Sabtu, 18 Juni 2016

Sisi Njijiki Joachim Loew

JUJUR saja, saat menulis ini aku sembari senyum-senyum sendiri. Masak sih senyum diwakilkan? Hehe... Anda yang penonton setia EURO 2016 pasti paham sebabnya. Yup! Judul di atas saja sudah amat gamblang menjelaskan.

Joachim Loew, oh, Joachim Loew. Anda lagi apes, Sir.  Kameramennya juga iseng banget, lho. Iseng dan tanggap situasi banget. Tahuuu saja manakala ada adegan sensasional di pinggir lapangan. Haha!

Ya, ya. Gegara kameramen iseng, aksi "garuk-cium" Joachim Loew (saat Timnas Jerman melawan Timnas Ukraina) jadi viral. Huaaaa.... Sudah pasti aneka komentar netizen bermunculan. Biasalah. Isi komentarnya bebas cenderung liar. Tajam! Pedas! #Ternyata netizen dari belahan bumi yang mana pun itu perangainya tetap sama, ya?

O, ya. Buat Anda yang belum paham soal garuk-cium ini, silakan googling saja. Atau, langsung klik frasa berwarna merah pada alinea sebelum ini. Dijamin, bila Anda sudah membacanya akan ikut cengar-cengir bersamaku.

Tak kuduga, di balik penampilannya yang selalu rapi dan elegan, Joachim Loew ternyata seronok juga. Tepatnya seronok dan njijiki. Lhah piye? Dia ternyata juga hobi mengupil dan konon kabarnya kadang kala nyicip upilnya sendiri. Hiiyaaaahh. 

Tapi sebagai pengagumnya, aku tak serta-merta mencabut kekagumanku itu. Aku toh bukan sosok lebay. Kalau sedang tidak mengupil atau garuk-cium, Joachim Loew 'kan tetap keren. Aku berusaha proporsional sajalah dalam menyikapi viral buruk Loew tersebut.

Apa yang dilakukan Loew manusiawi. Masak sih gegara aksi garuk-ciumnya aku harus benci setengah mati kepadanya? Sejauh dia tidak memaksaku untuk mencium tangannya pasca aksi seronok itu, aku tak peduli. Loew toh tak pernah melukai hatiku. Mantan yang pernah melukai hatiku saja sanggup kumaafkan, kok. Gubraksss!

Tahukah Anda? Viral kelakuan Joachim Loew itu bikin aku bernostalgia. Beberapa tahun silam, saat Piala Dunia 1998, kameramen nakal pun dengan vulgar menyorot aksi seorang kiper yang sedang membenahi posisi "isi" celana kolornya. 

Di layar TV tampak bahwa sang kiper tak pakai sempak. Tapi celana kolornya punya "ruangan khusus" penyimpan burung. Duh, tulisan ini kok jadi vulgar? #Saat itu aku jadi paham bahwa ada model celana kolor yang praktis begitu :P

Gila beneeer. Gegara "aktivitas" sang kiper disorot dalam durasi lumayan lama, dengan close up, dan layar TV super besar (maklum kala itu aku ikut nobar) saat itu aku jadi tahu dengan gamblang isi celana seorang pria. Ih, bukan salahku dan bukan inginku. Yang ada aku malah merasa sangat malu. Jangan lupa, peserta nobarnya 'kan 99,98% berjenis kelamin pria.

Apa yang dilakukan sang kiper dan apa yang dilakukan Loew sama saja sebetulnya. Tapi perbedaan zaman membuat Loew lebih apes. Dulu sang kiper tak sampai diolok-olok sebab belum marak akun medsos. Sudah jadi derita Anda, Sir Joachim Loew.... Hihi....

MORAL CERITA:
Tiap orang pasti selalu punya sisi ajib dan ajaib. Termasuk Anda yang suka mencela sisi ajaib orang lain.... #Kabuuur

Bila Anda belum tahu wajah Joachim Loew, silakan googling saja. Aku belum sempat selfie dengannya tuh.
   

      

4 komentar:

  1. Baru tahu aku, ternyata Mbak Agustina penggandrung Joachim Loew. Eh, maksudku penggandrung sepakbola. :))

    BalasHapus
  2. nganti sisi detailnya yo ngerti jiannnn, mbak agustina

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template