Rabu, 15 Februari 2017

Cucing Bukanlah Kucing

SUATU ketika aku terpana gara-gara melihat status FB seorang kawan kuliah. Tepatnya terpana dan gagal paham. Rumitkah deretan kalimat yang disusunnya? Oh, sama sekali tidak rumit. Tapi ada satu kata yang menyebabkanku terjebak rasa galau. Haha! Kata apakah itu? Yakni kata "cucing". 

Sekian detik kupandangi foto yang melengkapi status FB-nya. Dalam foto terlihat sebuah meja putar berwarna biru. Di atasnya ada tumpukan mangkuk kecil (menurutku benda-benda itu bernama mangkuk). Hanya saja aku merasa heran, kawanku menyebutnya dengan "cucing". Bukan mangkuk.

Daripada kepo tak menentu, kuutarakanlah kegalauanku terkait benda itu. Ternyata itu memang cucing. Wow! Aku pun merasa takjub. Gara-gara bentuk cucingnya atau bentuk mejanya? Hohoho ... Tidak karena keduanya. Lalu? Aku takjub pada kata "cucing"itu sendiri. Rasanya baru kali itu aku mengetahui adanya kata "cucing".

Astaganaga! Fakta bahwa aku baru tahu kata "cucing" juga menakjubkan. Katanya SS yang pernah menjadi editor? Nah, itulah masalahnya. Ckckck. Lumayan memalukan toh? Tapi aku menghibur diri. Bisikku dalam hati, "Kata tersebut pasti jarang dipergunakan. Pasti tak banyak orang yang tahu."

Namun, apa boleh buat? Sehari kemudian aku merasa tertampar pelan. Iya, pelan saja. Kalau tertampar keras 'kan rasanya sakit. Haha! Ternyata oh, ternyata. Pak Kiai yang mengisi kajian kitab al-Hikam menyebut kata "cucing". Aku lupa tepatnya membuat perumpamaan apa, tapi kata tersebut dipergunakan beliau untuk menyusun suatu kalimat.

Nah! Pak Kiai saja tahu. Mengapa aku yang kerap bercimpung di kolam pernaskahan malah tidak? Aih! Memang memalukan. Intinya pada diriku sendiri, deh. Kurang banyak belajar. Jadi supaya Anda sekalian tidak kuper (= kurang pergaulan) dan kudet (= kurang up date) sepertiku, kutulislah kisah ini. Hehehe ...          .    

Foto cucing yang semula bikin aku merasa galau (foto koleksi Hari Susana).

O, ya. Walaupun sebenarnya aku percaya pada penjelasan temanku itu, supaya afdal aku tetap menengok KBBI daring. Oh la la! Ternyata malah tidak ada kata "cucing" di  KBBI daring itu. Kata tersebut justru kutemukan di sini. 

Apa sebabnya, ya? Mengapa di KBBI daring tidak ada? Sementara pada situs yang satunya ada penjelasan untuk arti kata "cucing". Di situ disebutkan bahwa cucing adalah mangkuk mungil yang biasa dipakai untuk mencetak kue talam.

Kawanku tidak mencetak kue talam, tetapi mencetak mi urai tabur ayam. Astaga! Mengapa judul makanannya malah Mangkuk Mi Urai Tabur Ayam? 

Baiklah. Daripada pusingku kian menjadi-jadi, lebih baik kusudahi saja tulisan ini. Oke? Aku mau konfirmasi lagi ke Hari Susana, kawanku itu.

MORAL CERITA:
Terbukti 'kan bahwa kita mesti senantiasa rajin mempelajari apa saja? Jangan pernah merasa sudah ahli dalam bidang apa pun!



2 komentar:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template