Selasa, 13 November 2018

Ayo ke Kotagede Yogyakarta

KALAU berwisata ke Yogyakarta, jangan hanya ke Malioboro. Jangan pula hanya ditambah ke altar, alkid, kraton, dan Tamansari. Apalagi hanya mampir ke tempat kosku. Haha! Tapiii bersemangatlah untuk melanjutkan hingga ke Kotagede.

Kotagede tidak begitu jauh dari Malioboro, kok. Kurang lebih jaraknya 6 km saja. Dalam kondisi normal alias tidak macet, hanya butuh sekitar 15 menit berkendara. Maksudnya berkendara dengan kendaraan bermotor lho, ya.  Bukan berkendara dengan kereta angin alias sepeda.

Ada apa di Kotagede? Oh, banyak hal menarik di situ. Percayalah. Aku yang tinggal di Jogja  saja selalu gembira kalau diajak ke Kotagede. Apalagi kalian yang bukan wong Jogja. Pasti akan lebih gembira .... #Kesimpulan yang pede maksimal

Tapi kukira, aku tak berlebihan bila berkesimpulan begitu. Kotagede memang menyenangkan, kok. Ada nuansa berbeda bilamana kita menyusuri jalanannya. Buktinya suatu ketika, aku sampai bela-belain berjalan kaki sendirian di situ. Tujuanku ya sekadar menikmati jalanannya. Subhanallah. Aku sungguh pemberani dan rajin melangkah, ya? Haha!


Jalan Tegalgendu Kotagede


Aku sendiri tak paham, mengapa aku demikian terobsesi pada jalanan Kotagede. Terkhusus bagian ruas jalan yang menanjak-menurun. Mungkinkah sebab aku menyukai nuansa perbukitan? Entahlah. 

Tapi jangan salah sangka. Aku menyarankan kalian untuk singgah ke Kotagede bukan karena jalanannya, lho. Ada alasan yang jauh lebih mulia daripada itu. Yakni fakta Kotagede sebagai kota warisan sejarah dan budaya; sebuah wilayah heritage

Cobalah ingat-ingat. Di kota Jogja ada Jalan Panembahan Senopati dan Jalan Sultan Agung 'kan? Nah. Tahukah kalian siapa Panembahan Senopati dan Sultan Agung itu? Yup!  Tak lain dan tak bukan, keduanya adalah Raja Mataram Islam. Adapun Kerajaan Mataram Islam beribukota di Kotagede.

Sudah pasti sebagai bekas ibukota kerajaan, Kotagede menyimpan banyak hal bernilai historis. Terlebih dalam perkembangannya, meskipun Kerajaan Mataram Islam runtuh, Kotagede tetap lanjut menganyam sejarah baru. Dan, sejarah barunya tak kalah keren. Misalnya saja yang terkait dengan kerajinan perak dan orang-orang Kalang.


Sebuah petunjuk destinasi wisata di tembok kusam



Singkat cerita, kita bisa menjelajahi banyak destinasi wisata sejarah di Kotagede. Ada Makam Raja-raja Mataram, reruntuhan benteng kerajaan, Masjid Agung Kotagede, Pasar Legi Kotagede, pemukiman Tradisional Jawa, dan rumah-rumah megah peninggalan orang Kalang. Yang menarik, beberapa peninggalan masa lalu itu ada yang masih berfungsi sampai kini. Di antaranya pemukiman Tradisional Jawa,  Masjid Agung Kotagede, dan Pasar Legi Kotagede. Keren toh?

Aku pernah sedikit bercerita tentang pengalaman menjelajah Pasar Legi di "Jajan di Pasar Kotagede".

Begitulah adanya Kotagede yang istimewa. Pada tiap sudutnya seakan-akan tersembur atmosfer masa lalu. Yang kemudian berpadu dengan atmosfer masa kini, menyatu dalam satu jalinan harmonis. Kiranya itulah penyebab Kotagede terasa "berbeda". Maka dapat dimaklumi jika ada yang menasihati begini, "Pergilah ke Kotagede kalau ingin menikmati suasana Jogja tempo dulu."

