Kamis, 14 Juli 2016

Demi Apa?

Demi apa aku memposting foto di atas? Demi apa aku memposting tulisan ini? Demi eksistensi diri? Atau, demi keisengan semata? Demi, demi, demikianlah adanya....

DEMI apa? Ya, demi apa kita melakukan sesuatu? Demi sebuah tujuan yang jelas ataukah demi sebuah keisengan semata? Demi apa? Demi apa? Huft! Pertanyaan "demi apa" sungguh-sungguh memenuhi ruang benakku belakangan ini. DEMI APA?

Pemicunya adalah berita beberapa hari lalu, di penghujung Ramadan 2016, yang berarti jelang malam takbiran. Anda masih ingat soal bom bunuh diri di Mapolresta Solo 'kan? Nah! Coba pikirkan dan renungkan dalam-dalam. Demi apa si pelaku melakukan tindakan konyol itu?

Iya, aku bilang bahwa itu tindakan konyol. Apa demi bidadari surga? Duuuh. Gubraks banget deh kalau alasannya seperti itu. Demi bidadari surga yang belum pasti akan diperuntukkan baginya, tapi si pelaku malah meninggalkan bidadari dunianya (yakni istrinya) sendirian mengasuh dua buah hati mereka.

Sekali lagi, demi apa? Dalam Ramadan yang suci, tepat jelang lebaran, eh... bukannya mudik malah bunuh diri. Alamaaak. Demi apa coba? Aku enggak setuju kalau dibilang demi agama-Nya. No, no. Bukan begitu caranya melakukan sesuatu demi agama-Nya.

Nah, lho. Jadi, demi apa? Mari balikkan juga pertanyaan serupa kepada diri kita sendiri. Demi apa kita berbuat baik kepada seseorang? Demi apa kita tega menyakiti hati sesama? Demi apa kita tega merusak kebahagiaan seorang anak demi membahagiakan anak orang lain? Demi apa coba?

MORAL CERITA:
Sebaiknya kita kerap mempertanyakan alasan dari perbuatan/tindakan kita. Demi apa? Bila ternyata bukan demi niatan lillahi ta'ala atau demi sesuatu yang mulia, enggak usah dilakukan deh...  #self reminder

 


2 komentar:

  1. Entahlah, demi apa saya juga tak mengikuti beritanya #EmangDitanya?

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template