Selasa, 17 Juli 2018

Pasar Kangen Jogja 2018

3 komentar
PADA tanggal 7-16 Juli 2018 lalu kembali diselenggarakan Pasar Kangen Jogja. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pasar Kangen Jogja tahun ini pun berlokasi di kompleks Taman Budaya Yogyakarta. Formatnya juga tak jauh berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Yeah! Selaku pengunjung lumayan setia, aku menyimpulkannya begitu. 

Sejauh pengamatanku, perbedaan paling mencoloknya terletak pada papan nama. Eh? Sebutannya papan nama atau logo, sih? Ya sudahlah. Apa pun sebutannya, yang jelas para pengunjung antre mengular di situ. Termasuk aku dan dua temanku itu. Haha!

 
Ini papan nama atau logo?


Selain di situ, ada satu spot lagi yang menjadi rebutan pengunjung. Yakni spot Jembatan Kangen. Wow! Bagaimana bentuknya? Yang begini ini, nih. 


Yang ini dipotret dari sisi selatan, pada suatu senja ...

Kalau yang ini dipotret dari sisi utara, pada sebuah siang ...



Komoditi Apa yang Dijual?

Masih menurutku, dari tahun ke tahun sejak tahun 2008 lalu, Pasar Kangen Jogja terutama menjual kenangan. Sementara yang namanya kenangan identik dengan hal-hal masa lalu. Itulah sebabnya di Pasar Kangen Jogja dijual aneka barang lawasan dan beragam makanan-minuman tempo doeloe. Hmm. Katakanlah, kenangan itu mewujud nyata dalam bentuk barang serta makanan dan minuman.

Karena dijual, setannya jadi enggak punya ceker lagi deeeeh ...

Mie lethek Bantul punya
 
Awas ya, hati-hati membacanya. Haha!

Lewat sini aku jadi ingat pada sawah



Foto-foto di atas memperlihatkan sebagian stan makanan dan minuman tempo doeloe. Selain yang tampak pada foto-foto tersebut, di Pasar Kangen Jogja 2018 dijual pula aneka kudapan zadoel yang lain. Di antaranya cenil, lemet, mendut, geblek, klethak, apem beras, sate kere, sate gajih, dan bakso lawas.

Ngomong-ngomong, mana foto barang lawasannya? Hmm. Berhubung aku lebih suka menyambangi stan-stan makanan dan minuman, stok fotoku untuk barang lawasan amat minim deeeh. Haha!


Entahlah. Barang apa saja ini? #ngeblur

Baki yang ada iklan pasta giginya

Baki yang ada iklan filmnya


Majalah dan buku lawasan juga tersedia di Pasar Kangen Jogja ini. Kalau telaten dan teliti, insyaallah Anda bakalan sukses menemukan "harta karun". Yakni yang berupa referensi zadoel yang sedang Anda butuhkan. Dengan demikian, Pasar Kangen Jogja tuh tak melulu urusan tentang rindu masa lalu.

Selain ratusan stan jual-beli, di Pasar Kangen Jogja juga ada panggung kesenian. Panggung tersebut berada tak jauh dari pintu masuk. Maka siapa pun pasti melewatinya. Jadi mau tak mau ya menoleh ke panggung, tatkala sedang ada pentas.

Apa saja yang dipentaskan? Bermacam-macam kesenian, dong. Di antaranya jathilan, wayang kulit, tari-tarian tradisional, dan dolanan anak.

O, ya. Di tengah-tengah lokasi stan makanan-minuman, tepat di samping tulisan "Pasar Kangen Jogja", ada spot spontanitas. Di situ siapa pun boleh unjuk gigi dalam hal bernyanyi. Musisinya sudah tersedia, kok. Tak perlu pula bernyanyi dengan sempurna. Lha wong seperti si Mbak itu, sambil membaca lirik lagu dari HP juga boleh. Hehehe ....


