Minggu, 29 Agustus 2021

Film PARASITE: Kisah Manusia Kemaruk

APA kabar Sobat Pikiran Positif? Masih sehat selalu 'kan? Semoga. Pokoknya mari berusaha agar stay positive dalam pikiran dan perasaan, tetapi selalu stay negative for Covid-19. Salah satu caranya, bagaimana kalau kita bersenang-senang memperbincangkan film PARASITE? Yoiii. Film PARASITE yang menyabet banyak penghargaan itu.
 
Capture berita dari liputan6.com


Mencetak Sejarah 

Walaupun mungkin belum pernah menonton, kalian tentunya tak merasa asing dengan film PARASITE. Terlebih bila kalian merupakan warganet aktif. Meskipun sepintas lalu, pasti pernah terpapar "berita" mengenai keviralan film PARASITE. 
 
Maklumlah. Film Korea Selatan ini memang telah sukses menyabet banyak penghargaan. Apa saja penghargaan yang diraih film PARASITE? Baiklah. Mari simak penjelasan berikut ini.

O, ya. Yang paling fenomenal tentu ketika film PARASITE sukses menggaet empat penghargaan di ajang Piala Oscar pada tahun 2020 lalu. Keempatnya adalah penghargaan untuk kategori sutradara terbaik, naskah asli terbaik, film internasional terbaik, dan film terbaik.

Dengan menyabet gelar sebagai film terbaik di ajang Piala Oscar, berarti film PARASITE telah mengukir sejarah. Sejarah apakah? Yakni sebagai film Asia pertama yang sukses meraih penghargaan sebagai Film Terbaik Oscar. Memang keren 'kan?

Pastilah sebelum sampai di ajang Piala Oscar, film PARASITE telah menggaet berbagai penghargaan lain. Di antaranya meraih penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes Palme d'Or, sebagai film berbahasa asing terbaik di Golden Globe 2020, dua piala di BAFTA Award, dan Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture di SAG Award.
 
 
Capture berita dari liputan6.com


Sinopsis 

Alkisah, ada satu keluarga miskin di salah satu sudut kota nan gemerlap di Korea Selatan. Itulah keluarga Kim Ki Taek yang terdiri atas empat orang. Sehari-hari keempatnya cenderung rebahan melulu. Kadangkala mereka memang bekerja sebagai pelipat kardus pizza. Namun, tentu dengan penghasilan yang tak seberapa. 

Kim Ki Taek bersama istri dan dua anaknya tinggal di daerah kumuh dan lembap. Tepatnya di sebuah bangunan semi basement. Berlokasi di pinggiran gorong-gorong entah malah sungai sehingga rawan kebanjiran. Saat menonton film PARASITE, saya mengimajinasikan tempat tinggal mereka seperti di kawasan girli (pinggir kali) kalau di Indonesia.
 
Capture berita dari liputan6.com
 
Pendek kata, mereka betul-betul hidup ngos-ngosan. Tak ada seorang pun di antara keempatnya yang mempunyai pekerjaan layak. Keempat anggota keluarga Kim Ki Taek dapat dikategorikan sebagai pengangguran nyaris total walaupun semua sedang dalam usia produktif. 
 
Nasib apes tersebab ketiadaan lowongan pekerjaan tengah mengakrabi mereka. Pastinya semua terkait dengan akses pendidikan yang telah mereka miliki sebelumnya.

Hingga suatu ketika secercah harapan datang. Anak lelaki Kim Ki Taek, yaitu Kim Ki Woo, ditemui sahabatnya semasa sekolah. Sang sahabat menawari Kim Ki Woo untuk menggantikannya bekerja sebagai guru les privat bahasa Inggris.  Murid lesnya adalah seorang gadis cantik, putri  dari Park Dong Ik, seorang pengusaha kaya raya. 
 
Tentu Kim Ki Woo menerima tawaran menggiurkan itu. Ia pun melakukan beberapa trik pemalsuan identitas dan kredibilitas sebagai guru bahasa Inggris supaya tidak ditolak keluarga  calon murid privatnya. 
 
Langkah Kim Ki Woo aman terkendali. Ia diterima bekerja dan lama-kelamaan diberi kepercayaan penuh oleh keluarga Park Dong Ik. Sudah pasti Kim Ki Woo bersuka cita karenanya. Terlebih keluarga tersebut jauh lebih kaya raya daripada perkiraannya semula. Dengan demikian, kondisi perekonomian keluarga Kim Ki Taek jadi sedikit membaik.
 
Namun, kebaikan keluarga Park Fong Ik disalahgunakan. Ketika keluarga tersebut mencari guru seni untuk sang anak bungsu, yaitu adik sang gadis yang jadi murid les bahasa Inggris, Kim Ki Woo merekomendasikan Kim Ki Jung, adiknya sendiri. 

Tentu rekomendasi itu penuh aksi tipu-tipu. Kim Ki Jung, adik perempuan Kim Ki Woo, memakai nama samaran. Pastinya menyusun Curriculum Vitae palsu juga. Sama halnya dengan sang kakak, Kim Ki Jung sukses menipu. Ia pun resmi menjadi guru les privat seni untuk anak bungsu keluarga Park Dong Ik. 

