Oktober 2025

Selamat Hari Bloger Nasional

24 komentar

Halo, Sobat PIKIRAN POSITIF! Hari ini Senin, tanggal 27 Oktober 2025. Terkhusus buat kamu yang mengaku bloger alias narablog, masih ingatkah kalau tanggal 27 Oktober merupakan Hari Bloger Nasional?

Selain ingat, masihkah konsisten ngeblog? Konsisten menulis secara organik, bukan sebab kewajiban dari sebuah job? Semoga masihlah, ya. Masak iya mengaku bloger, tetapi tidak pernah menulis di blog mana pun?

Etapiii, masih lumayan sih kalau masih menulis meskipun tulisannya bukan organik. Malah bagus banget dari sudut pandang ekonomi. Tiap tulisan bernilai rupiah, bahkan dolar. Not only curhatan melulu. Aku juga mauuu. Hehehe ... 

O, iyaaa. Mungkin sejak baca judul tulisan ini, kamu berpikiran bahwa aku sedang salah ketik. Blogger kok kutulis bloger? 

O, tidak. Itu bukan salah ketik, melainkan kesengajaan. Sebagai pengingat buatmu (sekaligus buatku) bahwa 'bloger' adalah bentuk baku dalam aturan bahasa Indonesia. Lebih baku daripada 'blogger'. Namun, sebab 'blogger' telah sangat lazim dipergunakan, tidak salah juga kalau kita mempergunakannya.

Yang penting konsisten dari awal sampai akhir dalam mempergunakannya di sebuah tulisan. Jika awalnya pilih pakai dobel 'g', gunakanlah itu sampai tulisan tuntas. Jika kemudian di tulisan berikutnya ingin pakai 'g' satu saja, lakukanlah sampai akhir juga.

Ngomong-ngomong, ada pula istilah lain untuk blogger/bloger. Istilah yang kumaksudkan adalah pengeblog dan narablog. Nah. Sekarang terserah kamu. Hendak pilih istilah yang mana?

Selamat Hari Bloger Nasional!


 


Kamis, 09 Oktober 2025

KEVIN GANI Garda Pangan

8 komentar


HALO, Sobat Pikiran Positif? Sehat-sehat 'kan? Sudah makan atau belum? Kalau belum, segeralah makan. Ambil makanan secukupnya saja. Sesuai kapasitas perut.

Kalau ambilnya berlebihan, nanti bakalan ada sisa. Adapun sisa makanan di piring rata-rata berujung di tempat sampah. Tuh 'kan. Jatuhnya mubazir. Memubazirkan makanan. Sementara mubazir adalah teman setan. 

Ketimbang jadi teman setan, lebih baik jadi temanku saja yuk. Aku kalau makan selalu habis. Kalau minum juga begitu. Kuncinya, ambil secukupnya sesuai kebutuhan. 

Bahkan ketika prasmanan di sebuah acara, sudah sejak beberapa waktu lalu aku selalu berhitung. Hanya mengambil makanan dan minuman yang paling kuinginkan. 

Itu pun tidak banyak-banyak. Tidak mempraktikkan aji mumpung. Semaksimal mungkin, aku membiasakan untuk tidak lapar mata. Plus berusaha menahan keinginan untuk mencicipi semua yang ada.

Ketika berbelanja sayuran dan bahan pangan pun begitu. Tidak asal stok bahan, tetapi sejak awal sudah sekalian merencanakan hendak dimasak apa dan kapan. 

Prinsipnya, Jangan sampai ada bahan pangan yang membusuk sebab kelamaan ngendon di kulkas. Kalaupun duit kita berlimpah ruah, tetap tak bijak kalau terbiasa buang-buang makanan dan bahan pangan.

Ini bukan semata-mata mengenai duit. Hemat dan cermat dalam mengelola bahan pangan mestinya dilakukan semua orang. Entah orang kaya ataupun orang miskin. 

Tahukah kalian? Sampah makanan itu berbahaya, lho. Mengandung gas metana. Bisa menimbulkan ledakan yang berbahaya. Kiranya di antara kalian ada yang ingat tentang adanya ledakan, di salah satu TPA sampah beberapa tahun silam. 

Di samping itu, buang-buang makanan dan bahan pangan berarti tidak menghargai perjuangan para petani. Mereka tekun mengolah sawah hingga panen. Mencangkul, memupuk, dan melindungi dari hama. Eh ... saat panen kok malah kita sia-siakan? 

Perlu diketahui, buang-buang makanan dan bahan pangan juga berarti pemborosan. Pemborosan atas semua sumber daya yang terlibat. Mulai dari pemborosan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga Sumber Daya Alam (SDA). 

Energi petani dan semua orang yang terlibat dalam proses penanaman hingga pemanenan terbuang percuma. Energi untuk pengangkutan, pengemasan, dan pendistribusian ke konsumen pun sia-sia. Lahan, air, dan pupuk yang dipergunakan sejak mulai menanam hingga perawatan jelang panen juga sia-sia.  

Intinya, buang-buang makanan dan bahan pangan memang perilaku buruk. Plus membahayakan ketahanan pangan di masa depan. Berdosa pula. Jadi, kocak sekali kalau kalian mempertahankan kebiasaan memubazirkan makanan/minuman.

Wuih. Aku tampak pintar sekali memaparkan tentang tentang food waste dan dampaknya. Hehe ... Sebetulnya sih, aku cuma meniru (baca: meneladani) Kak Kevin Gani

Siapakah dia? Kak Kevin Gani adalah Ketua Garda Pangan, yakni sebuah bank makanan (food bank). Sebuah organisasi yang sifatnya sosial. 

Oktober tahun lalu, Kak Kevin Gani terpilih sebagai penerima 15th SATU Indonesia Awards 2024. Dia merupakan perwakilan dari bidang Lingkungan. 

Penghargaan bergengsi tersebut diraih berkat konsistensinya dalam menyelamatkan makanan surplus yang masih layak dikonsumsi, yang kemudian didistribusikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan makanan (masyarakat prasejahtera, yang berada di bawah garis kemiskinan).

Kak Kevin Gani tentu tidak bergerak sendirian. Dia didukung penuh oleh dua pendiri Garda Pangan beserta seluruh anggotanya. Mereka sejak tahun 2017 telah memulai perjuangan untuk pangan berkelanjutan. 

