Kamis, 29 Februari 2024

Tahun Kabisat 2024

3 komentar


HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Apa kabar kalian hari ini? Tepat pada Tahun Kabisat, pada tanggal 29 Februari 2024 ini?

Kalau kabarku sejujurnya tidak begitu baik. Entahlah kapan bakalan membaiknya. Semoga sih, segera oke gas oke lagi semangatku yaaa. Muehehe ...

Makanya semangati aku dengan MTA, dong. "Menyala Terus Abangkuuuh." Haha!

Mari kembali ke Tahun Kabisat. Yup. Tahun 2024 ini merupakan Tahun Kabisat. Maksudnya, jumlah hari di Februari sampai mencapai 29.  Silakan cek, deh. Biasanya Februari maksimal sampai hari ke-28 'kan?

Tahun Kabisat cuma terjadi empat tahun sekali. Jadi, orang-orang yang lahir pada Tahun Kabisat akan merayakan ultah ke-1 pada saat berumur empat tahun. Adapun ultah ke-17 yang konon istimewa, tak bakalan bisa mereka rayakan secara presisi tepat pada hari H.

Walaupun tidak lahir pada tanggal 29 Februari, aku selalu berusaha mengingat Tahun Kabisat. Tujuannya satu, yaitu agar tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada adikku.

Kasihanlah ya, kalau sampai kelupaan. Mesti menunggu empat tahun berikutnya. BTW tahukah kalian, umur berapa adikku kalau dia merayakan ulang tahun yang ke-5? Silakan jawab di kolom komentar.

Sebagai penutup, aku hendak memberitahukan pula bahwa Suneo dan N. H. Dini juga lahir pada Tahun Kabisat. Hmm. Kalian tahu mereka atau tidak? Semoga tahu. Kalau belum, semoga mau mencari tahu.


Senin, 19 Februari 2024

Story of My Pemilu 2024

37 komentar
APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Semoga kalian dalam kondisi hepi dan senantiasa diberkahi oleh-Nya SWT. Alhamdulillah ya, kita telah melewati Pemilu 2024.

Ayo, mengaku. Pada 14 Februari 2024 lalu, kalian ke TPS atau tidak? Yup. Ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Enggak lupa kalau pada tanggal itu ada pilpres sekaligus pileg 'kan? Enggak golput 'kan?

BTW aku bersyukur karena pada Pemilu 2024 ini batal golput. Walaupun sejujurnya, ketidakgolputanku tidak begitu organik. Maksudnya, aku tuh sesungguhnya berangkat ke TPS dengan terpaksa. Bukan demi tujuan mulia semacam menunaikan hak dan kewajiban sebagai WNI. Bukan atas nama kesadaran bahwa satu suaraku akan sangat bermanfaat, melainkan gara-gara ditelepon Pakdhe.

"Jadwal kita sampai setengah sepuluh.  Nomor urut kita kecil, lho! Cepat berangkat. Undanganmu kubawa sekalian. Kamu langsung nyusul ke TPS saja. Cepat! TPS-nya di sebelah angkringan Pak Bambang."

"Lebih dari setengah sepuluh masih boleh kok, Pakdhe. Batas terakhirnya pukul satu nanti. Penjadwalan itu agar enggak numpuk saja antreannya," kataku.

"Enggak, enggak. Cepat, cepat. Segera ke sini saja kamu. Jangan bikin repot petugas!"

Singkat cerita, setelah gedubrakan mempersiapkan diri sehabis ditelepon Pakdhe, aku dan Adiba tiba di TPS dengan ngos-ngosan. Gimana enggak gedubrakan? Ditelepon sekitar setengah sembilan dan kami masih rebahan. Masih malas-malasan buat mandi. Haha!

Syukurlah saat turun dari angkutan daring, tanda waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh kurang tiga menit. Paaas banget. Syukurlah pula TPS-nya di tepi jalan. Begitu keluar mobil bisa langsung masuk barisan antrean. Nah, sembari antre itulah mata kami bergerilya mencari Pakdhe sekeluarga.

Yoiii. Aku batal golput sebab sungkan. Alamat KK dan KTP-ku 'kan numpang di tempat Pakdhe. Jadi, namaku tercantum di DPT situ. Bukan di tempatku berdomisili.

Sudah pasti ada jarak lumayan yang mesti ditempuh untuk sampai ke TPS. Butuh tenaga dan uang. Plus semangat (atau rasa sungkan yang besar hihi ...).

Dari tempatku berdomisili ke TPS memang cuma sekitar 2 km. Akan tetapi, itu jarak nanggung. Ditempuh dengan berjalan kaki bikin lelah dan berpotensi kepanasan/kehujanan. Ditempuh dengan kendaraan pribadi, enggak punya. Solusi terjitu ya naik angkutan daring.

