Selasa, 27 November 2018

Bakso Putu Sido Semi

ADA banyak warung bakso istimewa di Jogja. Salah satunya--menurut versiku--adalah Bakso Putu Sido Semi. Atau, kerap pula disebut Bakso New Sido Semi. Mengapa bakso tersebut kunyatakan istimewa? Ada dua hal yang menjadi alasannya. Pertama, nilai kelegendarisannya. Kedua, citarasanya. 

Pasti kalian penasaran dengan wujudnya 'kan? Baiklah. Tak perlu penasaran lebih lama. Silakan cermati saja penampakannya di bawah itu. 

Bulatan bakso, lontong, irisan tahu, mi kuning, irisan daging sapi, seiris tomat, dan cincangan seledri adalah unsur-unsur pengisi mangkuk. Termasuk sangat komplet 'kan? Maklumlah. Tatkala itu aku sedang  kelaparan. Jadi, kuputuskan untuk meminta lontong juga. Hehehe  ....

Nah! Dari sekian unsur pengisi mangkuk, ada dua yang merupakan ciri khas Bakso Putu Sido Semi. Yakni irisan daging sapi dan tomat. Tapi maaf. Di foto tak terlihat irisan daging sapinya. Sudah keburu kumakan sebelum kufoto. Haha! 




Secara kasat mata, penampilannya memang terkesan biasa saja. Standar. Tak beda dengan bakso pada umumnya. Kalau diamat-amati pun penampilannya kalah seronok dengan bakso kekinian. Malah cenderung zadoel bersahaja. Tapi jangan salah. Citarasanya ngangenin, lhooo. 

Hmm. Bagaimana ya cara tepat untuk mendeskripsikannya? Mungkin bolehlah disebut light. Gurih asinnya terasa lamat-lamat. Tak setajam citarasa bakso pada umumnya, pada zaman now. 

Kuduga citarasa yang light itu merupakan citarasa khas zaman old. Sebab seingatku, rasa Bakso Putu Sido Semi sama dengan bakso lawasan yang kucicipi di Pasar Kangen 2018. Dan kalian mesti tahu, cikal bakal Bakso Putu Sido Semi memang berdiri tahun 1950.

Informasi tersebut kuperoleh dari kawanku yang merupakan pelanggan lama. Sejak bakso ini masih berlabel Bakso Sido Semi. Tanpa embel-embel "New" ataupun "Putu". Yang berarti sejak masih menempati lokasi lama. 

Kalian perlu tahu, nih. Bakso Putu Sido Semi atau New Sido Semi sebenarnya merupakan sekuel dari Bakso Sido Semi yang berdiri tahun 1950 itu. Kubilang sekuel sebab operasional warung lama memang sempat berhenti. Tutup beberapa tahun. Konon karena ada persoalan internal keluarga. 

Sedih juga ya mengetahui sejarah warung bakso legendaris ini. Tapi syukurlah ada cucu sang pendiri warung yang mau melanjutkan usaha. Meskipun dengan nama baru dan pindah lokasi. 

Warung lama berlokasi di dekat Masjid Kotagede (Masjid Mataram). Menempati bangunan permanen dengan interior yang "aseli zadoel". Banyak meja kursinya. 

Sementara warung sekuel hanya berupa warung tenda biru. Menumpang di halaman sebuah Balai RW. Mayoritas pembeli duduk lesehan di atas tikar. 

Warung sekuel berlokasi di utara Masjid Perak, kompleks SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Masih tetap di wilayah Kotagede juga, sih. Istilahnya hanya bergeser sedikit dari lokasi semula. 

O, ya. Meskipun pengelola utamanya berbeda, citarasa baksonya tak berubah. Tetap sama antara warung lama dan warung sekuel. Demikian rekomendasi kawanku.

Warung Bakso Putu Sido Semi pun menjual aneka camilan. Aneka es juga. Di antaranya es teh, es jeruk, es buah, dan es kacang hijau. 

Ngomong-ngomong, es buah dan es kacang hijau plus ketan merupakan komoditi andalan. Itulah sebabnya aku nekad memesan es kacang hijau plus ketan. Sebagai akibatnya, perutku kekenyangan. Duuuh. Maafkan aku yang telah makan berlebihan, Tuhan .... 

  


Demikian ceritaku tentang Bakso Puthu Sido Semi atau Bakso New Sido Semi. Semoga bikin kalian baper dan laper. Laluuu, memintaku untuk nganter ke situ. Hehehe .... Tapi sebenarnya tidak susah kok mencarinya. Kalau kalian sedang mengeksplorasi Kotagede, sekalian mampir saja. Seperti sudah kujelaskan di atas, lokasinya dekat Masjid Perak. 

Jadi kuncinya, temukan dulu masjid tersebut. Bila sudah ketemu, langsung saja melewati tempat wudunya dan bangunan-bangunan setelahnya. Berhentilah ketika tiba di sebuah jalan sempit beraspal. Tengok sebelah kanan. Bila ada tulisan "Kampung Trunojayan", berarti kalian sudah sampai lokasi tujuan. Tenda biru itulah dinding belakang warung baksonya. 

Selamat jajaaan ....



18 komentar:

  1. Hehehe kuat ya mbak, makan bakso sama es kacang hijau ketan. Aku klo dah makan bakso bisanya minum es teh atau es degan. klo yang berat berat bakalan nggak bisa masuk dah kenyang duluan.


    Wih, berarti baksonya sudah melenda di Jogya, so far klo ke Jojja yang dicari lotek sam gudeg. next cobain baksnonya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuh, jadi maluuu. Ketahuan doyan makan bangeett. Hahaha!

      Yoii bakso mesti dicobaak

      Hapus
  2. Kalau ada waktu, tak mampir ke situ. Ketoke legendaris banget

    BalasHapus
  3. Kulo nggih dereng nate nyicip bakso menika. Ngiler mbak, pen jajan bakso ini...

    BalasHapus
  4. Mbaak ... aku es kacang ijone wae. Baksone sithik wae ngincip penthol e limo ... limo kok sithik, hihihi

    BalasHapus
  5. Penampakan baksonya luar biasa Mbak, apalagi ditambahin tomat, seger banget...jadi pengen, Mbak...

    Thanks for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh, itu memang luar biasa bikin kenyang hahaha

      Hapus
  6. duhhh...wenak bangett mbaa bakso nya bikin laperr

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya nih...aku pun baca-naca komentar kalian jadi ngiler pingin ke Bakso Putu Sido Semi lagiiii

      Hapus
  7. Wah... Mendadak jadi lapar... Sido semi itu yang dulu katanya jual minuman sarsaparella itu ya? Kapan2 mampir ah...

    BalasHapus
  8. Waaah ... iki kok muantep surantep tenan yooow .. bakso diimbuhi irisan tomat 🍅.
    Kebayang segernya.
    Lokasinya dekat Kotagede ya, kak ..
    Baiklah akan kucari alamatnya 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Di Kotagede. Tepatnya di belakang Masjid Perak.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template