Selasa, 14 Agustus 2018

Nostalgia Kemah Pramuka

SEORANG teman lama yang berprofesi sebagai guru, mengirimkan foto-foto kepadaku. Yakni foto-foto di lokasi perkemahan dalam rangka Hari Pramuka 2018. 





Duuuh!  Seketika suasana hatiku menjadi biru terkenang-kenang masa lalu. Apalagi tatkala memandangi foto yang berikut ini. Wah, jadi ingat tendaku duluuu. Haha!  #lebay bin alay




Saat kelas VI dulu aku juga ikutan kemah seperti itu, lho. Kala itu lokasi kemahnya beberapa kilometer saja dari rumah. Dalam arti, aku tak begitu lelah mengayuh sepeda bolak-balik dari rumah ke lokasi kemah, hanya untuk mandi. 

Hehehe .... Iya, sih. Entah mengapa saat itu aku ogah antre mandi di TKP. Jadi dengan manja bin ngeyel, kubawalah sepeda mini ke lokasi kemah. 

Tapi baru hari pertama aku kena batunya. Wuaaah. Itu enggak asyik bangeeet.

Begini ceritanya. Setelah mandi sore di rumah, aku bergegas kembali ke lokasi kemah. Mengayuh sepeda setengah ngebut, berkejaran dengan waktu. Senja sudah mepet Magrib, siiih. Takut kena hukuman kalau ketahuan Magrib masih kelayapan. 

Sesampainya di sebuah mulut gang, kuputuskan belok. Tidak lewat jalan beraspal seperti biasanya. Mau lewat jalan tanah tepian sawah saja. Tujuanku untuk mempersingkat perjalanan.  Etapiiii ....

Keputusanku berbelok itu salah besar! 

Sebab ternyataaah ... aku tersesat ke kampung buntung. Yang seluruh penduduk dan binatang peliharaan mereka buntung. Daaan, masing-masing menatapku dingin. Mereka bukan manusia dan binatang biasa!

Ini nostalgia kemah pramukaku, kawan. Apa cerita nostalgiamu? 

N.B.
Kisahku di kampung buntung itu telah kutulis jadi sebuah cerita, lho. Hihihi ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!