Tentu semula tak mudah untuk bekerja sama dengan restoran, hotel, catering, ataupun pihak lain dalam mewujudkan food bank tersebut. Selain karena food bank tatkala itu masih asing, banyak pula resto dan toko yang punya kebijakan "aneh". 

Kebijakan aneh yang saya maksudkan begini. Karyawan tidak diizinkan untuk membawa pulang makanan/bahan pangan yang tersisa walaupun masih layak konsumsi. Alih-alih dibawa karyawan atau dibagikan  ke orang-orang di sekitar resto atau toko, makanan sisa layak konsumsi itu justru lebih pilih dibuang. 

Syukurlah konsistensi perjuangan Kak Kevin Gani dan kawan-kawan berbuah manis. Sekian tahun berlalu dan Garda Pangan makin memperoleh banyak dukungan. 

Suaranya mengajak zero food waste pun makin didengar khalayak.  Puncaknya adalah ketika Kak Kevin Gani menerima penghargaan dari SATU Indonesia Awards 2024.

Itulah kisah inspiratif dari Kak Kevin Gani dari Yayasan Garda Pangan. Semoga kalian sehabis baca tulisan ini menjadi makin bijak dalam memperlakukan makanan dan bahan pangan. 

Ingatlah. Dalam tiap piring dan gelas kalian ada proses panjang yang bakalan mubazir, jika kalian tidak menghabiskan makanan dan minuman di dalamnya.

#APA2025-KSB


Catatan:
Foto dalam tulisan ini diolah dari salah satu foto-foto yang tayang di akun Instagram Kak Kevin Gani, yakni saat dia sedang bersama Pak Anies Baswedan.


Senin, 06 Oktober 2025

Norbet U. K. Laki Pali

11 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga harimu baik-baik saja, ya. Selalu bisa berpikir positif, tetapi tidak positif yang toksik. 

Pun, selalu bersemangat dalam menyebarkan kebaikan. Bisa pula menginspirasi orang-orang di sekitarmu. Jika tidak bisa, minimal tidak mematahkan semangat orang lain. Hehehe ... 

Ngomong-ngomong, kali ini aku hendak mengajakmu berkenalan dengan Kak Norbet U. K. Laki Pali. Yang akun Instagramnya @norbet_pali 

Tangkap layar PP Instagram Kak Norbet


Siapakah dia? Dia adalah seorang tokoh muda dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Namanya tercatat sebagai salah satu penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2024. Dalam kategori Lingkungan dengan judul kegiatan "Aksi Bersih".

Pada akhirnya Kak Norbet memang belum berhasil menjadi salah satu dari lima yang terbaik. Akan tetapi, kiprahnya di bidang Lingkungan sangat konsisten. Sangat layak diacungi jempol. 

Konsistensi tersebut dapat kita lihat pada unggahan-unggahannya di Instagram. Di sana jelas tergambar betapa besar kepedulian Kak Norbet, terhadap alam dan lingkungan hidup. Dia senantiasa mengajak teman-temannya dan sesama kaum muda untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam.

Kak Norbet pernah memimpin aksi bersih-bersih pantai di Batu Nona. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Merupakan kolaborasi berbagai pihak dan melibatkan banyak anak muda.

Aksi positif itu tentu saja sangat menginspirasi. Menjadi kabar baik dari kaum muda, di antara kepungan stigma yang ada. Tidak mengherankan kalau aksi mereka itu sampai diangkat media setempat.


Itulah sekilas perkenalan dengan Kak Norbet. Salah satu anak muda NTT yang aktivitas positifnya di bidang lingkungan diberi penghargaan oleh Astra

Kalau kita berselancar dengan mengetikkan "Norbet U. K. Laki Pali" sebagai kata kunci, yang bakalan muncul pertama kali adalah profilnya sebagai mahasiswa Universitas Nusa Candana University Kupang NTT

Kemudian berita tentang ketenarannya sebagai delegasi DPR remaja perwakilan dari NTT. Ada pula berita tentang aktivitasnya terkait kewirausahaan mahasiswa dan literasi digital. Barulah kemudian bermunculan aktivitasnya terkait lingkungan hidup. 

Perlu diketahui, aktivitasnya terkait aksi bersih-bersih sampah dan pelestarian alam justru lebih banyak diinformasikan di akun Instagramnya.Itulah sebabnya aku sarankan, kalian follow akun Instagramnya saja. 

Nah. Menurutmu bagaimana? Kak Norbet sosok yang inspiratif sekali 'kan? Mari kita meneladaninya.

#APA2025-KSB

Senin, 15 September 2025

Wayang dari Limbah Plastik

16 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga kalian selalu sehat dan hepi, ya. Supaya makin hepi, aku tambahi dengan ceritaku tentang wayang plastik deh.

Wayang plastik? Iya, betul. Bahkan sesuai dengan judulnya, plastiknya itu plastik limbah alias plastik sampah. Dari botol bekas minuman itu, lho. Tepatnya bekas botol plastik air mineral. 

Setelah botol plastik limbah itu dibebaskan dari segala merk yang tertempel, botolnya dicuci (dibersihkan) jika kotor. Kalau sudah bersih ya sudah. Tak perlu dicuci lagi. 

Setelah bersih dan kering, botol dibongkar. Dijadikan lembaran dan diratakan supaya tak bandel melengkung-melengkung. Tentunya pakai alat, ya. Tanpa alat tertentu sepertinya mustahil bisa rata.


Pada foto di atas, yang di tangan kanan si mas itulah penampakan botol plastik yang sedang dijadikan lembaran rata. Terlihat berwarna cokelat sebab alas yang untuk meratakan kebetulan berwarna cokelat. 

Setelah botol plastik limbah menjadi lembaran yang rata, berarti siap diolah menjadi wayang. Iya, sesungguhnya sesimpel itu proses pengolahan botol limbah menjadi bahan baku wayang plastik. Tidak butuh perasaan dan keahlian khusus.

Perasaan dan keahlian khusus baru diperlukan, ketika kita memproses lembaran rata menjadi wayang. Mas dalam foto itu bilang, dia butuh 3 jam untuk membuat wayang plastik ukuran standar. 

Wayang ukuran standar yang dimaksudkan adalah yang dipegang di tangan kanannya. Kalau ingin foto yang lebih jelas, silakan lihat foto yang kupasang paling atas.

