Kamis, 17 Agustus 2023

Menikmati Senja di Yogyakarta

HALO, Sobat PIKIRAN POSITIF? Suka senjakah kalian? Bagaimanakah cara kalian menikmati senja?

Senja di depan Gedung Agung (Dokpri Agustina)


Tatkala senja tiba, kalian menyambutnya dengan gembira dan ceria atau biasa-biasa saja? Atau, malah merasa bersedih?

Semoga kalian tidak ada yang menjawab, "Apa pentingnya sebuah senja? Sehingga mesti dinikmati dan disambut? Tiap hari juga ada dan begitu-begitu saja."

Woiii. Tolong dipahami deh, ya. Tiap hari memang ada senja. Namun, tiap senja berlainan nuansa. Dinamis. Tidak begitu-begitu saja. Minimal kedinamisannya dapat dilihat dari warna langit.
 

Senja di Kamijoro (Dokpri Agustina)

Senja di Kamijoro (Dokpri Agustina)


Cobalah sesekali meneliti warna langit senja. Selama seminggu saja. Perhatikan baik-baik dan catatlah warna langit senja pada Senin hingga Minggu.

Lalu, cermatilah catatan itu. Ada berapa senja yang warna langitnya sama persis plek ketiplek? Dugaanku, jawabannya tidak ada. Kalaupun sama-sama berwarna jingga, jingganya belum tentu sama persis.

Kalau kurang percaya, silakan ulangi dari awal penelitian itu. Haha!

Tenang, tenang. Mari cermati saja beberapa foto di bawah ini.
 

Senja di atap rumah (Dokpri Agustina)

Senja di atap rumah (Dokpri Agustina)

Senja di atap rumah (Dokpri Agustina)


Foto-foto di atas kuambil di Yogyakarta. Tepatnya di tempat biasa aku menjemur pakaian. Di atap rumah! Plus sederet keberantakannya.

Itu saja sudah indah 'kan? Eee, tapi itu dulu. Sebelum tetangga membuat rumahnya menjadi dua tingkat.

Apa boleh buat? Sekarang kondisinya telah berbeda. Tak asyik lagi bagiku untuk nongkrong senja di atap rumah. Gimana mau asyik kalau penampakan langit sebagian besar tertutup tembok menjulang?

Nasib, nasiiib. Hehehe ...

Namun di atas semua itu, senja di Yogyakarta tetaplah indah. Selalu indah dengan kadar keindahan masing-masing. Percayalah. Kalau tidak, yuk buktikan sendiri. Tentu dengan cara datang ke Yogyakarta. 
 

Masjid Gedhe Kauman (Dokpri Agustina)


Akhirul kata, jika saat ini kalian merasa bosan tiada tara, bolehlah kiranya melakukan Terapi Senja. Lebih-lebih kalau Tetapi Senja itu dilakukan di Yogyakarta. Bersamaku. Haha!
 
 
 
 
 
 

36 komentar:

  1. aku juga suka banget sama warna langit senjaaaaa. rasanya tenang gitu. request sunset di bukit paralayang kak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ... tentang request nya rnggak bisa janji nih aku, Kak.

      Hapus
  2. Mengamati yang berbeds. Nah, ini patut dicoba nih.

    BalasHapus
  3. setiap senja punya makna yang berbeda, walaupun sama sama menikmati matahari tenggelam tapi sensasinya selalu beda. Warna warna yang ada terkadang berbeda dengan mood kita setiap hari sehingga ikatannya selalu berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, benar tuh, ada ikatannya dg bentuk mood kita tatkala melihatnya.

      Hapus
  4. Apalagi senja di Jogja Lantai 2. Gak ada obat deh menurut saya. Apalagi dinikmati dari dalam bus menuju rumah. Feel-nya kerasa banget. Nostalgianya dapet banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, walaupun bkn bernostalgia, dua minggu lalu aku merasakan indahnya senja dari lantai 2 Yogyakarta, dari dalam bus saat mau takziah di Playen.

