Minggu, 21 Januari 2024

Mural Art di Yogyakarta (4)

HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Kali ini aku hendak kembali bercerita tentang mural art di Yogyakarta. O la la! Secinta itu lho, aku terhadap mural.



Silakan baca juga: Mural Art di Yogyakarta 

Gimana enggak cinta, kalau sampai 4 kali aku menuliskannya? Bahkan sangat mungkin, kelak aku akan menulis tentang mural art di Yogyakarta lagi. Serius.

Namun, tak usah khawatir. Insyaallah tak akan pernah membosankan kok, kalau ngomongin mural art di Yogyakarta. Apa alasannya? Sebab sejauh pencermatanku, tema mural di suatu tempat bisa berganti dalam satu periode tertentu.

Jadi andai kata hari ini kita berfoto di dekat mural A, bisa jadi tahun depannya di situ sudah menjadi mural B. Sudah ganti lukisan. Oleh sebab itu, memang butuh dicekrek berkali-kali untuk dokumentasi dan tabungan narsis. Haha!

Yoiii. Terlepas dari beberapa kekurangannya, Kota Yogyakarta memang istimewa. Tak mengherankan jika banyak yang merindukannya. Adapun mural-muralnya, tentu saja menjadi salah satu partikel yang membangkitkan kerinduan itu.

Baiklah. Berhubung tulisan ini tentang mural art di Yogyakarta, silakan langsung nikmati saja beberapa penampakannya berikut.


Bagaimana menurut kalian? Mural art di Yogyakarta memang keren 'kan? Keberadaannya bikin suasana kota kian menarik. Menceriakan dan memperindah tembok-tembok yang lumutan bin kusam. Bukankah ketimbang dibiarkan kusam atau dinodai vandalisme, lebih baik dihiasi mural?

Nah. Kalau di kota kalian ada banyak mural atau tidak? Ayolah, kisahkan di kolom komentar. Kutunggu, ya.



31 komentar:

  1. Waaahhh saya selalu excited sama mural di Jogja, keknya ketimbang jalan-jalan di Malioboro, saya lebih milih nyari mural buat foto-foto, waakakaka.
    Apalagi muralnya unik-unik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe memang sih, lebih seru menelusuri mural di Yogyakarta daripada menelusuri toko-tokonya.

      Hapus
  2. Mural Art di mana-mana terutama di Jogja memang sangat menarik dan memanjakan mata, apalagi bagi para pencinta seni. Oh, begitu ya, suka berubah gambarnya tahun lalu dan nanti? Hehehe apa tergantung sama tema? Pepotoan di depan mural juga keren tuh mbak. Mural suka ada pesan moral yang baik, bagus ini.

    BalasHapus
  3. Mural art di Jogja yang kulewati itu kayaknya sepanjang jalan setelah area Malioboro, menuju Museum Sonobudoyo, ke Taman Sari. Sengaja jalan kaki sendirian, karena pengin 'healing' yang benern healing waktu itu. Dan yah jadi menemukan banyak hidden gem sih, warung yg ada di gang kecil, dan homey banget tapi estetik tematnya, dll. Termasuk mural art yang menemani long journey aku di jogja beberapa tahun lalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiyaaa. Benar. Rute Mbak jalan kaki itu memang dipenuhi mural.

      Hapus
  4. Menulis tentang sesuatu yang dicintai memang sangat menyenangkan dan rasanya selaluuu aja ada bahan baru yang perlu diceritakan. Di Bandung juga ada beberapa titik lokasi yang berhias mural. Selalu senang kalau lewat di sana.

    BalasHapus
  5. Wah keren2 muralnya mba, kalau ke jogja bisa lihat dmn tuh, di jalan apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di gang sirip-sirip Malioboro ada. Di area Tamansari Watercasttle juga ada.

      Hapus
  6. Mural ini biasa ditemui di daerah perkotaan. Kalau tempat tinggal saya di Lamongan gak pernah sekalipun menemukan Mural di tembok tembok, adanya malah papan stiker penuh sponsor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya, kalau di daerah biasa kekgitu ya? Mungkin karena gak ada seniman lukisnya, Mbak.

      Hapus
  7. Yogyakarta memang kota yang unik. Banyak yang selalu rindu untuk datang lagi ke sana, termasuk saya tentunya. Selain suasananya, masyarakat yang ramah, dan juga jiwa seni orang-orang di sana bikin kagum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu. Jiwa seni orang Jogja memang berani diadu.

      Hapus
  8. Ya ampunn, ini sih keren-keren mural di Yogyakarta, setuju daripada dibiarkan kusam atau bernoda vandalisme, lebih baik dihiasi mural

    BalasHapus
  9. Setuju kak, saya juga suka mural. Apalagi mural dan kota itu eksistensi tak terpisahkan. Paling kesal kalau ada yang menodai tembok kosong dengan vandalisme.

    BalasHapus
  10. keren yaa, muralnya cakep-cakep gitu.
    saya juga suka lihat mural, cakep aja gitu ya difoto.
    moga nanti bisa ke Jogja lagi dan bisa potret mural-mural ini juga :)

    BalasHapus
  11. Wow muralnya cakep-cakep banget. Sungguh sebuah karya seni yang tinggi. Keren banget deh imajinasi para pelukis mural ini. Kok bisa sih kepikiran garis tertentu yang dibentuk dan disatukan sedemikian rupa itu akan menjadi bentuk yang indah. Salut bangeeeeeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, selalu takjub klo ngeliat seniman mural/lukis beraksi.

      Hapus
  12. Jadi keinget pas abis jalan2 dari mana tu yang pemandian putri raja, Tamansari ya? Trus keluar gang2 ketemu banyak mural kyk gini. Trus malah lamaan di gang karena pepotoan bareng temen2.
    Area pemukimannya jadi makin hidup yaa.

    BalasHapus
  13. Sering banget liat mural art di Jogja. ini pertanda kalau anak muda Jogja itu emang punya potensi seni yang luar biasa.. Kalau lagi jalan-jalan di Tamansari, mural art-nya cantik cantik. Kadang jadi spot foto foto para turis juga..

    BalasHapus
  14. Mural art di jogja ini emang bagus-bagus, saya kemarin waktu liburan ke jogja sering banget ketemu disepanjang jalan jogja dan tidak lupa juga untuk mengabadikannya hhe

    BalasHapus
  15. Waw, ternyata cakep cakep yaa. Seneng banyak murah kayak gini. Dibanding dindingnya hanya dicoret-coret, lebih baik sekalian ngasih media ke mereka untuk berkreasi aja yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya seniman mural yang aktif cari tembok kosong, lalu minta izin.

      Hapus
  16. Mural art di Jogja memang keren-keren. Jadi kangen pengin singgah ke kota ini lagi Rasanya ruang-ruang seni di jiwa saya terisi penuh setiap singgah ke Jogja

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template