Sementara untuk bikin wayang ukuran gantungan kunci, si mas cuma butuh 10 menit. Ckckck. Sesuatu yang tampak rumit memang terasa gampang saja bagi ahlinya. 


Memang, ya. Kreativitas itu sungguh berharga. Bahkan, bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang estetik. Ujungnya menghasilkan duit pula. Keren banget 'kan? 

Wayang dari limbah plastik ini diproduksi di Kalurahan Gedongkiwo Kemantren Mantrijeron Kota Yogyakarta. Kiranya produksi wayang tersebut merupakan salah satu solusi kreatif-produktif atas permasalahan sampah yang akut di Kota Yogyakarta. Terkhusus di Kalurahan Gedongkiwo.

Saya sebut solusi kreatif-produktif karena memang aktivitas membuat wayang limbah itu tak sekadar untuk adu kreativitas, tetapi juga produktif. Menghasilkan sesuatu yang bisa dijual. To make money.

Jadi, tak mengherankan kalau Kemantren Mantrijeron meraih juara kedua dalam lomba Babad Siti Kemantren 2025 yang diselenggarakan Kota Yogyakarta. Saya yakin bahwa produksi wayang dari limbah plastik ini turut menyumbangkan poin besar untuk kemenangan tersebut. 

Nah. Menurutmu gimana? Ceritaku ini bikin hepi atau tidak? Semogalah, ya. Masak sih, kisah inspiratif begini justru bikin nangis?

Ngomong-ngomong, jika kalian tertarik untuk mengetahui lebih detil tentang wayang dari limbah plastik tersebut, silakan pantengin saluran YouTube dan akun Istagram Bank Sampah pa-Q-one (dibaca 'pakiwan'). Tautannya bisa dilihat pada foto paling bawah itu.

Kalau ingin langsung membeli wayangnya, silakan hubungi kontak-kontak WA yang tercantum pada foto di bawah itu juga. Tak usah bingung dengan adanya tulisan 'bank sampah' di situ. Bahan baku wayang memang berasal dari Bank Sampah pa-Q-one.





Minggu, 16 Maret 2025

IAD dari Galeri HP

20 komentar
HALO Sobat PIKIRAN POSITIF? Sehatkah? Bahagiakah? Semoga, ya. Semangat, semangat. Ayolah songsong Lebaran dengan gembira. Hehe ...

Kegiatan kalian apa selama Ramadan 2025 ini? Selain bekerja bagi yang pekerja kantoran? 

Kalau aku sebagai penulis dan editor lepas, kegiatanku pun tak jauh-jauh dari dunia tulis-menulis. Bahkan sebagaimana beberapa tahun sebelumnya, aku ikutan blog competion di Kompasiana. 

Nah. Itu berarti tiap hari selama Ramadan, aku mesti mengunggah sebuah tulisan yang temanya telah ditentukan admin. 

Tidak capek? Capek juga, sih. Namun, kalau sampai bolong sehari didiskualifikasi dari hadiah utama. 😁😁

Jadi, capek enggak capek aku tetap maksain diri buat nulis. Sejadinya sajalah. Demi menuntaskan komitmen awal, yaitu bersedia ikut menulis sebulan penuh.

Lagi pula, aku 'kan ingin juga menjadi penulis kaya dan beken seperti IAD. Hahaha! Ngomong-ngomong, adakah di antara kalian yang kenal dengan IAD? 

Iqbal Aji Daryono itu, lho. Salah satu mentor menulis yang terkenal dari Yogyakarta. Yang dalam foto-foto di bawah ini beliau tampak dikerumuni kaum wanita.  


Entah bagaimana ini tadi. Ketika sedang beres-beres galeri HP, ketemulah foto-foto saat acara Workshop Menulis  Essay. Tentu dengan IAD sebagai narasumber.





Minggu, 26 Januari 2025

Buang "Sampah" di Malioboro

14 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Gimana? Sedang menikmati akhir pekan yang panjang 'kan? Yeah! Lagi-lagi long weekend datang.


Berbahagialah kalian yang berkesempatan menikmatinya. Yang tidak berkesempatan alias tidak libur, tetaplah berbahagia.

Ingat. Bahagia itu tidak tergantung pada libur atau tidak libur, tetapi tergantung pada hatimu. Pun, pada caramu memandang kondisi kesehatan rekeningmu.

Sekali lagi, pada caramu memandang kondisi kesehatan rekeningmu. Caramu memandang lho, ya. Bukan the real kondisi rekeningnya.

Jadi tak peduli seberapa banyak isinya, jika kamu memandang kesehatan rekeningmu baik-baik saja, kamu pasti bisa hepi. Bisakah? Bisa banget. Aku sering membuktikannya, kok.

Bagaimana caranya? Simpel saja. Jika kondisi rekening mulai oleng dan virus-virus kestabilan jiwa terasa menggila, aku segera buang "sampah" ke Malioboro. Berbaur dengan wisatawan.

Kadangkala berjalan kaki di sepanjang trotoarnya. Dari selatan ke utara, balik lagi ke selatan. Yaiyalah. Aku memang harus balik ke selatan.

Mengapa? Sebab tempat tinggalku berada di sebelah selatan perempatan Titik Nol Yogyakarta. Jadi, aku bolak-balik bukan karena kehilangan orientasi melainkan memang harus begitu kalau masih ingin pulang. Haha!

Namun kalau sedang malas berjalan kaki, aku akan duduk-duduk di bangku yang tersedia di seantero Malioboro. Duduk sambil melamunkah? O, tentu tidak. Di Malioboro kok melamun. Rugi.

Malioboro itu hiruk-pikuk. Tidak kondusif buat bengong dan melamun. Lagi pula, di Malioboro itu segala rasa ada. Segala peristiwa ada. Semua menarik untuk dilihat. 

Aneka macam moda transportasi ada di sini. Rupa-rupa gaya busana wisatawan pun ada di sini. Aneka jenis barang dan makanan/minuman dijajakan. Hmm. Pokoknya bermacam-macam.

Yang ujungnya menginspirasi. Bikin hepi. Membangkitkan motivasi. Pun, pelan-pelan mengembalikan rasa syukur yang sempat mlengse akibat tertindih sampah-sampah pikiran.

Nah. Jika rasa syukur memenuhi rongga jiwa, apa yang terasa kurang? Enggak ada 'kan?