Namun, masa tunggu orderan angkutan daring saat pemilu selalu lama. Jauh lebih lama daripada hari-hari biasa. Jauh lebih lama menunggu driver tiba daripada durasi naik angkutannya.

Maklumlah. Para driver, baik untuk sepeda motor maupun mobil, juga berpartisipasi dalam pemilu serentak 2024. Jadi, ada yang ke TPS dulu sebelum narik. Ada pula yang malah enggak narik sebab pulang kampung untuk mencoblos di sana.

Ah, kereeen mereka. Pulkam demi mensukseskan Pemilu 2024! Mereka luar biasa. Eee? Aku dan Adiba yang batal golput juga keren, dong. Kalau kalian gimana? Keren jugakah dengan tidak golput?



Minggu, 11 Februari 2024

Baliho Pilpres Pileg 2024

24 komentar
Baliho Pilpres Pileg 2024

APA kabar Sobat PIKIRAN POSITIF? Gimana, nih? Sudah siap menuju ke TPS pada 14 Februari nanti? Sudah punya pilihan untuk pilpres dan pileg 2024 'kan? Jika belum, masih ada waktu sedikit hari untuk berpikir. Go go go!

Oke. Tentu saja aku tidak akan menulis tentang politik walaupun paragraf pembuka tulisan ini mengandung ajakan ke TPS. Siapalah aku ini? Bukan politikus. Bukan pula pengamat politik. Takut ngawur kalau ikut-ikutan membahas dunia perpolitikan yang panas bin ganas. Haha!

Sesuai dengan judul di atas, tulisan ini hanya menyoal baliho yang banyak bertebaran selama masa kampanye pilpres pileg 2024. Sekali lagi, selama masa kampanye. Oke? Jadi saat kalian membaca tulisan ini, mestinya sudah tak ada lagi baliho pemilu yang bertebaran.

Kalau di tempat kalian ternyata baliho-baliho masih eksis, ayo copot saja. Kalau lebar bisa dimanfaatkan sebagai tikar, lho. Yang kecil-kecil bisa dikumpulkan, lalu diloakkan. Lumayan 'kan?

Kalau dipikir-pikir di era serba digital begini, mestinya baliho jalanan yang berpotensi menjadi sampah diminimalkan jumlahnya. Mestinya cuma di daerah-daerah pelosok saja dipasangnya. Terkhusus yang sinyal internetnya kerap angin-anginan.

Iya. Sudah tiba masanya kita beralih ke baliho digital. Kupikir-pikir, durasi kampanye di dunia maya saat ini sudah memadailah. Dengan demikian, jumlah baliho pilpres pileg jalanan sudah saatnya dikurangi.

Ayolah beralih ke model kampanye dan baliho yang lebih ramah lingkungan alias tidak menimbulkan sampah. Setuju 'kan?

Baik. Untuk mengakhiri tulisan ini, kutampilkan deretan foto baliho pemilu 2024. Silakan cermati satu demi satu. Siapa tahu ada salah satu caleg yang kalian kenal?

Minggu, 21 Januari 2024

Mural Art di Yogyakarta (4)

32 komentar
HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Kali ini aku hendak kembali bercerita tentang mural art di Yogyakarta. O la la! Secinta itu lho, aku terhadap mural.



Silakan baca juga: Mural Art di Yogyakarta 

Gimana enggak cinta, kalau sampai 4 kali aku menuliskannya? Bahkan sangat mungkin, kelak aku akan menulis tentang mural art di Yogyakarta lagi. Serius.

Namun, tak usah khawatir. Insyaallah tak akan pernah membosankan kok, kalau ngomongin mural art di Yogyakarta. Apa alasannya? Sebab sejauh pencermatanku, tema mural di suatu tempat bisa berganti dalam satu periode tertentu.

Jadi andai kata hari ini kita berfoto di dekat mural A, bisa jadi tahun depannya di situ sudah menjadi mural B. Sudah ganti lukisan. Oleh sebab itu, memang butuh dicekrek berkali-kali untuk dokumentasi dan tabungan narsis. Haha!

Yoiii. Terlepas dari beberapa kekurangannya, Kota Yogyakarta memang istimewa. Tak mengherankan jika banyak yang merindukannya. Adapun mural-muralnya, tentu saja menjadi salah satu partikel yang membangkitkan kerinduan itu.

Baiklah. Berhubung tulisan ini tentang mural art di Yogyakarta, silakan langsung nikmati saja beberapa penampakannya berikut.


Bagaimana menurut kalian? Mural art di Yogyakarta memang keren 'kan? Keberadaannya bikin suasana kota kian menarik. Menceriakan dan memperindah tembok-tembok yang lumutan bin kusam. Bukankah ketimbang dibiarkan kusam atau dinodai vandalisme, lebih baik dihiasi mural?

Nah. Kalau di kota kalian ada banyak mural atau tidak? Ayolah, kisahkan di kolom komentar. Kutunggu, ya.



 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template