Yang penting pede

Menjadi Destinasi Wisata 

Pasar Kangen Jogja merupakan agenda tahunan. Digelar sejak tahun 2008. Jadi, Pasar Kangen Jogja tahun ini merupakan gelaran yang kesebelas. Alhamdulillah sejauh ini animo masyarakat lumayan besar. Indikasi yang paling nyata dilihat, tiap hari pengunjungnya berjubel. Kian sore (malam) kian ramai. Terutama di stan-stan makanan-minuman.

O, ya. kebetulan pada tahun ini penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja masih dalam suasana liburan sekolah. Maka tak mengherankan bila beberapa kali aku berjubelan antre di stan makanan, dengan rombongan dari luar DIY. Mereka bilang pas liburan ke Jogja, pas tahu informasi mengenai Pasar Kangen Jogja. Ya sudah. Sekalian mampir saja. Terlebih lokasinya sangat dekat dengan Malioboro dan titik nol.

Fakta tersebut menjadi semacam bukti pencapaian. Yeah! Pasar Kangen Jogja 'kan memang digagas untuk menjadi salah satu destinasi wisata di DIY. Kalau banyak wisatawan yang mampir di situ, berarti tujuan penyelenggaraannya tercapai 'kan?

Namun, tentunya penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja tetap butuh inovasi-inovasi terkini. Jangan sampai masyarakat merasa jenuh sebab formatnya monoton dari tahun ke tahun. Bisa berabe 'kan kalau sampai terjadi hal buruk seperti itu?


Senja telah datang. Saatnya pulang. dooong!



MORAL CERITA:
Bersemangatlah untuk mempromosikan pariwisata di di kota/daerah kalian. Tentu dengan cara dan gaya kalian masing-masing. Oke?

*Contohlah aku yang sampai tiga kali mengunjungi Pasar Kangen 2018 ini*





Jumat, 06 Juli 2018

Mengenal Rumah Syaamil Quran Sleman

4 komentar
SUNGGUH! Dia SWT, Yang Maha Mengingatkan, selalu punya cara untuk mengingatkan hamba-hamba-Nya. Baik dengan cara haluuus maupun cara yang super duper blak-blakan. 

Dan setelah sekian lama agak membandel, Alhamdulillah kemarin aku mendapatkan giliran diingatkan oleh-Nya. Hehehe .... Jadi malu. Tapi menurutku sih, memang begitu. Kemarin aku memang diingatkan oleh-Nya. Melalui cara yang menyenangkan. Bukan melalui cara yang merobek-robek perasaan. #Halah 

Jadi, ceritanya begini. Kemarin pagi aku dan beberapa teman menghadiri sebuah acara keren. Yakni keren muatannya meskipun tanpa gebyar hip hip hura musik cadas. Eh? Duh, maafkan istilahku. Tapi maksudku, acara yang kami datangi itu syahdu dan penuh makna. 

Acara apa, sih? Itu lho, acara penyerahan hadiah MTQ Syaamil Quran. Yakni MTQ yang diselenggarakan oleh perusahaan penerbitan Quran P. T. Sygma Examedia Arkanleema atau Syaamil Quran. Yang kantor pusatnya di Bandung. 

Berhubung juara umumnya Rumah Syaamil Quran Sleman, penyerahan hadiah pun secara simbolik dilakukan di situ. Alhamdulillah juara umumnya dari Rumah Syaamil Quran Sleman sehingga aku ikut kecipratan berkah. Buktinya sebab kemenangan itu, aku menjadi berkesempatan tahu dan mengunjunginya. Iya 'kan?

 
Ibu Ully Theristawati dari Rumah Syaamil Quran Sleman tengah menerima penghargaan dari Syaamil Quran

O, ya. Rumah Syaamil Quran Sleman adalah salah satu dari 141 Rumah Syaamil Quran yang tersebar di seluruh Indonesia. Yakni semacam komunitas yang gigih melaksanakan aneka program pembelajaran Alquran. Mulai dari membaca, menulis, menghafal, hingga mengkaji makna dan mempelajari tafsir dari ayat-ayat Alquran.