Senin, 30 September 2024

Traveling with Shapewear: Comfort, Style, and Convenience

33 komentar


Hi, Sobat PIKIRAN POSITIF! Today, I have a special advice for you. Hope you find your solution there. Please, check it out

Traveling with Shapewear: Comfort, Style, and Convenience

Have you ever asked yourself how travel can be improved with the help of shapewear? Whether it is a business trip or a leisurely vacation, having the correctly oriented undergarment can significantly alter the experience of the journey and the impression that is given. Feelingirl appreciates different factors such as comfort, fashion, and functionality of clothes and accessories, and we are convinced that collections of seamless thong bodysuit are unique accessories for trips.



Comfort on the Move 

Sitting, standing or walking for long hours is not unusual, especially while traveling; therefore, choosing a proper dress code is necessary. Feelingirl shapewear comes with a seamless build that supports your body gently throughout the trip. Due to the light fabrics and the diaphragm cuts, it gives easy mobility. This means you will not be quickly exhausted no matter how long you are on the road.


Stylish Support

It also shows that traveling does not necessarily mean letting go of a well-put-together appearance. Another of our Feelingirl shapewear can be worn under any clothing so that you may always look smooth. Whether going for a dinner in a fancy restaurant or a typical day out tour, a sleeved dress, or any dress will fit you perfectly and provide you with a good shape.

Convenience for Travelers 

One of the most outstanding advantages of using Feelingirl seamless body shaper is that it is easily portable. They are light and small enough to be packed within your luggage without occupying much space. This means you can carry many options but make them so you do not have to take many bags. Some are also easy to maintain, making them a perfect investment to accompany you on your travel essentials list.


Confidence Wherever You Go

Another benefit associated with the wear of shapewear during travel is its boost in confidence level. Given the charm of the stylish jeans paired with attractive blouses, a simple dress or leggings, it is essential for a woman to feel comfortable in her skin and the clothes she is wearing. Shapewear makes your figure look even better, and you will feel free on your trip as you are on the beach, hiking or a night out.

Feelingirl is committed to ensuring that our shapewear adds to the fun of traveling and is not a hindrance. Our collection is made to fit all your requirements and provide comfort, style, and convenience so that you always feel good.


Conclusion

Carry slimming bodysuit when traveling to make the trip even more appealing, fashionable, and comfortable without compromising self-esteem. Feelingirl shapewear is stylish, comfortable, and versatile, so you look good and feel confident wherever you go - for traveling or business meetings. Our shapewear is designed for short trips, where you only pack for the weekend and long holiday trips, where packing is for a month's vacation.


Rabu, 25 September 2024

Yuk, ke Posyandu Balita

20 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Kamu tahu posyandu? Itu lho, yang singkatan dari 'pos pelayanan terpadu'? Khususnya yang posyandu balita. Yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia lima tahun ke bawah.

Rasanya keterlaluan deh, kalau kamu sampai tidak tahu posyandu balita. Terlebih kalau kamu tidak bertempat tinggal di apartemen atau kompleks perumahan mewah. Atau, permukiman lain yang cenderung individualistik lingkungannya.

Mengapa kubilang keterlaluan? Karena di mana-mana di seantero Indonesia, posyandu balita ini eksis. Istilahnya, di mana ada kampung di situlah ada posyandu balita (bawah lima tahun).

Kalau di sebuah kampung sampai tidak ada posyandunya, terutama posyandu balita, perlu dijewer tuh lurahnya. Masih bisa dimaafkan kalau ketiadaan posyandu balita itu disebabkan oleh tidak adanya balita. Namun, apa mungkin?

Rasanya nyaris tak ada kampung yang warganya berusia lima tahun ke atas saja. Kalaupun ada malah mencemaskan. Berarti proses regenerasi terhenti. Kelak di kemudian hari, kampung itu bakalan kehabisan penghuni.

Sekali lagi, memang keterlaluan kalau kamu tak tahu posyandu balita. Makin keterlaluan kalau ternyata kamu lulusan posyandu balita. Kok lupa sama "almamater"sendiri? Hehe ...

Adapun kalau dirimu kini seorang ibu dan anakmu masih usia balita, tapi kamu tak tahu tentang posyandu balita, ckckck ...  Dapat dipastikan bahwa kamu tak pernah membawa buah hatimu ke situ. Pasti itu.

Duh! Jangan dilanjutkan dek, ya. Perilaku cuek pada posyandu balita itu sangat terlarang. Lebih-lebih kalau dirimu tak rutin membawa balitamu ke puskesmas atau rumah sakit buat cek ricek.

Ingatlah bahwa balitamu perlu posyandu. Tiap bulan harus dipantau tinggi dan berat badannya. Demikian pula, pertumbuhan dan perkembangannya.

Pertumbuhan itu meliputi kesehatan fisik. Ada gangguan kesehatan atau tidak? Berat badannya selalu bertambah tiap bulan atau naik-turun? Atau, malah selalu turun? Lingkar lengan dan lingkar kepalanya bagaimana?

Sementara perkembangan meliputi kemampuan si balita dalam melakukan respons dan stimulasi yang diberikan. Kepandaian dan keterampilannya selalu meningkat atau tidak?

Pokoknya hal-hal yang sejenis itulah yang akan dipantau posyandu balita. Yang tujuannya menyiapkan generasi emas Indonesia. Yang sehat lahir dan batin, no stunting.

Percayalah. Banyak untungnya bila mengajak balitamu rutin ke posyandu balita. Selain dipantau kesehatan dan kecerdasaannya, diberi vitamin gratis juga lho. Diberi obat cacing juga. Ada makanan tambahan untuk peningkatan gizi juga. Pokoknya diurusi betul, deh.

Nah. Bagaimana, nih? Masih ragu untuk ke posyandu balita? Jangan, dong.

Judul dan isi artikel ini secara spesifik menyebut posyandu balita. Tak hanya posyandu. Mengapa? Karena untuk memperjelas, agar tak menimbulkan kerancuan/pertanyaan.

Sekarang ini 'kan selain ada posyandu balita, ada pula posyandu remaja dan posyandu lansia. Ketiganya sama-sama posyandu, pos pelayanan terpadu, tetapi beda sasaran yang dilayani. Dengan demikian, beda pula tujuannya.

Semoga kamu dan kamu menjadi paham tentang dunia perposyanduan setelah baca artikel ini. Semoga.


Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI.
 

