Selasa, 12 Februari 2019

Jogja Heboh, Jogja Sarungan

6 komentar
MINGGU sore,  10 Februari 2019, aku menonton Fashion Show 1000 Sarung. Acara yang merupakan bagian dari Jogja Heboh 2019 itu dihelat di kawasan Titik Nol Jogja. Sesuai dengan labelnya, Fashion Show 1000 Sarung, acara tersebut memang menampilkan sarung-sarung.

Iya. Sarung yang itu. Yang biasa dipakai para lelaki untuk ke masjid, pergi ke tempat kenduri, atau dikenakan sebagai busana bersantai di rumah. Bahkan sudah jamak oleh segala kalangan usia dan gender, sarung difungsikan sebagai selimut.

Tapi jangan salah. Seribu sarung yang tampil di acara tersebut terlihat beda, lho. Tampak lebih artistik, modis, penuh gaya, dan kekinian. Baik dalam hal motif maupun cara memakainya. Apalagi para pemakainya bening-bening. Wow! Benar-benar sarung naik kelas, deh.


Hanya Pak Kapolda DIY dan Pak Celana Hitam yang tak bersarung


Dan sesungguhnya, meningkatkan harkat martabat sarung itulah tujuan digelarnya Fashion Show 1000 Sarung. Melalui acara ini, masyarakat diajak untuk tak lagi mengidentikkan sarung sebagai busana rumahan. Sekaligus disadarkan bahwa sarung pun memiliki nilai estetis.

Faktanya setelah didesain dengan kreativitas maksimal, sarung-sarung bisa dikenakan dengan cara yang modis. Dengan demikian, sangat mungkin untuk dipakai dalam segala aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk jalan-jalan di mal, nonton bareng kawan-kawan, atau ke nikahan mantan. Haha!

Intinya, masyarakat diberi informasi bahwa sarung bisa difungsikan sebagaimana laiknya denim. Pantas dipakai untuk keperluan apa saja. Bisa dikenakan tanpa ribet, tanpa bikin kesrimpet, aman tanpa potensi melorot, dan modis sesuai selera gaya si pemakai. Mungkin itulah sebabnya jargon yang diusung adalah "Sarong is my new denim. Create your own sarong in a modern style". 


Cowok-cowok bersarung itu bersiap untuk tampil di karpet merah 


Mas bersarung ini ternyata fotografer, tidak ikut tampil di karpet merah


Sebagai orang yang awam mode, acara ini kunilai menarik. Seru. Asyik. Menghibur. Menambah wawasanku tentang dunia persarungan terkini.  Kukira para penonton (awam mode) lainnya pun sepertiku. Berarti boleh dibilang tujuan panitia berhasil, dong.  Hehehe ....

Perlu diketahui, pemilihan lokasi di Titik Nol memang bertujuan mendatangkan banyak penonton. Agar banyak orang (awam mode) yang menonton. Yang berarti makin banyak yang tahu "kampanye sarung" ini.

Yeah! Sebagaimana kita tahu, di kawasan Titik Nol banyak wisatawan dan penduduk setempat yang berlalu lalang. Jadi mereka yang semula tak tahu ada acara Fashion Show 1000 Sarung, bisa mendadak tahu. Tentu bila kebetulan sedang lewat kawasan situ. 

Sekelumit Jalannya Acara  

Fashion Show 1000 Sarung secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Jogja. Yang tentu saja, beliau hadir dengan kostum sarung nan trendi. Sebagaimana halnya para tokoh lainnya yang juga hadir. Eh? Kecuali Kapolda DIY yang tetap bercelana seragam, sih. Hmm. Rasanya agak susah kubayangkan jika beliau juga sarungan dalam seragam resmi Polri. Haha!

Baik. Mari lanjut ke jalannya acara. Setelah resmi dibuka, tampillah kelompok penari dari Kabaret Hamzah Batik. Duuuh! Kocak nian tariannya. Bahkan, baru melihat para penarinya saja aku sudah ngakak. Silakan amati sendiri di video berikut, deh.





Ketika tarian usai, tampil 6 polwan cantik. Mereka tidak sarungan dan tidak menari. Tapi tetap berseragam dinas resmi. Dan membawa spanduk yang mempromosikan sebuah acara, yang hendak dilaksanakan Maret nanti. Ngomong-ngomong, mbak-mbak polwan itu kok malah mengingatkanku pada Mbak Puput. Haha! Dasar, ya. Pikiran dan ingatan memang suka meliar dengan sendirinya.

Lalu, kapan pasukan bersarung tampil? Tepat persis di belakang para polwan cantik, dong. Mereka pun tak kalah cantik. Dengan aneka jenis dan model sarung, sesuai pilihan masing-masing. Gerakan mereka luwes-luwes pula. Padahal, tak semua yang berlenggak-lenggok di karpet merah merupakan peragawan atau peragawati. Ada pula yang merupakan anggota komunitas-komunitas yang ikut berpartisipasi. Misalnya saja dari Perempuan Berkebaya.

O, ya. Sebenarnya seniman kondang Didik Nini Thowok ikut berpartisipasi. Tapi sebelum dia tampil, aku sudah mesti pulang. Mesti pindah ke acara lainnya, Beiibb.









Bagian dari JOGJA HEBOH 2019 

Fashion Show 1000 Sarung merupakan salah satu agenda dari Festival Jogja Heboh 2019. Yakni sebuah acara yang resmi digelar sejak 31 Januari 2019 - 28 Februari 2019. Yang diinisiasi oleh Kadin (Kamar Dagang dan Industri) DIY, Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia)  DPD DIY, dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) DIY. Yang tujuannya menggairahkan kembali pariwisata Jogja, yang sedang melesu selama Februari.

