Kamis, 25 Februari 2016

TEMANKU, AKU, dan BUKU

KALI ini aku mau menulis tentang teman-temanku dan buku. Tentu saja dalam kaitannya dengan diriku sendiri, dong. Hehehe... :D  Gegara melihat-lihat koleksi foto di galeri fesbukku, aku menjadi tersadar akan sesuatu. Tersadar bahwa ternyata, banyak di antara temanku yang terlibat erat dengan buku. Baik terlibatnya sebagai pembaca, penulis, maupun penjual. Atau... malah terlibat erat sebagai pembaca sekaligus penulis, sebagai penulis sekaligus penjual, sebagai pembaca sekaligus penulis sekaligus penjual. 

O, ya. Tentu saja di sini, yang disebut dengan penjual adalah penjual buku. Bukan penjual kecimpring lah yauw.... :D  Oke. Mari simak ceritaku satu per satu via deretan potret berikut ini. Semoga Anda bisa terinspirasi, terhibur, dan termotivasi setelah menyimaknya. 


Bu Guru Maharani Dewi, sohib lama teman seangkatan pas SMA, yang penggemar buku. Punya obsesi untuk jadi seorang penulis. Tahun 2015 lalu impiannya untuk berfoto bareng Andrea Hirata akhirnya terealita. Alhamdulillah. Aku ikut senang sekaligus iri padanya. Hahaha.... Aku 'kan belum pernah tatap muka langsung dengan Andrea Hirata.

Tanda tangan Andrea Hirata (di buku Ayah) untuk Bu Guru Maharani Dewi.

Foto di atas bikin aku sedih. Foto tersebut dikirimkan khusus oleh sohib lamaku, almarhum Bagus Budiwibowo. Dia merupakan teman seangkatanku pas SMA. Ndilalah kami juga satu kos pas SMA itu. Tampak dalam foto, almarhum Bagus berkacamata dan berbaju lorek-lorek. Dia bersama teman-teman kerjanya mejeng bareng Andrea Hirata (baju putih) beserta buku-buku karya Andrea. Yeah, asyik banget. Sebelum Laskar Pelangi meledak, Andrea Hirata memang rekan sekantor Bagus. Sayang sekali Bagus tak sempat merealitakan mimpinya untuk jadi seorang penulis. Allah SWT telah memanggilnya pulang pada tanggal 13 Februari 2016 lalu.
   
Siapakah dua perempuan manis dalam foto di atas? Ehem, ehem. Itu sih sang penulis The Power of Bejo dan teman kuliahnya. Enggak usah disebutkan deh nama penulis The Power of Bejo itu. Kalau nama temannya (kerudung hijau army) Yuli Indriasari. Yuli ini bukan penulis dan tidak terlalu suka membaca. Tapi dia suka banget berjualan buku. Dia sangat pintar berjualan buku, lho. O, ya. Kalau mau tahu lebih jelas tentang The Power of Bejo silakan klik saja di sini.
  
 
Lagi-lagi si bejo The Power of Bejo muncul. Kali ini bersama teman-teman IIDN. Tiga orang dari IIDN Jogja, yang seorang (jilbab hitam) dari IIDN Pusat. O, ya. Pusat IIDN itu di Bandung. Jadi ceritanya, kala itu di suatu hari pada tahun 2014, Teh Indari Mastuti jauh-jauh datang dari Bandung. Mengunjungi IIDN cabang Jogja.
Hehehe.... Inilah aku yang sesekali ingin narsis bin eksis bersama salah satu karyaku.

Di atas adalah buku karya Tria Sastri, salah seorang teman seangkatanku pas kuliah di Sasindo UGM. Tak kusangka, ternyata dia tergolong Jokowi lover. Tria Sastri ini nama pena. Nama aslinya Tri Hartini.

Kalau yang ini penampakan halaman belakang dari buku Tria Sastri. Tepatnya penampakan halaman biodata penulis. Tentunya dari buku Salam Tiga Jari dooong... :D


Desty Istiana Putri, tetanggaku yang pintar, lagi mejeng dengan salah satu karyaku. Gadis cantik ini sudah menulis dua novel, lho. Keren 'kan?

Hepi (adik Desty IP) dan Adiba sedang mempromosikan dua novel Desty. Kala itu mereka berdua ikut kakak dan emaknya ke sebuah acara. Yakni acara kepenulisan yang dihelat oleh mahasiswa Sastra Indonesia UPY. Bertempat di Angkringan Joglo, sebelah kampung kami. Saat itu Adiba bela-belain bolos TPA demi ikut emaknya. Hahaha.... Anak pintar. Bisa memilih sesuatu yang lebih ciamik daripada acara rutinnya sendiri.  

 
Tampak dalam foto di atas, kami beramai-ramai mengeruyuk Jeng Irfa Hudaya --ketua IIDN Jogja-- untuk minta tanda tangan. Kala itu dia memang tengah meluncurkan karya novel perdananya, The Beloved Aisyah. Sementara foto di bawah, memperlihatkan empat wajah manis dari empat perempuan beda generasi. Hahahaha...  Yang dua merupakan generasi agak bulukan (yaitu Mbak Indah Novita Dewi alias Kalya Innovie dan aku), yang dua merupakan generasi masa depan (yaitu Nina putri Mbak Indah dan Adiba putrikuuu). Kala itu kami mejeng berempat di pagi hari, sebelum acara peluncuran buku Jeng Irfa Hudaya dimulai. Adapun buku yang kami bawa narsis itu merupakan salah dua dari karyaku. Ceritanya aku dipaksa book signing oleh Mbak Indah. Ehem, ehem. Berasa jadi penulis terkenal aku.

4 komentar:

  1. yang pas book signing dengan Dee ga dipajang, mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...itu sudah di postingan tersendiri, dan aku cen yo laliii...hahaha

      Hapus
  2. Weee... Fotoku nongol wkwkwk... Makasih ya mba

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan Anda. Mohon tinggalkan jejak agar saya bisa gantian mengunjungi blog Anda. Happy Blog Walking!

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template