Rabu, 18 September 2024

Horeee Aku Naik Excavator

33 komentar
Seriuslah memeluk impian walaupun itu "cuma" ingin naik excavator!
~tinbejogja~



HALO, Sobat Pikiran Positif? Pernahkah kamu berada dalam situasi makbedunduk, tiba-tiba berhasil meraih cita-cita? Bahkan, ketika kamu tidak sedang memikirkannya. Plus kamu masih bingung mencari cara untuk meraihnya.

Misalnya nih, ya. Kamu punya impian untuk bertemu muka dengan Nicholas Saputra dan kemudian sarapan soto duduk bersebelahan dengannya. Sementara kamu samsek tak punya ordal yang berpotensi mewujudkan impian "retjeh" itu.

Tahu-tahu pada suatu hari, saat kamu sedang sarapan soto di sebuah warung, Nicholas Saputra datang bersama rombongan sepeda. Lalu, dia duduk persis di sampingmu. Apa enggak menyala, tuh?

Mungkin istilahnya, pucuk dicinta ulam tiba. Atau, bagai mendapat durian runtuh? Ah, entahlah. Entah apa istilah atau peribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi semacam itu. Bisa jadi istilah yang paling tepat ya makbedunduk itu tadi.

Sudahlah. Apa pun istilahnya enggak perlu diributkan. Yang jelas situasi makbendunduk itu lumayan bikin kaget. Namun, kagetnya kaget hepi. Jantung serasa nyaris copot. Ritme detaknya pun ugal-ugalan.

Nah. Pernahkah kamu mengalami hal demikian itu? Yang sesungguhnya bisa bikin sesak napas, tetapi ujungnya tertawa lepas. Gimana enggak tertawa lepas? Itu 'kan sebuah pengalaman menyenangkan. Sangat menyenangkan malahan.

Aku juga punya pengalaman menyenangkan serupa itu. Makbenduduk bisa menggapai cita-cita yang sekian lama terpendam dalam diam. Bahkan, ketika aku sedang lupa pada cita-citaku itu. Hehehe ... Sebagaimana yang kamu lihat pada foto di atas itu.

Yoiii. Aku memang telah lama punya cita-cita naik excavator. Telah beberapa tahun belakangan ini. Saking inginnya naik, sampai-sampai macam orang ngidam. Hanya saja apesnya, aku tak punya kenalan yang berpotensi bisa membantuku mewujudkan cita-cita tersebut.

Hingga suatu pagi aku jajan lupis di sebuah kampung di dalam tembok Kraton Yogyakarta. Usai jajan aku dan temanku tak langsung pulang. Kami memutuskan pura-pura jogging plus-plus.

Maksudnya plus pepotoan dan plus menuntaskan rasa kepo dengan isu pembongkaran deretan rumah warga. Yang lokasinya dekat tembok pembatas wilayah Kraton Yogyakarta. Kami ingin melihat, sudah sehancur apa kondisinya.

Sesampainya di lokasi, kami takjub dengan reruntuhan-reruntuhan yang ada. Pun, dengan alat-alat berat yang ada di lokasi tersebut. Luar biasa. Sederetan rumah tinggal dan kios mungil yang dahulu utuh berdiri, kini sudah tak lagi berbentuk bangunan. Entahlah berpindah ke mana orang-orangnya.

Dengan perasaan mendayu-dayu, aku jeprat-jepret mengabadikan segala keluluhlantakan tersebut. Hingga akhirnya tersadarkan bahwa ada excavator di situ. EXCAVATOR! 

Akhirnya tanpa babibu aku minta dipotret di depannya. Senyampang nemu alat berat impianku ini. Selagi cita-citaku berfoto dengannya bisa terwujud nyata. Alhasil, jadilah foto berikut.


"Kenapa tidak berfoto di dalamnya saja? Itu. Naik dari sana itu. Ayo!"

Seorang bapak muncul dari warung seberang jalan dan berbicara kepada kami. Rupanya sejak tadi dia mengawasi tingkah kami di depan excavator. Dia adalah operatornya. 

Tentu saja itu tawaran emas. Bagai kerbau dicucuk hidungnya, kami pun mengikuti si bapak. Wow, wow, wow! Dengan setengah percaya saya segera naik dan mengambil posisi duduk nyaman di ruang kemudi excavator. Luar biasa, luar biasa! Nyaman sekali duduk di situ. 

Siapa yang menyangka kalau pagi itu cita-citaku yang rasanya sulit tercapai, malah terwujud secara tiba-tiba? Sementara aku datang ke lokasi excavator justru dalam kondisi tak ingat pada alat berat itu.

Dalam hidup ini pastilah manusia banyak mendapatkan kesedihan dan kegembiraan. Silih-berganti sesuai dengan porsinya. Begitu pula halnya dengan kamu 'kan? Nah. Kalau pengalaman menyenangkanmu apa? Cerita dong, di kolom komentar.

Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI.

Rabu, 11 September 2024

Memori Wastafel Covid-19

28 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Masih ingatkah kamu dengan situasi semasa pandemi Covid-19? Tatkala tiap saat digaungkan anjuran untuk di rumah saja dan bekerja dari rumah, hingga akhirnya tiba pada masa PPKM dan berujung bebas beraktivitas di luar lagi, tetapi dengan kenormalan baru.

Adapun kenormalan baru (new normal) yang dimaksudkan, tak lain dan tak bukan berupa kewajiban untuk memakai masker. Tiap orang harus bermasker jika berkegiatan di luar rumah. Terutama kalau kegiatannya mesti berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, porsi interaksinya dibatasi. Tidak boleh lama-lama dan jumlah orangnya tidak boleh banyak-banyak. Harus pula jaga jarak.

Lalu, ke mana-mana kita mesti membawa hand sanitizer. Kalau mau menggaruk area muka yang gatal, kita mesti membersihkan tangan dulu. Hendak makan atau minum pun demikian. Bisa dengan hand sanitizer yang kita bawa atau dengan mencuci tangan di wastafel umum, yang mendadak bermunculan bagaikan cendawan di musim hujan.

Iya, lho. Selama pandemi Covid-19 di seantero kotaku bermunculan wastafel umum. Bentuknya beragam. Ukurannya berlainan. Ada yang tampilannya mewah, ada yang simpel saja. Ada yang disediakan oleh instansi tertentu, ada yang disediakan perorangan. Salah satunya yang tampak pada foto berikut.