Selain Masjid Agung, di Kotagede juga ada Masjid Perak. Yakni masjid yang dibangun ketika perak Kotagede sedang dalam masa kejayaan. Dan, atas sumbangan para saudagar perak. Hmm. Aku paling hafal dong, dengan masjid ini. Di belakangnya 'kan ada warung Bakso Puthu Sidosemi. Bakso legendaris Kotagede ituuuh. Insya Allah bakalan kutuliskan cerita tentang bakso ini. Tunggu, ya.



Penampakan satu bagian Masjid Perak


Kupikir sudah lumayan panjang ceritaku ini. Semoga kalian menjadi mupeng untuk segera menjelajah Kotagede. Kalau jadi singgah di Kotagede, jangan lupa beli kipo dan yangko. Keduanya adalah jajanan khas Kotagede. Bisa dijadikan oleh-oleh 'kan? Tapi kalau ingin oleh-oleh berupa barang, beli saja kerajinan perak. 

Jangan lupa. Kotagede memang sentra kerajinan perak di Yogyakarta. Maka di seantero Kotagede, kalian bakalan mudah menemukan toko kerajinan perak. Tepatnya sih, toko sekaligus pabrik (bengkel)-nya. Jadi selain membeli, kita bisa sekalian melihat-lihat proses pembuatannya. 




Narti's Silver

HS Silver


Kalau menemukan aneka "silver" seperti yang tampak pada foto-foto di atas, berarti kalian sudah berada di Kotagede. Jadi, tak usah takut tersesat. Yang penting tak sungkan untuk bertanya bila mulai merasa hilang arah. Percayalah. Ada begitu banyak orang baik di Kotagede. 


MORAL CERITA: 
Yogyakarta ternyata betul-betul kaya destinasi wisata yang keren. 

N.B.
Ini merupakan tulisan awal tentang Kotagede. Awal bangeeet alias sekadar pengenalan singkat. Insya Allah bakalan ada tulisan poin per poin. Maksudnya tulisan yang mengulas masing-masing destinasi.




8 komentar:

  1. Ketika di Yogya aku mampir ke Kotagede. Naik taksi online sama anakku, karena suami capek dan nggak mau ngantar. Tiba di Kotagede bingung mau berhenti dimana. Sopirnya bilang, kalau disini banyak kerajinan perak. Ya, kan tujuanku kesana memang mau lihat kerajinan perak. Trus, aku bilang, yang ramai pengunjung yang mana. Jadi berhenti di Ansor's Silver dan belanja disana. Sebenarnya aku nggak tahu yang murah, yang mahal yang bagus dimana. Asal masuk aja deh. Mumpung dapat ijin main-main ke Kotagede.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan Mbak, jauh2 dari Tuban sudah nengok Kotagede. Tapi ntar diulangi tuh kunjungannya. Naik taksi turun Pasar Kotagede, mulai dari situ jelajahilah wilayah heritage ituuh

      Hapus
  2. Kotagede, aduh teman saya main dulu. Kalau malam minggu pasti saya kesana, karena pacar saya dekat pasar kotagede. Pengrajin silver, dulu sempat punya kenang-kengan cincin perak buatan orang tua pacar saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eeettdaahh.... Jadi bikin orang terkenang mantan nih tulisankuuh hahaha...

      Hapus
  3. Wow, saya malah belum pernah kesitu mbak. Kalo Malioboro memang udah sih, itu juga udh lama banget jamannya masih sekolah waktu study tour gitu.. maklum saya orgnya gak terlalu hobi jalan2...

    Jadi kalo udh ketemu yang serba silver pasti udh pasti ketemu Kotagede ya mbak?

    BalasHapus
  4. hiks , jangankan ke Kotagede, ke Tamansari aja belom pernah hahaha.
    Parah deh saya, udah berkali-kali ke Jogja tapi destinasinya itu-itu aja hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oaalaah, Mbaaak. Ayo ke Tamansari yg deket tempatkuuh hehehe... Insya Allah kusiap jadi pemandu hihihi...

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template