Selasa, 05 Juni 2018

Bakpia Wong Jogja

0 komentar
STTT .... Sudah tahukah? Di Jogja ada yang baru, lho. Hmm.  Apa'an tuuuh?  It's Bakpia Wong Jogja (BWJ). 



Oalaaah.  Bakpia 'kan memang oleh-oleh khas Jogja? Identik dengan Jogja. Istilahnya, sudah merupakan hak milik wong Jogja.

Eit,  eit!  Yang ini lain, dooong. Beda dengan bakpia-bakpia yang sudah ada terdahulu. Bagaimana,  ya? Bagiku, rasanya terlalu sulit untuk dilupakan. 

Sebagaimana tagline #enakeraisolali ....




Apa bedanya BWJ dengan bakpia lainnya? Kalau menurutku sih, beberapa hal berikut yang menjadi pembedanya: 

(1) Kulitnya lebih tipis cenderung rapuh, tapi tak seketika ambyar saat disentuh #persis dengan kondisi hatikuuuh

(2) Sebab kulitnya tipis, otomatis isiannya terasa lebih mantap. Tak sekadar mantap secara kuantitas,  lho. Tapi mantap pula citarasanya. Terkhusus yang cokelat dan kumbu.  Hmmm. 

(3) Bakpia Wong Jogja edisi biasa memang beda tipis citarasanya dengan bakpia merk sebelah. Bentuknya pun sama. Namun, jangan ditanya edisi premiumnya. Wow banget,  deh. Bentuknya saja beda.  Apalagi citarasanya. 

BWJ premium rasa cokelat Almond dan cokelat Hazelnut 


Demikian itulah kesanku terhadap Bakpia Wong Jogja. Mungkin kalian punya kesan berbeda jika mencicipinya. Tapi tentu saja, kalian mesti ke toko Bakpia Wong Jogja dulu. 

Lokasinya di tepi jalan raya yang ramai. Maka amat mudah dijangkau. Itu lho, yang beralamat di Jl.  HOS Cokroaminoto No. 149 Tegalrejo Yogyakarta.

Yang di dekat pintu masuk tokonya ada imitasi Baim Wong, sang pemilik BWJ. Yuk,  ah! Kapan kalian ke sana? 




Selasa, 29 Mei 2018

Seorang Driver Bernama PAHALA

2 komentar
SUBHANALLAH. Alhamdulillah. Terima kasih bangeeet, Ya Allah. Pagi itu, tatkala mengorder go-jek untuk ke sekolah, lha kok takdirku mendapatkan driver yang bernama PAHALA.

Ketika pada detik pertama membaca namanya, aku tertawa kecil. Sembari membatin, "Ada juga orang yang bernama Pahala." Tak sedikit pun aku menduga bahwa nama sang driver punya arti tertentu buatku.

Apa artinya? Hmm. Ternyata begini artinya. "Kalau sudah nyampe tujuan, nanti bakalan ada voucher go ride  Rp80.000,00. Mbak bisa memakainya sampai 4 Juni nanti." Demikian penjelasan dari Mas Pahala, sang driver.

"Oh,  begitu? Iya, iya. Makasih ya, Mas." Meskipun kurang begitu ngeh, kuucapkan terima kasih kepadanya. Tak lupa kubonusi seulas senyuman manis tiada tara. Haha!

Aku baru paham sepenuhnya ketika orderan tertuntaskan.  Alias sudah tiba di tempat tujuan. Benar saja.  Setelah semuanya beres, muncullah penampakan begini ....



Sudah pasti sebagai konsumen setia, daku amat berbahagia menerima hadiah tersebut. Sangat tepat dan bermanfaat, dong. Jumlahnya amat lumayan. Bisa menghemat ongkos transportasiku selama seminggu.  Kiranya inilah yang disebut dengan rezeki nomplok.

Sekali lagi, Alhamdulillah. Alhamdulillah wa syukurillah. Nikmat manakah yang hendak aku dustakan?

Asal tahu saja,  sebenarnya pagi itu yang paling kuinginkan adalah bertemu denganmu. Kamu, yang berada jauh di sana. Di perbatasan hatinya. Halah!

Tapi Dia Yang Maha Tahu kebutuhan hamba-Nya, justru mempertemukanku dengan Mas Pahala. Yang berujung voucher diskon Rp80.000,00. Begitulah. Kalau sudah rezeki memang tak bakalan ke mana-mana.

MORAL CERITA: 
Diskonan jauh lebih penting daripada rindu!


 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template