Minggu, 29 Oktober 2023

Blogger dan Sumpah Pemuda

Halo, Sobat PIKIRAN POSITIF.  Walaupun kurangkai tulisan ini tanggal 29 Oktober, kuucapkan Selamat Hari Blogger Nasional dan Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Kok bisa, ya? Hari Blogger Nasional dan Hari Sumpah Pemuda berurutan jatuhnya? Jangan-jangan memang disengaja? Hari Blogger Nasional sengaja ditetapkan pada tanggal 27 Oktober? Supaya nyambung dengan Hari Sumpah Pemuda keesokan harinya?

Entahlah kebenarannya bagaimana. Namun, yang jelas aku berpikir bahwa ada benang merah yang menghubungkan antara Hari Blogger Nasional dan Hari Sumpah Pemuda.

Tunggu, tunggu. Kalian jangan salah sangka, ya? Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kedua hari khusus itu kusebut punya benang merah sebab usia para blogger muda-muda. Sementara tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Hmm. Sama sekali tidak begitu, ya. Terlebih faktanya, sebagian blogger ada yang berasal dari zaman kolonial. Tak usah jauh-jauh. Aku contohnya. Haha!

Mayoritas blogger memang berusia muda. Paling tidak sejauh pengamatanku, banyak yang mulai jadi blogger semasa kuliah. Kemudian aktif ngeblog hingga usai kuliah.

Pada masa-masa mencari pekerjaan pun masih aktif. Barulah ketika diterima kerja di sebuah perusahaan/kantor, lalu mundur alon-alon. Hehehe ... Tidak semua begitu, sih. Cuma lumayan banyak setahuku.

Sudah, sudah. Mari kembali ke benang merah.

Begini. Menurutku, Hari Blogger Nasional dan Hari Sumpah Pemuda dibuat berurutan agar para blogger Indonesia mampu berbahasa Indonesia secara baik dan benar. 

Jangan lupa. Salah satu ikrar pemuda Indonesia dalam kongres 28 Oktober 1928 lalu adalah "berbahasa satoe bahasa Indonesia". Oke?

Eh, jangan serta-merta berpikir rumit bila mendengar istilah "berbahasa Indonesia secara baik dan benar". Mulai saja dari yang paling simpel. Misalnya dengan belajar menulis "di" dan "di-" secara tepat.

Jangan lagi menulis DI PUKUL karena yang benar DIPUKUL.  Jangan lagi menulis DIRUMAH sebab yang benar DI RUMAH.

Nah. Enggak rumit 'kan? Masak sih, mengaku blogger kok tak bisa mempergunakan "di" dan "di-" secara tepat? 
 
 
 


34 komentar:

  1. Hehe bisa aja mbak. Tapi benar sih, masih banyak yang suka abai atau malah tidak bisa membedakan "di" sebagai kata depan atau bukan. Yang jelas kita harus mau belajar. Kalau lupa ya belajar lagi. Selamat hari blogger

    BalasHapus
  2. Ini yang saya sering bingung, penggunaan kata sambung. Karena latar belakang saya teknik yang lebih sering menghitung angka daripada menulis huruf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu menjadi blogger, yang berarti nyemplungvdi duniavtukiscmenukis, berarti siap belajar aturan dasar berbahasa Indonesia.

      Hapus
  3. Menohok sekali. Bedain di dirangkai dan dipisah memang awalnya bingung. Tapi kalau udah terbiasa, nulisnya jadi lancar saja. Ga mikir lagi di yang dipisah atau dirangkai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu. Memang wajib dibiasakan menulis secara benar.

      Hapus
  4. Wah bener banget ini, ngaku blogger tapi menggunakan dan menempatkan imbuhan dengan benar aja masih sering keliru, kok yo kayak gak ada kemauan belajar ya jadinya hehehe. Tapi iya sih, sejak rutin nulis blog, aku kadang sampai buka kamus bahasa Indonesia online untuk cari tahu kata yang tepat dan cara penulisan yang benar. Yes, karena belajar itu selamanya. Selamat hari blogger

    BalasHapus
  5. untungnya saya menjadi Blogger setelah lulus kuliah jadi bisa bedain kapan di dipisah dna kapan di disambung hehehe, Semoga dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda semangat kita sebagai blogger juga makin meningkat niy, jadi pemuda harapan bangsa yang bermanfaat melalui tulisan-tulisan kita ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin YRA. Ya, mari berkontribusi melalui tulisan positif.