Selain itu sebagaimana halnya Rumah Syaamil Quran yang lain, Rumah Syaamil Quran Sleman pun berfungsi sebagai salah satu outlet resmi distributor produk Syaamil Quran. Kalau ingin tahu lebih detil mengenai produk-produk tersebut bisa langsung dilihat di sini, ya. 

Begitulah adanya. Rumah Syaamil Quran memang berfungsi ganda. Dengan demikian, masyarakat umum bisa sekaligus mendapatkan dua manfaat darinya. Pertama, bisa membeli produk dari Syaamil Quran. Kedua, bisa belajar Alquran di Rumah Syaamil Quran

Jadi konsumen tak sekadar membeli produk, kemudian dibiarkan membacanya begitu saja. Sebagai tindak lanjut, bila memang membutuhkan, konsumen pun diberi kesempatan untuk mempelajari produk yang dibelinya dengan lebih mendalam. Yakni dengan cara ikut belajar di Rumah Syaamil Quran

Program Andalan Rumah Syaamil Quran Sleman  

Lalu, program apa saja yang ditawarkan oleh Rumah Syaamil Quran Sleman milik Ibu Ully Theristawati? Wah. Program-programnya istimewa, lho. Tak kalah istimewa dari martabak dan Jogja. Hehehe .... Di antaranya program Tabuba, Talia, dan Tamimah.

Tabuba (Tahfidz Ibu dan Balita) merupakan program pembelajaran Alquran untuk ibu dan balita. Adapun kategori balita di sini dimulai dari usia 1-5 tahun. Menurutku, program ini amat seru. Dan rupanya, memang menjadi andalan dari Rumah Syaamil Quran Sleman

Karena terkait dengan balita, pelaksanaan Tabuba pun sangat fleksibel di segala lini. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi si balita. Yang penting bisa belajar dan menghafal Alquran. 

Bagaimana Tabuba itu dijalankan? Begini. Si balita diajari/dikenalkan dengan huruf hijaiyah. Diajari pula untuk membaca Alquran mulai juz 30, dengan metode answer and question. Sementara untuk sang ibu, ada materi parenting dan seputar kerumahtanggaan. 

 
Unsur bermain sudah pasti dominan di program Tabuba ini

Talia (Tahfidz Belia) merupakan program pembelajaran Alquran untuk anak-anak usia 6-12 tahun. Kalau program yang ini sih, para pesertanya sudah lumayan bisa berdisiplin. 

Para peserta program Talia

Yang ketiga adalah Tamimah (Tahfidz dan Tahsin Muslimah). Sementara ini program Tamimah belum berjalan rutin. Penyebabnya, para peserta masih belum bisa saling klop dalam menyusun jadwal belajar.

Alhamdulillah ....

Sungguh. Kemarin itu aku betul-betul disadarkan kembali oleh-Nya untuk kembali on the track. Terkhusus untuk selalu mencintai Alquran. Tentu bukan cinta yang sekadar cinta, ya. Tapi mau rutin membacanya serta bersedia mengkaji dan mengamalkan isinya. 

Hmm. Tapi sejujurnya aku yo isin berada di Rumah Syaamil Quran Sleman itu. Malu sama anak-anak SD yang hafalan Qurannya jauh lebih banyaaak dariku. #Tepok jidat kuat-kuat 

O, iyaaa. Hampir saja kelupaan. Rumah Syaamil Quran Sleman itu beralamat di Pogung Dalangan Nomor 27 B, Sinduadi, Mlati, Sleman. Tepatnya di depan Masjid Pogung Raya. Adapun nomor kontak yang bisa dihubungi 0857-3034-2136 (Ibu Ully Theristawati).

Bila tertarik untuk mengikuti salah satu program yang ditawarkan, silakan langsung hubungi nomor kontak yang tertera

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template