Wastafel yang tampak pada foto di atas merupakan wastafel resmi dari pemkot Yogyakarta. Dibagikan ke kampung-kampung yang termasuk ke dalam wilayah Kota Yogyakarta. Dengan demikian, kamu pasti tidak familiar dengan wastafel hijau itu kalau tidak berdomisili di Kota Yogyakarta.

Kupikir-pikir, seruan untuk cuci tangan sangatlah keren. Terlebih disertai dengan disediakannya wastafel di berbagai titik. Jadi, bukan model anjuran omdo alias omong doang.

Makin keren ketika ternyata penyedia wastafelnya berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari pihak pemerintah. Bukankah ini menunjukkan kepedulian tinggi dari masyarakat?



Mungkin sebetulnya ada yang kurang peduli. Mereka bisa jadi ikut menyediakan wastafel demi tujuan tertentu. Misalnya untuk keperluan branding. Namun sebagai rakyat jelata, hal itu tak jadi masalah bagiku. Yang terpenting adalah manfaat dan fungsinya.

Sejujurnya aku merasa hepi dengan kehadiran wastafel di tempat-tempat umum. Terlebih kalau bentuknya estetik. Sebab selain memudahkan kalau hendak mencuci tangan pada saat nongkrong, wastafelnya bisa dipotret. Koleksi foto wastafelku banyak, lho. Sampai kubuat album di Facebook.



Namun seperti yang biasa terjadi, wastafel-wastafel itu kini tiada berbekas. Apa boleh buat? Pandemi berhenti, budaya cuci tangan juga dipaksa berhenti. Kalau wastafelnya saja dihilangkan, otomatis kita tidak bisa mencuci tangan. Karena fasilitasnya tidak ada, lama-kelamaan budaya cuci tangan yang telah terbangun menjadi runtuh. Dipaksa berhenti.

Ke manakah wastafel-wastafel itu? Entahlah. Akan tetapi, kuyakin kalau semuanya pasti dijadikan rongsokan. Saat masih berada di lokasinya saja dibiarkan berkarat. Pun, tak ada air bersihnya.



Sayang banget sebetulnya. Andai kata semua wastafel umum warisan zaman pandemi Covid-19 itu dirawat, dipelihara baik-baik sehingga tetap berfungsi, tentu orang-orang hingga sekarang masih bisa mempergunakannya. Dengan demikian, ajaran gaya hidup sehat melalui kebiasaan mencuci tangan tetap lestari.

Perlu diketahui, kebiasaan mencuci tangan (apalagi dengan sabun) adalah salah satu kunci hidup sehat. Bukan cuma saat pandemi Covid-19, melainkan kapan pun. Bahkan ada Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, lho. Yang jatuhnya tiap tanggal 15 Oktober.

Nah 'kan? Sayang bangeeet, malah peranti penunjang kebiasaan cuci tangannya dimusnahkan. Tanpa jejak sama sekali. Untung saja aku sempat mendokumentasikan sebagiannya.

Heran juga. Kenapa kita selalu begini? Di awal berlomba-lomba membuat wastafel aneka bentuk, ujungnya berlomba-lomba mengabaikan pemeliharaannya. Sementara kalau semua wastafel terpelihara baik, bisa sekaligus berfungsi sebagai monumen pengingat. Pengingat bahwa kita pernah melewati pandemi Covid-19.

Sekali lagi, apa boleh buat? Suka tidak suka memang harus diakui bahwa kita ini punya budaya "bisa membuat, tetapi tidak piawai merawat". Apakah perlu diruwat?

Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI.

 

Rabu, 28 Agustus 2024

Bersikaplah Seperti Lamine Yamal

30 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian tidak sedang dirundung pikiran negatif, ya. Hush hush. Jauh-jauhlah sana pikiran negatif. Ingat, ingat. Pikiran negatif bisa memantik banyak penyakit. Minimal berpotensi bikin enggak doyan makan dan susah tidur.

Oleh karena itu, jangan hobi beramah-tamah dengan pikiran negatif. Hindari kebiasaan suuzon melulu kepada orang lain. Atau sebaliknya, jangan terbiasa overthinking hanya gara-gara merasa  diliatin terus oleh seseorang. Jangan-jangan seseorang itu sebetulnya tidak sedang melihatmu. Kamu saja yang ke-GR-an sampai overthinking.

Pokoknya katakan tidak pada pikiran negatif. Tidak, tidak, tidak. Jangan dek, ya. Pokoknya jangan. Sekalipun dirimu sekarang mungkin sedang didera kekalutan cinta, jangan serta-merta ingin mengakhiri hidup.

Please, deh. Kalau patah hati jangan buru-buru ingin mati. Ayolah cari satu alasan meskipun receh, yang bisa membuatmu bertahan di dunia fana ini. Misalnya belum sempat nyicip Yammie Padokan yang kokinya pernah meliput Piala Dunia Rusia pada tahun 2018 lalu.

Pokoknya apa sajalah. Tolong cari-cari alasan apa pun yang bisa kembali membuatmu bersemangat untuk menjalani hidup. Tendang jauh-jauh pikiran untuk mati. Percayalah. Itu enggak ada untungnya sama sekali. Patah hati kok solusinya mati. Cemen itu.

Jika kamu penggemar sepakbola, terkhusus fans berat Timnas Spanyol dan Klub Barcelona, kamu mestinya bisa meniru sikap tabah Lamine Yamal.

Lihatlah dia yang baru 17 tahun itu. Sesaat setelah memenangkan trofi Euro 2024, dia baru mempublikasikan pacar cantiknya. Tahu-tahu tak lama kemudian, terdengar kabar pacar cantiknya berselingkuh. Putuslah hubungan cinta mereka. Entah benar entah tidak, entah kelanjutan kisah mereka seperti apa, yang jelas ada kabar kalau keduanya sudah saling unfollow akun Instagram.

Terusterang kabar percintaan Lamine Yamal yang muram itu mencemaskanku. Kukira para penggemar sepakbola, terutama pendukung Spanyol dan Barcelona, juga memiliki kecemasan yang sama. Sama-sama mencemaskan performanya di lapangan. Namun, syukurlah Lamine Yamal tetap menyala. Dia mampu bersikap profesional rupanya.

