Sabtu, 11 Maret 2017

Balada OTW

SEBUAH sore, selepas Ashar. Udara lumayan gerah. Aku duduk di bawah pohon bersama beberapa orang. Di depan kami ada seseorang yang mondar-mandir gelisah. Sebentar-sebentar ia sibuk dengan HP-nya. Melihat pakaiannya yang necis, aku bertanya, "Mau pergi, ya?"

"Iya. Ini nunggu kakakku menjemput. Janjinya jam empat. Sekarang sudah jam lima."

Aku lalu bertanya lagi, "Lho? Kayaknya dari tadi kamu sibuk dengan HP. Dia enggak bisa dihubungi?"

"Sudah ku-SMS. Sudah balas juga. Katanya OTW."

"Bilangnya OTW. Tapi jangan-jangan baru mau mandi," celetukku.

Dia menjawab, "Kadang-kadang aku juga begitu, kok."

"Heh? Astaga! Jelas saja bilang OTW tapi enggak datang-datang. Lha wong OTW-nya baru OTW ke kamar mandi. Belum di jalan. Payah, ah. Menyalahi arti OTW," kataku panjang lebar.

"Lha terus? OTW tuh artinya apa?" Dia menatapku dengan pandangan penuh tanya. Orang-orang yang duduk di sampingku pun ikut kepo.

O la la! Jadilah sore itu aku memberikan kursus singkat perihal makna OTW. Bahkan, masih kulengkapi pula dengan makna BTW.

Tak kusangka, banyak orang yang hanya ikut-ikutan memakai kata tanpa tahu maknanya. 

MORAL CERITA:
Betapa masyarakat kita butuh pendidikan literasi yang berlimpah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template