      Hapus
  5. Senja dinikmati di balkon memang ga pernah bosan sih menurut saya..
    Sama halnya dengan memandangi lait biru lepas, juga ngga pernah membosankan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah adanya. Senja memang indah dan mengesankan.

      Hapus
  6. Senja dinikmati di balkon memang ga pernah bosan sih menurut saya..
    Sama halnya dengan memandangi laut biru lepas, juga ngga pernah membosankan :)

    BalasHapus
  7. Pernah nikmatin senja dari atas candi Ijo dan pemandangannya luar biasa di tambah langit gak ada awan jadi susana Jogja terlihat jelas saat sore hari

    BalasHapus
  8. Senja tuh emang cantik, selain subuh aku juga suka senja karena terasa adem sejuk gitu. Cuma kalai senja lebih agak anget aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Senja memang hangat. Ad kan ya lirik lagu, sehangat senja ...

      Hapus
  9. Wah langit senja emang indah banget, makanya sering dijadikan diksi untuk puisi dan menggambarkan suasana hati yg sedang rindu, dan sebagainya. Ternyata beda-beda yaa, selama ini gak terpikir aku kira sama aja warnanya 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe .... Alhamdulillah sekarang jadi tahu klo warna senja selalu berlainan.

      Hapus
  10. senja dan yogya, perpaduan yang sempurna untuk mengingat dia, kenangan lama yang entah kapan bisa dijumpai kembali :')

    BalasHapus
  11. Beberapa kali ke Jogya jalur tol, senang banget kalau nyampe sana pas senja. Terus sebelum ke penginapan mampir dulu ke angkringan pinggir jalan minum kopi. Asli nyaman pol ❤️

    BalasHapus
  12. Wiih orang Jogja juga toh mba, saya juga nih. Saya paling suka sama indahnya langit di sore hari, apalagi yang dekat jembatan dekat arah mau ke Masjid Syuhada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, saya orang yg kini sedang tinggal di kawasan Titik Nol Yogyakarta.

      Hapus
  13. Suka nggak suka aku tuh sama senja. Bikin galau senja, selalu bikin susah move on dan terkenang masa lalu. Kadang senja bikin sedih, tp di lain waktu bikin terharu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka gakbsuka, cinta gak cintu, tindu gak rindu ...hahahaha ....

      Hapus
  14. senja itu seperti representasi dari kehidupan kita sih. makanya banyak yang suka. eh ada juga senja-senja yang lain yang berbentuk manusia. banyak juga teman temanku yang bernama senja. Ya, banyak juga senja bagian dari romantisme kita.

    BalasHapus
  15. Sama kita... dulu dari lantai dua rumah saya bisa menikmati senja..Kini lahan kosong di seberang sudah ancang-ancang dibangun perumahan, sudah mulai dari jajaran pohon menjulang yang tentu jadi menutupi kecantikan senja saya..huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tega amat ya orang merusak kebahagiaan kita yang simpel?

      Hapus
  16. Masya Allah, semua fotonya indah Kak, terapi Senja ya? Baru dengar istilah ini hehe, tapi ya memang senja itu asik untuk kita nikmati ya Kak. Teddy paling suka jika senja berwarna ungu Kak, karena Teddy suka warna itu.

    Terima Kasih ya Kak. Mungkin nggak bisa ke Yogyakarta nikmati senja di sana hehe. Di Pontianak saja cukup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senja ungu, waaah, terdengar romantis. BTW semoga kelak bisa menikmati senja Jogja juga.

      Hapus
  17. Suka banget sama senja. Biasanya aku videoin atau foto buat koleksi pribadi. Kalau nggak gitu cuma diem sambil lihat aja si senja

    BalasHapus
  18. Sbnrnya aku lebih suka sunrise daripada sunset mba. Walopun terkadang saat ketemu sunset yang bagus gradasi warnanya, itu langsung kayak WOW banget, diem dulu, melihat perubahan warnanya pelan2 jadi gelap.

    Memang ga ada warna yg sama. Pasti berbeda.iu yg bikin makin bersyukur dan kagum kuasanya Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah adanya. Allah SWT memang Sang Maha Melukis keindahan.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!