Ada banyak acara menarik dalam Festival Jogja Heboh 2019. Yang detil kompletnya bisa kalian cermati di poster  berikut ini.





Oke. Sekian ceritaku tentang Fashion Show 1000 Sarung di Festival Jogja Heboh 2019. Semoga bermanfaat bagi kalian. Membuat kalian tergoda untuk segera berkunjung ke Jogja pada Februari ini.



Selasa, 05 Februari 2019

Nobar Film TERLALU TAMPAN

8 komentar

By Kjog

Dunia ini selalu punya cara untuk membuatmu patah hati. Tapi juga punya banyak cara untuk membuatmu jatuh cinta.

Setampan apa pun kamu, cewek akan lebih melihat perilakumu. Bukan wajah tampanmu melulu....

DEMIKIAN hikmah yang bisa kuambil dari film Terlalu Tampan. Sebuah film yang diadaptasi dari cerita komik yang ada di Webtoon. Yang pastinya komik tersebut tenar dan punya banyak penggemar. Itulah sebabnya  Terlalu Tampan amat dinanti-nantikan oleh banyak orang. Yang notabene para penggemar komik itu.

Menurut informasi yang kudapat, komik tersebut sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Keren 'kan? Konon pula Terlalu Tampan merupakan film pertama di Indonesia yang diangkat dari cerita komik Webtoon. Wuih. Selamat deh, kalau begitu. Selamat menjadi pionir. Hehehe .... 

Berdasarkan judulnya, film ini terbayangkan sebagai film romantis ala remaja. Apalagi pemeran utamanya, Ari Irham, memang masih pemuda ranum. Lalu, mengapa aku bisa terjebak menontonnya? Yeah, aku 'kan sengaja menjebakkan diri. Nobar dengan teman-teman KJog. Dan kupikir, mereka pun tak ada lagi yang patut disebut remaja. Haha! 

Tapi sungguh. Pada kenyataannya, Terlalu Tampan adalah sebuah film yang kocak plus-plus. Dalam arti punya nilai-nilai yang diamanatkan kepada penonton, sekaligus mampu memancing tawa. Sedari awal hingga akhir film. 

Lalu, bagaimana isi cerita Terlalu Tampan? Baik. Mari kuceritakan secara ringkas ....

Alkisah ada seorang cowok tampan yang bernama Witing Tresna Jalaran Saka Kulina. Tapi dalam keseharian nama panggilannya Mas Kulin. Nah, lho. Sebuah nama yang absurd 'kan? Maklumlah. Mas Kulin (Ari Irham) memang terlahir dari keluarga yang sama absurd dengannya. 

Tapi jangan salah. Meskipun bernama dan bertingkah laku absurd, gen mereka adalah gen tampan. Sang papa (Marcellino Lefrant) dan sang kakak, Mas Okis (Tarra Budiman), sama-sama tampan. Bahkan, gen tampan itu diturunkan juga dari sang mama (Iis Dahlia). Haha! 

Sttt. Bukan sebab sang mama perempuan jadi-jadian, lho. Melainkan sebab pemeran sang mama adalah Iis Dahlia. Ayo, silakan ingat-ingat. Apa yang membuat Iis Dahlia patut disebut tampan (selain cantik)?

Hingga di sini, kalian tentu memaklumi kalau Mas Kulin berparas di atas rata-rata. Dan, notabene menjadi si terlalu tampan. Maka di mana pun berada, Mas Kulin selalu menjadi pusat perhatian kaun Hawa. Selalu diistimewakan. Sebuah kondisi yang pada umumnya diimpikan oleh para cowok. Iya 'kan? 

Namun, lain halnya dengan Mas Kulin. Ia merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Selalu diperhatikan dan dikejar-kejar cewek justru terasa sangat mengganggunya. Mas Kulin enggan senantiasa diistimewakan. Ia ingin diperlakukan sewajarnya. 

Apa boleh buat? Dengan alasan kenyamanan, Mas Kulin lebih memilih homeschooling. Tak mau bersekolah di sekolah umum. Ia takut berhadapan dengan orang banyak. 

Syukurlah Mas Kulin memiliki keluarga yang selalu mencintai dan mendukungnya. Yang kompak berusaha membangkitkan rasa percaya dirinya. Hingga akhirnya Mas Kulin  mau bersekolah di sekolah umum. Lalu, menemukan sahabat baru yang baik hati. Lalu, merasa patah hati sebab cintanya ditolak oleh seorang gadis dari sekolah sebelah.

Si terlalu tampan ditolak cintanya? Yoiii. Meskipun mungkin jarang terjadi, faktanya hal tersebut dapat terjadi 'kan? Kalau si terlalu tampan sedang apes tentunya. Haha! 

Demikian sekilas info dari film Terlalu Tampan.  Semoga kalian tergerak untuk menontonnya juga. Senyampang masih tayang di bioskop. 

O, ya. kalau ingin informasi yang lebih komplet bisa dibaca juga ulasanku di FILM TERLALU TAMPAN: Menasihati Tanpa Nada Menggurui.

Ayolah tonton film komedi inspiratif ini. Cocok untuk segala kalangan usia, kok. Jangan merasa sayang untuk keluar uang demi menonton film Indonesia.  Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menontonnya? 

Lagi pula, Terlalu Tampan bukanlah film alay yang receh tanpa makna. Percayalah. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik darinya. Paling tidak, selepas menontonnya kita bisa tertawa bahagia melepaskan segala resah. Seperti kami, para anggota KJog ini .... 


By Kjog



.

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template