Kamis, 13 Juli 2017

Selamat Tinggal Sanggrahan RT 08

Suasana hujan lebat di Sanggrahan RT 08 dari sudut pos ronda (hasil jepretan Nona Flo, tatkala kami sedang berteduh)


SEBENTAR lagi, tinggal menunggu hitungan hari, aku angkat kaki dari kampung ini. Sebentar lagi statusku bukan lagi sebagai warga Sanggrahan RT 08 Ngestiharjo Kasihan Bantul. Meskipun KTP-ku masih tetap DIY, domisiliku akan bergeser ke kota. 

Iya. Sebentar lagi aku tidak lagi hidup di antara sawah-sawah. Tapi berganti dengan hidup di antara tembok-tembok perkotaan. Cie ... cie ... cie .... Jadi orang kota nih, yeee? Jelaslah. Kenyataannya tempat tinggal baruku memang mepet dengan titik nol Jogja.

Bukannya aku bosan menghirup aroma pohon-pohon. Bukan pula sebab sudah berganti life style, gaya hidup. Dulu alakadarnya gaya orang pedesaan dan kini jadi ala sosialita. Oh, bukan. Tentu saja bukan. Insya Allah aku masih selalu suka merumput. 

Aku yakin, di tempat tinggal baru nanti rumput dan pohon akan kurindui. Dengan kerinduan yang membuncah. Iya. Aku yakin, aku tak bakalan kerap masuk mal; mentang-mentang berdomisili dekat Malioboro. Aku percaya pada hatiku, ke mana ia condong meletakkan cinta .... #halah

Ya, sudah. Begini saja ungkapan selamat tinggalku. Aku pergi bukan sebab tak lagi cinta. Tapi sebab kondisi. Dan, aku bahagia sebab para tetangga seolah tak rela melepas kepindahanku. Eit! Jangan salah sangka. Mereka murni tak rela. Bukan sebab aku masih punya utang. Haha!

MORAL CERITA:
Jadilah tetangga yang asyik agar kepindahanmu tak diinginkan .... 

2 komentar:

  1. Alhamdulillah rumah baru, semoga bisa menambah semngat baru ia mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mas. Iya. Semoga bisa menjadi pembesar semangat utk berkarya.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!