      Hapus
  6. Terlihat simpel, tapi terkadang kita lalai penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Kalau untuk chattingan gak masalah tapi kalau penulisan ilmiah dan berhubungan dengan kerjaan sangat penting bisa membedakan hal-hal tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Kak. Kalau untuk chatt gak pakai bahasa baku boleh banget.

      Hapus
  7. Hehe, masih sering keseleo nih aku. Menarik memang asosiasi antara Hari Blogger Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, terutama dalam konteks penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penting untuk memperhatikan detail seperti "di" dan "di-" agar tulisan lebih tepat. Selamat Hari Blogger Nasional dan Hari Sumpah Pemuda ya Kak!

    BalasHapus
  8. Jujur, gemesssss lihat blogger yang masih saja nggak bisa (atau nggak peduli) membedakan penulisan "di" yang dipisah dan "di" yang disambung. Ayolah, kita lebih peduli pada tulisan kita sendiri. Bagaimana kalau pembaca malah mengikuti kesalahan yang enggan kita perbaiki itu?

    BalasHapus
  9. Saya sendiri juga pernah rasanya mau mundur lo mbak. Tapi enggak jadi, karena keinget sudah sejauh ini bahkan sampai punya domain pribadi. Terus buat EYD ini pe-er besar buat kita semua, enggak cuma blogger tapi konten kreator lo. Masih banyak juga micro-site yang penggunaan EYD belum maksimal. Hehehe... 🫣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari selalu jaga semangat ngeblog, ya.

      Tentang penggunaan EYD yang diabaikan, itu memang penyakit bangsa kita kayaknya.

      Hapus
  10. Setuju. Menjadi blogger harus mau belajar banyak hal, terutama hal penting dan mendasar: bahasa dan tulisan. Semoga makin banyak yang peduli sama penggunaan "di" ini ya

    BalasHapus
  11. setuju sekali nggak perlu dianggap rumit ya Mulai saja dari yang paling simpel. Misalnya dengan belajar menulis "di" dan "di-" secara tepat saja sudah bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, Kak. Belajar berbahasa secara benar itu wajib, tapi jangan dijadikan beban.

      Hapus
  12. "Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia" eh kenyataannya masih banyak yang ujian B.Indo nya pada ngulang atau remedial 🤣. Saya juga sih.

    BalasHapus
  13. Tergantung dari jenis artikel yang dibuat, kalau formal wajib bisa menempatkan penggunaan "di" atau "di-" sih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon dipahami ya, Kak. Penggunaan "di" yang dipisah dan "di-" yang dirangkai itu absolut sifatnya. Dalam tulisan formal, nonformal, dan chatt WA pun tetap harus benar.

      Hapus
  14. Karena ini konteksnya adalah bahasa formal, jadi untuk blog yang biasa pakai bahasa santai ya masih bisa lanjut tanpa eyd / puebi deh ya.. xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak gitu juga, Kak. Walaupun dalam tulisan yang tidak formal, tetap ada aturan yang wajib dipatuhi. Contohnya penggunaan "di" dan "di-" yang absolut. Tak bisa diubah-ubah lagi meskioun dalam artikel formal maupun santai.

      Hapus
  15. Haa, bener mbak, masih banyak juga ternyata lho blogger yang kurang tepat memakai kata di dan di-, huhu. Kalau aku malah ngeblog dari jaman kuliah sampai sekarang anak udah 3, ahaha. Gak ganti ganti hobinya xp

    BalasHapus
  16. Wahhh ternyata kalau dilihat-lihat artikel saya masih banyak kata dalam kalimat yang salah, harus lebih banyak belajar lagi nih tentang cara menulis yang baik dan benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibiasakan pelan-pelan, pasti tak bakalan terasa berat.

      Hapus
  17. Jadi keinget zaman sekolah dulu, pelajaran Bahasa Indonesia rasanya lbh susah dari Matematika hehe.
    Sekarang pun kalau menulis saya masih suka intip KBBI supaya bisa pakai kata maupun kalimat yang benar.
    Oh ya yaaa Hari Blogger dan peringatan Sumpah Pemuda hampir bersamaan mungkin bisa mengingatkan juga untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe kalau bagi saya mudah mapel bahasa Indonesia sih ... mumet sekali saya kalau jumpa Matematika.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template