Selasa, 24 Juli 2018

Jajan di Pasar Kotagede





AKHIRNYA ....

Iya. Akhirnya keinginanku untuk jajan di Pasar Kotagede kesampaian. Alhamdulillah. Bahkan tak tanggung-tanggung, aku sekaligus jajan dalam arti konotatif dan dinotatif. 

Apa maksudnya tuh?  Jajan saja kok diberi embel-embel istilah linguistik? Bikin ngeriiih. Haha! 

Tenang dulu. Janganlah terbiasa untuk serta-merta merasa baper dalam menghadapi sesuatu dong, ah. Enggak bagus ituuuh. Segala sesuatu 'kan pasti ada penjelasannya. 



Baiklaaah. Santai saja. Mari kita mulai penjelasannya dengan cara ... memandangi foto di atas!

Hmm. Kalian pasti langsung paham bahwa foto tersebut merupakan foto lumpia. Bahkan, mungkin sudah langsung cleguk bin ngiler juga. Gara-gara membayangkan kerenyahannya. Hehehe ....



Lalu, bagaimana halnya dengan foto bakso itu? Menggoda selera juga 'kan? Ayolah mengaku saja. Apalagi kalau saat membaca postingan ini perut kalian memang sedang lapar. Haha!



Nah, nah. Bagaimana pula dengan foto kudapan warna-warni di atas? Kian menggugah selera 'kan? Sungguh terbayang kelezatannya toh?

Yoiii. Bila memang hal itu yang terjadi, berarti projek jajanku di Pasar Kotagede berhasil. Tidak sia-sia.

Pertama, berhasil dalam arti dinotatif. Dalam arti yang sebenarnya. Iya. Sore itu pada akhirnya aku berhasil beli jajanan di Pasar Kotagede. #Makasih KJog yang telah memungkinkannya

Kedua, berhasil dalam arti konotatif. Yakni hasil jepretanku dengan objek makanan, sudah (lumayan) oke. Buktinya kalian langsung tergoda selera tatkala memandanginya. Iya 'kan? #Aku GR berat



Daaan itu berarti, aku mampu mempraktikkan hasil jajanku dari Mbak Nela. Yakni jajan ilmu fotografi makanan. Mbak Nela 'kan owner of @jogjataste (IG).

***Tampak pada foto paling bawah itu, Mbak Nela sedang berbagi ilmu fotografi makanan kepada para kompasianer Jogja***

Sampai di sini, perihal berhasil secara konotatif dan dinotatif sudah jelas toh? Baiklah. Alhamdulillah kalau begitu. Andaikan ternyata belum jelas, apa boleh buat? Berarti aku mesti belajar mengolah kata lagi. Wuaaah!

N. B. 

Tentu ada sederet istilah teknis yang disampaikan Mbak Nela. Berhubung aku menerimanya antara ngeh dan enggak ngeh, lebih baik tak kusebut-sebut di sini. Kalau salah malah bakalan menyesatkan kalian.

Tapi kunci mudahnya begini. Sebuah potret makanan dianggap berhasil jika orang yang melihatnya langsung paham. Dalam arti, seketika bisa tahu jenis makanan apa yang terdapat dalam potret. Jika itu bakso ya jelas terlihat sebagai bakso. Tidak tampak sebagai soto.

Selanjutnya, foto makanan tersebut mampu membangkitkan selera makan orang yang melihatnya. Hmmm.  Istilahnya, bisa bikin orang geregetan untuk segera mencicipinya. Begituuuh.

#Maafkeun NB-nya kepanjangan

  

13 komentar:

  1. Kompasianer Jogja aktf bikin event ya Mba
    Senangnyaaaa
    memang paling chuy deh, kalo jajan sama sohib2 satu server kayak gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhe iya, Mbak, Alhamdulillah Kompaaianer Jogja cukup rajin ngumpul.

      Hapus
  2. NB-nya menarik, Mbak :D Kadang ya, menurut kita udah jelas itu foto makanan apa. Tapi orang yang belum pernah makan makanan tersebut atau malah belum pernah tau ada makanan tersebut, tetap aja bingung. Hihi... Itu gunanya tulisan untuk memperjelas :)

    BalasHapus
  3. Mantap nih evwnt-nya Kompasianer Jogja.

    Bentar. Norak lho aku ini Kak, baru eungeuh kalau ada pasar di Kotagede. Aku taunya yaaa toko peraknya doang alias kw sana buat beli perak. Ahahaha mohon dimaklumi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ... Ke Kotagede memang wajib bolak-balik klo mau nuntasin semua destinasi menariknya.

      Hapus
  4. Jajan di pasar adalah metode terbaik melepaskan penat. Saya juga kadang suka main-main ke pasar tradisional, karena disana masih banyak penjual makanan dan jajanan tradisional yang sering kali membawa nostalgia dan membawa kerinduan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia koentjienya. Nostalgia dan kerinduan akan masa lalu.

      Hapus
  5. Untung saya baca artikel ini dalam keadaan sudah sarapan pagi hehe. Btwe, aku juga masih pengen sekali belajar banyak soal food photography ini. Soalnya menurutku artikel tanpa foto memang kadang kurang menarik ya, begitupun foto tanpa artikel/tulisan penjelasnya.

    BalasHapus
  6. wah baca pas pagi gini belum sarapan jadi lapar nih kak, Huhuhu, pengen sarapan bakso jadinya

    BalasHapus
  7. Betul! Kalau mau fotoin makanan itu emang harus tahu bentuknya, biar orang nggak menerka-nerka, itu apa ya? Begitu lah ya sekiranyaa

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template