Baru-baru ini Arhan, salah satu penggawa Timnas Garuda, juga dikabarkan telah diselingkuhi sang istri. Entah itu sekadar desas-desus atau kabar super serius, mau tidak mau bikin cemas juga. Bikin aku dan kamu serta jutaan pendukung Timnas Garuda khawatir akan performa Arhan. 'Kan gawat banget kalau konsentrasinya dalam menghadapi pertandingan penting malah buyar karena cinta.

Diselingkuhi itu sakit sesakit-sakitnya. Kita butuh sejumlah waktu untuk move on dari rasa sakit itu. Sementara Arhan sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan penting bersama Timnas Garuda, mengapa harus berembus kabar yang tak sedap itu? Semoga sih, Arhan baik-baik saja walaupun kabar perselingkuhan tersebut benar adanya.

Pendek kata, semoga Arhan mampu meniru Lamine Yamal. Dibikin patah hati, tetapi bensinnya tak habis-habis. Sanggup selalu menyala! Kamu dan kamu juga harus begitu, ya.

Dokumentasi Tim Euro 2024

Artikel ini adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI .



Minggu, 25 Agustus 2024

Bung Karno di Titik Nol Jogja

30 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Mumpung masih Agustus, kita ngomongin pahlawan yuk. NKRI yang resmi berdiri tanggal 17 Agustus 1945 'kan sebab perjuangan para pahlawan. Mulai dari pahlawan yang namanya tercatat oleh tinta emas sejarah, hingga pahlawan tak dikenal.

Nah. Kali ini yang hendak kubicarakan adalah Bung Karno. Mengapa Bung Karno yang kupilih? Simpel saja alasannya. Karena tempo hari ketika malam-malam lewat Titik Nol Jogja, ada patung Bung Karno di pojokan perempatan. Patungnya pun berukuran raksasa sehingga mencolok mata.


Kalian pasti tahu beliau 'kan? Kalau sampai tidak tahu kok ya sungguh keterlaluan. Bung Karno atau yang nama lengkapnya Soekarno adalah proklamator kita. Dengan didampingi oleh Bung Hatta, beliau menyatakan kemerdekaan Indonesia 79 tahun silam. Di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, pada Jumat tanggal 17 Agustus 1945.

Sungguh. Luar biasa besar ukuran patung Bung Karno yang kujumpai itu. Aku malah penasaran, bagaimana cara mengangkutnya dari studio (tempat pembuatan) sampai ke situ. Ke pojokan Gedung BNI yang ada di perempatan Titik Nol Jogja itu.


Namun, sayang sekali aku tidak menemukan keterangan tentang patung Bung Karno tersebut. Sudah celingukan ke sekitar patung, di bawah-bawah dekat kedua telapak kakinya, tetap tak kutemukan keterangan. Jadi, diriku tak tahu itu karya siapa dan dibuat dari bahan apa. 

Memang sih, aku dan dua temanku malam itu langsung tahu kalau patung berukuran raksasa tersebut adalah patung Bung Karno. Kukira orang-orang Indonesia pada umumnya juga tahu. Akan tetapi, para wisatawan mancanegara 'kan rata-rata tidak tahu. Tatkala malam itu pun aku sempat melihat seorang mas bule nan tamvan celingukan ke sekitar kaki patung. Rupanya dia mencari keterangan juga. Yang tentu saja hasilnya nihil.

Yeah! Apa boleh buat?

Minggu, 11 Agustus 2024

Mencari Gang Joko Pinurbo

32 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian sehat selalu dan senantiasa berpikiran positif. Masih mau membaca ceritaku 'kan? Oke. Kali ini tentang aksi Komunitas #purapurajogging yang setengah gagal mencapai tujuan utamanya. Hehe ...

Yeah? Namanya juga setengah gagal. Berarti setengah berhasil. Artinya, enggak gagal-gagal amat alias enggak begitu sukses; kalau diukur dari rencana awalnya. Apa boleh buat? Hidup memang acap kali begitu 'kan? Sering tidak mulus berjalannya sebuah rencana.

Mungkin kalian bertanya-tanya. Kegagalan dalam hal apa yang hendak kuceritakan? Apakah dalam hal bercita-cita? Hmm. Bolehlah dibilang begitu. Tepatnya cita-cita kami, aku dan kawan-kawanku di Komunitas #purapurajogging, untuk berswafoto dengan plang nama gang. 

Mungkin kalian bertanya-tanya lagi. Seistimewa apa plang nama gang tersebut? Kok bisa-bisanya kami jadikan cita-cita untuk bekgron berswafoto? Ow, tentu jauh lebih istimewa daripada Yogyakarta. Muehehe ...

Jadi, plang nama gang itu bertuliskan "Gang Joko Pinurbo". Nah, lho. Kalian tahu Joko Pinurbo atau tidak? Yoiii. Benar. Joko Pinurbo yang penyair itu. Yang punya sapaan tenar "Jokpin". Yang salah satu puisi karyanya lekat dengan Kota Yogyakarta. Selalu dipakai khalayak untuk mendefinisikan komposisi kota tersebut.

Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan

Ingat 'kan? Harus, dong. Keterlaluan kalau sampai enggak ingat. Terlebih jika di galeri HP kalian ternyata ada foto kalian sedang mejeng di Teras Malioboro 1 dan tepat persis di depan tulisan tersebut. 

Baik. Mari kembali ke soal Gang Joko Pinurbo yang berlokasi di Kemantren Wirobrajan. Bagaimana bisa kami, orang-orang yang ber-KTP Kota Yogyakarta (bahkan diriku tercantum resmi sebagai warga Kemantren Wirobrajan), sampai tidak bisa menemukan plang bertuliskan "Gang Joko Pinurbo"? 

Sementara dengan panduan Mbah Gugel, setelah berkali-kali kami cocokkan foto-foto di internet dengan posisi kami di TKP at that time, rasanya sudah betul. Semua pertandanya sudah cocok semua. Namun, mau gimana lagi? Sekian lama celingukan dan cekrak-cekrek di area situ tetap tak terjumpai tulisan yang kami cari.

Akhirnya kami putuskan menyusuri gang yang kami yakini sebagai Gang Joko Pinurbo itu. Tentu sembari berusaha menerka-nerka, yang manakah kiranya yang merupakan rumah almarhum Penyair Joko Pinurbo. Sudah pasti aku dan kawan-kawan tak berhasil. Maklumlah, ya. Enggak ada clue sama sekali tentang posisi dan bentuk rumah itu.

