Selasa, 26 Juli 2016

Hikmah yang Kami Petik



KEMARIN dua kali aku ke rumah sakit. Pagi dan sore. Rumah sakit yang kudatangi sama. Tujuan pergi ke situnya sama. Dua teman yang menyertaiku juga merupakan oknum yang sama. Hmm. Ngapain aja kok sampai dua kali sehari ke rumah sakit? Syukurlah bukan karena aku sakit, melainkan untuk keperluan menengok seorang tetangga yang sedang opname. 
  
Dua orangkah yang kami tengok? Enggak, kok. Cuma satu. Lhah? Tapi mengapa sampai dua kali sehari menengoknya? Hehehe…. Sebenarnya sih kami hanya sekali menengoknya. Yakni di kala sore hari. Yang paginya, kami gagal menengok. Haha!

Dasar emak-emak sok tahu. Tanpa bertanya kepada keluarga si pasien yang ada di rumah, kami langsung tancap gas ke rumah sakit begitu punya waktu senggang. Kami yakin kamar opname tetangga kami akan mudah ditemukan, jika ditanyakan ke bagian informasi rumah sakit.

Namun rupanya, laju langkah kami terhadang oleh bapak satpam yang lumayan kiyut. Sudah lumayan kiyut, eh… tahan rayuan pula. Sungguh-sungguh bikin gemas, deh. Gemas-gemas salut. Haha!

Kami gemas kepadanya sebab betul-betul ogah menyelundupkan salah seorang dari kami ke ruangan pasien. Sementara kami salut sebab berarti dia melaksanakan tugas dengan baik. Nah, lho. Sudah tahu ada orang yang bekerja dengan baik dan benar kok malah dibujukrayui agar mau jadi pecundang. Ckckck….

Dasar emak-emak rempong ogah rugi bensin setetes pun. Haha! Kalau kami mesti balik lagi nanti sore, bukankah itu berarti pemborosan bensin? Belum lagi kalau ternyata hujan sore jelang senja juga turun. Perjalanan ke rumah sakit jadi  kurang asyik ‘kan?

Namun, syukurlah. Sorenya ternyata langit cerah. Misi menengok tetangga yang opname pun berjalan lancar jaya kayak nama bus. Alhamdulillah wa syukurilah. Rencana hari itu pun terselesaikan dengan baik. Kami lega dan bahagia sebab telah sukses mengunjungi tetangga yang tengah terbaring sakit.

Sehari dua kali ke rumah sakit. Sudah pasti, ada hikmah yang dapat kami petik. Yup! Kami seolah disadarkan untuk senantiasa bersyukur akan nikmat sehat yang tengah kami genggam. Pusing-pusing sedikit atau senut-senut berjangka gegara sakit gigi tak mengapalah. Belum seberapa jika dibandingkan dengan mereka yang menginap di kamar-kamar rumah sakit. Iya ‘kan?

MORAL CERITA:
Berjalan di lorong-lorong rumah sakit bikin baper. Menengok tetangga yang sedang opname pun bikin baper. Maksudnya baper yang berujung syukur....


2 komentar:

  1. semoga lain waktu tak terulang lagi. harus tahu jam besuk pasien rawat inap di rumah sakit.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template