Senin, 13 Maret 2017

Sepeda Pria dan Sandal Jinjit

Yang setia mengantarku ke mana-mana. Hmm. So sweet. Haha!

TAK ada yang salah dengan sepeda ini. Sangat nyaman kok untuk dikendarai. Namun, kadangkala bikin diri ini sedikit salah tingkah. Keki bin kikuk begitu, deh. Seperti pagi tadi, tatkala sedang mengangkat kaki hendak menaikinya, di halaman sebuah toko waralaba, dua anak muda yang kuduga mahasiswa senyum-senyum mendekat. Lalu, salah seorang mendekat sembari berkata, "Wih, Tante keren euyy. Berani tampil beda. Baru kali ini aku lihat orang bersepeda balap pakai sandal high heel .... "

Demi menata hati, sekaligus untuk menjaga kesopanan, aku menanggapinya dengan senyuman. Padahal, sesungguhnya aku ingin tertawa keras-keras. Hmm. Dia tidak tahu sih kalau sandal jinjit tinggiku itu merupakan solusi. Ini bukan soal berani tampil beda, bro. Tapi soal kenyamanan nyongkok bila berhenti di lampu merah.

Kalau pakai sandal atau sepatu tanpa hak, yang datar-datar saja, aku merasa kurang mantap dalam menjejakkan kaki. Iya, iya. Sandal jinjitku itu memang berfungsi sebgai penyambung kaki pendekku. Haha! Tampaknya saja modis, feminin. Tapi sesungguhnya ada udang di balik batu. 

Nah, Anda punya pengalaman sejenis ini?

MORAL CERITA:
Kalau punya kekurangan, kreatiflah dalam menyikapinya. Oke?

 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template