Harus diakui, kami mencari Gang Joko Pinurbo memang berdasarkan berita di internet. Cuma dipandu berita yang kurang detil. Kami super pede pasti bakalan menemukannya dengan mudah. Mengapa sepercaya diri itu? Karena lokasinya di Kampung Wirobrajan. Istilahnya, ming kono bae. Hanya di situ kok, pasti gampang ditemukan. KTP-ku saja satu kemantren dengan gang yang kami cari.

Eh, rupanya tak segampang ituuu. Terlebih kami sejak awal pencarian sudah terintimidasi oleh gonggongan anjing. Haha! Bagi orang yang tak takut anjing tentu biasa saja. Cuma digonggongi, kok. Masalahnya, kami ini 'kan kaum introvert yang takut anjing. Baru digonggongi saja sudah merasa akan diterkam! Hingga ambyar segala ide dan kreativitas kami dalam blusukan. Hehe ...

Ya sudahlah. Yang terpenting upaya kami mencari Gang Joko Pinurbo tak sia-sia. Karena usut punya usut, kami sesungguhnya telah menemukan gang tersebut. Adapun plang namanya memang sedang diperbaiki. Itulah sebabnya kami cari-cari tidak ketemu. Lhah ternyata memang tidak terpasang. Mestinya ada di posisi tulisan "Jalan Setiaki" (lihat foto di bawah).

Bagaimana kami bisa tahu? Sebab saat salah satu dari kami posting di FB, ada komentar dari seseorang yang menginformasikan bahwa plangnya sedang diperbaiki. Mungkin dia warga sekitar situ atau malah memang tetangga almarhum JokPin.

Perlu diketahui, nama Joko Pinurbo memang baru-baru ini dipakai sebagai nama gang. Setelah beliau wafat. Sebagai penghormatan sekaligus kenangan bahwa di gang tersebut pernah tinggal seorang penyair beken Indonesia yang bernama Joko Pinurbo. 

Yup! Itulah sebuah bukti nyata dari peribahasa "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan budi". Semoga kita semua kelak akan meninggalkan budi dan kebaikan. 

Minggu, 02 Juni 2024

Akun Instagramku Kenapa?

42 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Sedang baik-baik sajakah keadaan kalian? Semoga, ya. Kalaupun selama Mei banyak kekurangberuntungan, mudah-mudahan pada Juni ini segalanya beranjak baik. 

Hari ini Juni sudah terjalani nyaris 2 hari. Semoga sejak kemarin, Juni kalian menyenangkan hingga bulan baru tiba. Tentu harapannya setelah bulan berikut tiba, hal menyenangkan selama Juni tetap berlanjut.

Hmm. Sesungguhnyalah aku sedang memotivasi diriku sendiri. Besar bangeeet harapanku agar diriku kembali menyalaaa.

Terusterang sejak minggu keempat Mei, aku ada kendala jaringan. Gawat banget 'kan? Dari kartu X yang no signal kuganti ke kartu Y. Eeeh, rupanya pakai kartu Y pun jaringan internetku mati segan hidup tak mau. 

Bikin puyeng pokoknya. Seorang pekerja lepas yang tipe kerjaannya mengandalkan internet kok terkendala jaringan internetnya. Semacam kiamat kecil 'kan?

Akan tetapi, rupanya masih ada hal yang lebih bikin puyeng. Bikin super cemas. Hal apakah? Tak lain dan tak bukan, mengenai akun Instagramku. Sejalan dengan kendala jaringan internet, kok ya beberapa kali akun Instagramku ditangguhkan. Alhamdulillah begitu kuajukan banding, langsung balik normal. 

Alhamdulillah selalu ada teman yang memberitahu, bila tiba-tiba akunku itu raib. Semoga segera kondusif. Aamiin YRA.

Selama ini hal mencemaskan tersebut terjadi, kalau aku buka Instagram malam-malam di atas pukul 22.00 WIB. Namun, hari ini kok mendadak ada email pemberitahuan penangguhan pada pukul 19.22 WIB. Why, oh, why? Apa mungkin ada yang akan meretasnya?

Adakah di antara kalian yang paham dengan nasib akun Instagramku itu? Apa penyebabnya? Aku mesti gimana menghadapinya? Tolong aku, ya.



Minggu, 12 Mei 2024

Just Follow Your Heart

38 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian sedang hepi dan terberkahi. Bukan sedang gundah gulana akibat terbebani apalah-apalah.

Memang  sih, hidup tak selalu berjalan lancar. Rasanya selalu saja ada jebakan batman di sana-sini. Apa boleh buat? Namanya juga hidup. Pastilah seperti itu kondisinya. Dinamis. Sebab terlalu dinamisnya, kadangkala malah sampai gronjal-gronjal. Namun, kalau statis alias diam saja berarti malah mati. Iya 'kan?

Menurutku, sikap just follow your heart sangat diperlukan demi memelihara kestabilan jiwa. Sebagai salah satu perwujudan dari prinsip mencintai diri sendiri.

Kalau memang kita ingin melakukan A, sedangkan orang-orang menuntut kita melakukan B, ayolah berani untuk tetap melakukan A. Tak usah ragu-ragu dengan pilihan kita. Mengapa? Karena kita pasti punya alasan-alasan kuat dalam menentukan pilihan tersebut.

Yup! Kitalah yang paling tahu arah mana yang hendak kita tuju. Bukan orang lain. Kalau boleh jujur, justru orang lain cuma bisa merecoki. Hahaha ... 🎃🎃

Yang terpenting kita mau bertanggung jawab. Kalau pilihan kita ternyata salah, kita tak kemudian sibuk cari kambing hitam. Tak menyalahkan siapa pun sedikit pun. Begitu, lhooo.

Jadi gimana? Sudah siap bersikap tegas buat mengikuti kata hati? Atau, masih maju-mundur cantik untuk melakukannya? Tenang, tenang. Bisa dilatih, kok. Latihannya pun gampang. Misalnya dengan membiasakan cuek saja untuk jalan-jalan disertai pepotoan.



Demikian ceritaku hari ini. Kusudahi sekian saja, ya. Semoga bisa bikin hepi dan menginspirasi. Minimal tak bikin perasaan kalian tambah kacau.

Oke, oke. Pokoknya just follow your heart deh, ya. Sejauh tak melanggar norma-norma tentulah aman. Tidak bakalan mengganggu dan merugikan siapa pun.


 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template