Jumat, 31 Mei 2019

Reuni Itu Jangan Keseringan

SEIRING dengan datangnya Lebaran, wacana yang mengemuka di depan hidungku adalah reuni SMP. Ya ampun! Reuni lagi, reuni lagi. Rasanya kawan-kawan SMP-ku getol banget mengadakan reuni, deh. Sampai-sampai aku merasa jenuh dengan reuni. Serius. Aku menjadi tak berminat lagi untuk terlibat dalam acara reuni. Terkhusus reuni SMP . Setidaknya untuk saat ini.

Bagaimana, ya? Baru 2 tahun lalu diadakan reuni akbar. Kenapa tahun ini diadakan lagi? Padahal selama kurun waktu 2 tahun ini, sudah kerap pula diadakan reuni-reuni mini yang sifatnya insidental. Terutama bila ada yang pulkam. Nah 'kan? Berarti itungannya, reuni SMP-ku  telah terjadi berulang kali dalam kurun waktu yang berdekatan.

Maka wajar kalau aku merasa bosan. Pesertanya itu-itu saja. Susunan acaranya pun begitu-begitu saja. Bersenda gurau, makan-makan, minum-minum, karaokean, dangdutan, dan aneka kegiatan yang menurutku cenderung hura-hura. Berisik bin bising. Sementara kehirukpikukan merupakan hal yang tak kusukai. Huft! 

Oke. Silaturahmi memang perlu dijaga. Dipelihara supaya tetap utuh hingga akhir hayat. Akan tetapi, tak mesti dalam bentuk acara yang heboh bin hura-hura 'kan? Kalau reuni diartikan sebagai kegiatan penuh kehura-huraan, yeah .... Aku tak setuju saja, deh. Pilih absen selamanya.

Apa boleh buat? Dianggap sombong juga enggak apa-apalah. Toh sebelumnya aku sudah pernah ikut reunian. Malah beberapa kali ikut. Bahkan, tema reuni sering pula kueksekusi jadi tayangan di blog ini. Jadi, kesimpulannya apa? Kesimpulannya ya fakta bahwa sesungguhnya, aku enggak sombong. Kalau sama sekali tak pernah mau ikut reunian, itu baru boleh disebut sombong. Haha!

Catatan:
Asli, tulisan ini 1.000% curhat.

MORAL CERITA:
Reuni itu jangan keseringan. Kalau keseringan malah bikin bete.



0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template