Entah serakah telah menjadi nama tengahnya ataukah godaan dunia yang terlalu kuat ataukah nafsu balas dendanm terhadap kemiskinan yang besar, Kim Ki Woo pada akhirnya justru merancang skenario licik agar ayah dan ibunya juga ikut bekerja di rumah pengusaha kaya raya itu. Caranya dengan membuat sopir keluarga dan asisten rumah tangga dipecat.

Apa boleh buat? Komplotan yang tergoda bisikan jahat setan menang. Iya. Skenario licik yang didusun Kim Ki Woo menuai hasil gemilang. Kim Ki Taek berhasil menggeser posisi sopir keluarga Park Dong Ik. Sementara sang istri berhasil menggeser posisi asisten rumah tangga keluarga tersebut.

Keluarga pengusaha kaya raya tersebut tak tahu kalau sebenarnya telah mempekerjakan satu keluarga. Hanya anak bungsunya yang agak curiga sebab menurut si bocah, bau keempat orang anggota keluarga Kim Ki Taek sama. Jangan-jangan tinggal di rumah yang sama?

Semula saya berpikir bahwa kejahatan keluarga Kim Ki Taek segera terbongkar setelah ucapan kecurigaan anak bungsu Park Dong Ik. Eh, ternyata tidak. 

Selanjutnya, sebab merasa aman-aman saja, keluarga Kim Ki Taek kian ugal-ugalan. Hingga puncaknya karena takut kedok mereka terbongkar, mereka justru berubah menjadi komplotan pembunuh yang menghabisi nyawa sang majikan secara sadis. 

Film ditutup dengan bebasnya Kim Ki Woo dari penjara. Tentu setelah sekian lama dihukum. 

Digambarkan, ia mendatangi rumah mantan sang majikan yang dikosongkan. Matanya pun fokus pada satu titik, yaitu sebuah lokasi  ruangan bawah tanah yang tersembunyi, yang ia yakini sebagai tempat ayahnya bersembunyi. Sejak peristiwa pembunuhan sadis hingga saat Kim Ki Woo bebas dari penjara.

Begitulah adanya. Ternyata Kim Ki Woo terjebak di ruang bawah tanah rumah keluarga Park Dong Ik. Pantas saja ia dicari-cari polisi tidak ketemu.

Opini Saya

Tak ayal lagi. Saya mantap menyebut PARASITE sebagai film tentang orang-orang yang kemaruk dan sungguh tak tahu diuntung. Sudah beruntung sebab telah terbuka jalan untuk memperoleh penghasilan memadai, eh, malah nafsu serakah mereka dimaksimalkan. 

Yup! PARASITE adalah kisah tentang mereka yang jadi kemaruk dan beranjak ingin menguasai harta benda milik sang majikan yang kaya raya. Sementara sang majikan beserta keluarganya telah bersikap baik dan tak menaruh curiga sama sekali. 

Sebagai manusia yang telah terikat dengan norma-norma dan terdoktrin dogma-dogma kebaikan, saya memandang keluarga Kim Ki Taek sebagai manusia-manusia bodoh yang kurang bersyukur. Tak tahu diuntung sebab malah bersikap serakah ketika sudah punya sumber penghasilan memadai.

Sebagai manusia yang netral, yang berusaha bersikap netral bebas norma dan dogma, saya memaklumi kelakuan keluarga Kim Ki Taek. Dalam arti, saya maklum jika ada manusia yang seperti itu. Namanya juga manusia.

Sekian lama berkubang dengan kesengsaraan hidup, begitu berkesempatan untuk hidup lebih baik langsung balas dendam. Ingin mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Kemaruk.

Yup! Begitulah opini saya. 

Tentang Sutradara, Akting Para Pemain, dan Jaminan Mutu  

Sejujurnya saya tak begitu paham dengan dunia akting. Oleh sebab itu, saya ragu untuk menilai secara detil kualitas akting masing-masing tokoh dalam film PARASITE. Takut malah salah sehingga berpotensi menyesatkan pemahaman kalian. *Parahgaksih*? Hehehe ....

Akan tetapi, secara global saya berani mengatakan bahwa para aktor dan aktris yang terlibat dalam film PARASITE telah berakting dengan cukup baik. Paling tidak, selama menontonnya saya tak menemukan tokoh-tokoh yang wagu dalam memainkan peranan masing-masing.

Walaupun di ajang Piala Oscar tak ada yang meraih penghargaan sebagai aktor/aktris terbaik, faktanya beberapa nama yang terlibat dalam film PARASITE menjadi jaminan mutu bagi publik Korea Selatan. Bukankah itu cukup dapat dijadikan sebagai indikasi?

Terlebih sang sutradara juga merupakan jaminan mutu atas karya-karya film yang telah dihasilkannya. Selama ini, sebelum merilis film PARASITE, rekam jejak karyanya sudah bagus.  

Banyak Dijadikan Meme Sebab Viral

Sekali lagi, film PARASITE memang fenomenal. Selain menerima sederet penghargaan keren di berbagai festival film bergengsi, poster resminya pun banyak dijadikan meme di negeri kita tercinta.

Tak main-main. Yang menjadikannya meme bukan hanya individu-individu. Beberapa instansi penting pun ikutan bikin meme yang merupakan plesetan dari poster resmi film PARASITE. 

 
Potret halaman berita Jatengnews.id


Di antaranya PLN yang bikin meme pengingat orang buat bayar tagihan listrik sebelum tanggal  20 tiap bulannya, BNN Kota Palangkaraya bikin meme agar orang-orang menjauhi narkoba, TMC Polresta Bandung bikin meme untuk mengajak orang pakai helm, dan Humas Pemda DIY bikin meme untuk mengingatkan wisatawan di Malioboro agar bersikap tertib. 

Menginspirasi dan Memotivasi

Kiranya film PARASITE yang viral telah memantik kreativitas khalayak untuk berkreasi. Untuk membuat meme-meme dengan cara memelesetkan poster aslinya. Semoga khalayak yang sama pun terinspirasi dan termotivasi untuk tidak mencontoh kelakuan kemaruk plus serakah keluarga Kim Ki Taek. 

Sudahlah. Pokoknya jangan sekali-sekali ngelunjak alias tak tahu diuntung, deh. Itu jahat sekali. Lagi pula sikap buruk tersebut bakalan merugikan, bahkan menghancurkan diri kita sendiri. Percayalah. Cepat atau lambat, semesta raya akan membalas kejahatan tersebut.

Mengerikan!

Batasan Usia Penonton

Kalau menurut saya, film PARASITE mestinya hanya boleh ditonton oleh orang-orang yang berusia dewasa. Adegan sadis pembunuhannya bisa mencekam anak-anak. Selain itu, ada pula adegan seksualnya walaupun tak vulgar.

***

Demikian ulasan saya terhadap film PARASITE. Kalau kalian pernah menontonnya juga, bisa jadi ulasan kalian tak sama persis dengan ulasan ini. Tak jadi soal karena sesungguhnya, persepsi dan sudut pandang tiap orang terhadap suatu objek (dalam hal ini film PARASITE) pasti berlainan. Jadi, perlakukan saja tulisan saya ini sebagai pelengkap dan pemerkaya sudut pandang. 

O, ya. Jika ingin baca-baca ulasan lain, baik ulasan untuk film PARASITE maupun film-film seru bin asyik lainnya, silakan kunjungi saja Bacaterus dan pilih sendiri ulasan film-film favorit kalian di situ.

SPESIFIKASI FILM

Judul Film: 
PARASITE

Tahun Rilis: 
2019

Sutradara: 
Bong Joon Ho

Aktor/Aktris:
Song Kang Ho
Choi Woo Shik
Park So Dam
Lee Sun Kyung
Cho Yeo Jeong


10 komentar:

  1. Saya sampai terbawa jengkel nonton film ini. Kok ada ya keluarga sudah dibantu masih juga merongrong dan benar benar mirip Parasit. Film yang keren dan bisa membawa dan membius penontonnya ikut gemes dan marah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itulah: namanya juga manusia.

      Macam-macam sekali ulah dan perilaku manusia. Ada yang menjengkelkan banget. Ada yang terlalu baik hati.

      Mari kita menjadi manusia yang baik hati saja.

      Terima kasih telah singgah.

      Hapus
  2. Aku belum nonton film parasite mbak biarpun memang tahu. Memang luar biasa karena sudah menyabet empat penghargaan bergengsi di piala Oscar termasuk film terbaik, pasti bukan film kaleng kaleng.

    Mungkin nanti aku akan nonton film kalo ada film Indonesia masuk nominasi Oscar, tak perlu menang, cukup masuk nominasi saja.😄

    Ini namanya kemaruk ya, sudah dikasih pekerjaan dengan gaji bagus tapi malah merampok. Harusnya Indosiar bikin sinetron sejenis.😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahaha ... Malah sinetron kita isinya alay semua.

      BTW duuuh cita-citanya. Semoga dwh segera ada film Indonesia masuk nominasi Oscar.

      Hapus
  3. Udah lama tahu tapi nggak pernah nonton. Kayanya dulu ibu negara pernah ngajakin nonton, tapi telat nyampe theater jadinya batal nonton. Ternyata itu bukan film horor ya? Hahahaha....selama ini ngiranya itu film sejenis Resident Evil, mumi, zombie dsb (dan sebangsanya).

    Tempting banget nih spoilernya. Thanks mbak.

    BalasHapus
  4. Aku sukaaaaaa film ini! Pas nonton emosi dapet banget, kayak pengen ngeplokin itu keluarga ga tau terimakasih hahahahaha. Bener2 nyebelin yaaa . Aktingnya keren sampe kita kebawa emosi hahahaha. Layak sih memang penghargaan di mana2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahaha! Film yang bikin penonton tersulut emosi.

      Hapus
  5. dari sekilas sinopsisnya aku kok jadi pinisirin pengin liat full storynya. Terimakasih telah share inti ceritanya yg swear bikin kepo full banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Mbak. Segera cari filmnya. Aseli bikin gemeez.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template